alexametrics

Turunkan Bobot, Daud Yordan Tak Pakai Cara Kuno Lagi

loading...
Turunkan Bobot, Daud Yordan Tak Pakai Cara Kuno Lagi
Pemegang sabuk juara tinju dunia kelas ringan super (63,5 kg) versi IBA, Daud Yordan menekankan bahwa dia bakal bertahan di kelasnya saat ini / Foto: SINDOnews (Yova Adhiansyah)
A+ A-
JAKARTA - Pemegang sabuk juara tinju dunia kelas ringan super (63,5 kg) versi IBA, Daud Yordan menekankan bahwa dia bakal bertahan di kelasnya saat ini. Itu merupakan salah satu strategi untuk mengimbangi usia yang terus bertambah.

"Saya akan terus berkarier di kelas 63 kg ini. Selain juara, karena masa otot ini kan bertambah dan secara kita harus pandai mengimbangi biar tidak kehabisan di usia yang terus bertambah, tapi energi kita tetap panjang. Kita harus pintar mengakalinya," kata Daud saat berkunjung ke kantor redaksi Inews.id, Kamis (21/11/2019).

Disinggung apakah Daud masih menggunakan cara lama dalam menurunkan bobot tubuhnya dengan masuk ke dalam mobil, dia menjawab tidak. Karena sekarang ia melakukan TC di Bali.



"Dulu saya masuk ke mobil yang sudah dipanaskan tanpa pendingin udara dan berada di bawah matahari, itu setara sauna. Tapi sekarang tidak, karena saya TC di Bali jadi fasilitas di sana kan cukup bagus," tutur Daud.

Daud belum lama ini berhasil mengguratkan tinta emas dalam sejarah tinju Indonesia sebagai petinju pertama yang menjadi juara dunia pada tiga kelas berbeda. Catatan itu muncul setelah petinju asal Ketapang, Kalimantan Barat, itu mengalahkan Michael Mokoena TKO di ronde kedelapan dalam duel perebutan gelar juara dunia kelas welter junior versi International Boxing Association (IBA).
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak