Harus Buktikan Kepelatihan, Revolusi Koeman Pernah Gagal
Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan tersebut, ternyata berimbas fatal. Rencana revolusi Koeman membuat kondisi internal Valencia memburuk dan berimbas di lapangan. Valencia bemain hanya untuk berjuang mengindari zona degradasi. Akhirnya, Koeman dipecat pada 21 April 2008.
Kini, kebiasaan Koeman diulangi di Barca. Setelah resmi diperkenalkan ke publik sebagai pengganti Quique Setien dan menandatangani kontrak dua tahun, Rabu (19/8), Secara terbuka dia tidak memasukkan Luis Suarez, Gerard Pique, Arturo Vidal, Sergio Busquets dalam rencananya.
Koeman juga mengultimatum Lionel Messi tidak lagi memiliki keistimewaan di klub dan harus bermain untuk tim. Koeman ingin melakukan peremajaan dengan memburu Memphis Depay (Olympique Lyon), Donny Van de Beek (Ajax) hingga memulangkan Philippe Coutinho dari Bayern Muenchen. (Baca juga: Rusia Optimis Rencana Pembelian Sukhoi Indonesia akan Berlanjut)
“Saya tidak berpikir seorang pemain berusia 31 atau 32 tahun telah selesai. Jika mereka tidak ingin berada di sini, mereka dapat memberi tahu klub. Saya ingin bekerja dengan orang-orang yang ingin memberikannya. semuanya untuk Barcelona, tidak ada yang lain," kata Koeman dilansir espn.
Gebrakan Koeman jelas harus diiringi dengan pembuktian bahwa keputusan klub menunjuknya tidak keliru. Kalau gagal memberikan dampak positif, pemecatan bakal menghampirinya. Diharapkan filosofi permainan Koeman bisa segera terimplementasi dengan baik ke tim.
Kini, kebiasaan Koeman diulangi di Barca. Setelah resmi diperkenalkan ke publik sebagai pengganti Quique Setien dan menandatangani kontrak dua tahun, Rabu (19/8), Secara terbuka dia tidak memasukkan Luis Suarez, Gerard Pique, Arturo Vidal, Sergio Busquets dalam rencananya.
Koeman juga mengultimatum Lionel Messi tidak lagi memiliki keistimewaan di klub dan harus bermain untuk tim. Koeman ingin melakukan peremajaan dengan memburu Memphis Depay (Olympique Lyon), Donny Van de Beek (Ajax) hingga memulangkan Philippe Coutinho dari Bayern Muenchen. (Baca juga: Rusia Optimis Rencana Pembelian Sukhoi Indonesia akan Berlanjut)
“Saya tidak berpikir seorang pemain berusia 31 atau 32 tahun telah selesai. Jika mereka tidak ingin berada di sini, mereka dapat memberi tahu klub. Saya ingin bekerja dengan orang-orang yang ingin memberikannya. semuanya untuk Barcelona, tidak ada yang lain," kata Koeman dilansir espn.
Gebrakan Koeman jelas harus diiringi dengan pembuktian bahwa keputusan klub menunjuknya tidak keliru. Kalau gagal memberikan dampak positif, pemecatan bakal menghampirinya. Diharapkan filosofi permainan Koeman bisa segera terimplementasi dengan baik ke tim.
Lihat Juga :