Skye Nicolson Tatap Duel Perebutan Gelar Tinju Wanita Pertama di Arab Saudi
Kamis, 29 Agustus 2024 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Nicolson, petinju asal Australia berusia 29 tahun, memenangkan sabuk sementara WBC di pertarungan profesional kedelapannya dan menjadi juara penuh pada April setelah Amanda Serrano melepaskan gelar tersebut. Sejak itu, ia telah berhasil mempertahankan gelarnya dengan kemenangan telak atas Dyana Vargas pada bulan Juli, menjadikannya memiliki rekor tak terkalahkan 11-0 (1 KO).
Chapman, penantangnya dari Inggris yang berusia 30 tahun, juga datang dengan rekor tak terkalahkan 9-0 (2 KO) dan baru saja meraih kemenangan atas Yohana Sarabia pada bulan Juli. Pertarungan mereka menjadi salah satu dari banyak laga menarik pada malam itu, termasuk nama-nama besar dari dunia tinju pria seperti Jai Opetaia, Shakur Stevenson, dan Chris Eubank Jr.
"Menjadi bagian dari panggung dunia sebesar ini, terutama pada kartu pertandingan ini, adalah suatu kehormatan besar," lanjut Nicolson. "Nama-nama besar yang ada dalam kartu pertandingan ini membuat saya merasa seperti sedang berada dalam mimpi. Ini tanggung jawab yang besar, tetapi juga suatu kehormatan yang luar biasa."
Pertarungan Nicolson dan Chapman bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang memperjuangkan hak dan representasi wanita di dunia olahraga, terutama di negara seperti Arab Saudi, yang selama ini dikenal dengan pembatasan terhadap wanita dalam berbagai bidang.
Dengan penuh semangat, Nicolson berharap pertarungan ini menjadi langkah awal dari banyak lagi pertandingan wanita di masa depan, terutama dalam rangkaian acara besar seperti Riyadh Season. Pertarungan ini bukan hanya untuk gelar, tetapi juga untuk membuka pintu bagi generasi petinju wanita berikutnya di seluruh dunia.
Chapman, penantangnya dari Inggris yang berusia 30 tahun, juga datang dengan rekor tak terkalahkan 9-0 (2 KO) dan baru saja meraih kemenangan atas Yohana Sarabia pada bulan Juli. Pertarungan mereka menjadi salah satu dari banyak laga menarik pada malam itu, termasuk nama-nama besar dari dunia tinju pria seperti Jai Opetaia, Shakur Stevenson, dan Chris Eubank Jr.
"Menjadi bagian dari panggung dunia sebesar ini, terutama pada kartu pertandingan ini, adalah suatu kehormatan besar," lanjut Nicolson. "Nama-nama besar yang ada dalam kartu pertandingan ini membuat saya merasa seperti sedang berada dalam mimpi. Ini tanggung jawab yang besar, tetapi juga suatu kehormatan yang luar biasa."
Pertarungan Nicolson dan Chapman bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang memperjuangkan hak dan representasi wanita di dunia olahraga, terutama di negara seperti Arab Saudi, yang selama ini dikenal dengan pembatasan terhadap wanita dalam berbagai bidang.
Dengan penuh semangat, Nicolson berharap pertarungan ini menjadi langkah awal dari banyak lagi pertandingan wanita di masa depan, terutama dalam rangkaian acara besar seperti Riyadh Season. Pertarungan ini bukan hanya untuk gelar, tetapi juga untuk membuka pintu bagi generasi petinju wanita berikutnya di seluruh dunia.
(sto)
Lihat Juga :