Hamzah Sheeraz, Raksasa Baru Kelas Menengah Penebar Mimpi Buruk
Rabu, 25 September 2024 - 11:15 WIB
loading...
Hamzah Sheeraz, Raksasa Baru Kelas Menengah Penebar Mimpi Buruk/BoxinG Scene
A
A
A
Hamzah Sheeraz menjelma menjadi raksasa baru tinju kelas menengah yang menebar mimpi buruk bagi para juara kelas 72,5 kilogram. Kemenangan TKO ronde kedua Hamzah Sheeraz atas Tyler Denny pada hari Sabtu mengukuhkan posisinya sebagai “mimpi buruk” dan “raksasa besar” dalam kelas menengah, sebuah kelompok petinju yang telah kehilangan kekuatan bintang sejak Gennadiy Golovkin dan Saul Canelo Alvarez pergi.
Raksasa besar itu kini mengetuk pintu para juara kelas berat badan 72,5 kg, Janibek Alimkhanuly, Carlos Adames dan Erislandy Lara, dan siapa pun yang menjawab lebih dulu kemungkinan besar akan menyerahkan posisi dan sabuknya. ''Saat anda melihat para juara menghindar dan mengelak, anda sudah tahu apa yang mereka pikirkan tentang Sheeraz,” ujar Timothy Bradley Jr. dari ProBox TV dalam acara ‘BoxingScene's Top Stories’ hari Senin. “Ia dapat bertarung di sisi dalam dan luar. Ia sangat licik dan berjiwa muda.”
Baca Juga: Anthony Joshua Menjadi Avatar yang Malang di Era Kelas Beratnya
Meskipun petinju Kazakhstan, Alimkhanuly (15-0, 10 KO), telah bekerja di media sosial untuk membantah laporan tersebut, Bradley mengulangi apa yang dikatakan oleh orang-orang yang telah berbicara dengan orang dalam mengenai situasi ini: bahwa kubu Alimkhanuly menolak bayaran sebesar USD1,5 juta untuk bertarung melawan Sheeraz, 25 tahun, dalam laga antara Daniel Dubois dan Anthony Joshua pada hari Sabtu (25/4) di Wembley Stadium.
Sebaliknya, ia akan mendapatkan USD200.000 untuk mempertahankan sabuk IBF-nya melawan Andrei Mikhailovich di Sydney pada tanggal 4 Oktober. WBO, yang menempatkan petinju Inggris Sheeraz (21-0, 17 KO) sebagai penantang No. 1, telah menolak untuk memberikan lisensi atas pertarungan ini sebagai pertarungan untuk mempertahankan gelar.
Sheeraz yang memiliki tinggi badan 190 cm juga merupakan penantang No. 1 WBC untuk juara. Ketika divisi kelas menengah glamor telah kehilangan daya tariknya dalam beberapa tahun terakhir, Sheeraz telah menunjukkan dalam 15 kemenangan KO/stopper berturut-turut, termasuk kemenangan KO-nya atas Ammo Williams pada 1 Juni di turnamen “5 versus 5” bahwa ia adalah penerus yang paling layak bagi para petinju hebat di masa lalu, Golovkin, Bernard Hopkins dan Carlos Monzon.
“Saya rasa kita tidak terlalu berharap terlalu banyak pada dirinya - kelas 72,5 kg memiliki beberapa penantang yang cukup solid dan memiliki beberapa juara yang sulit dikalahkan,” kata mantan juara kelas welter Paulie Malignaggi dalam acara ”Top Stories.” “Sheeraz memang terlihat seperti pria yang akan berada di sini untuk sementara waktu (dari) cara dia menang dengan kekuatan yang memukau dalam divisi yang selalu menjadi sorotan. Ia sangat berbahaya.”
Raksasa besar itu kini mengetuk pintu para juara kelas berat badan 72,5 kg, Janibek Alimkhanuly, Carlos Adames dan Erislandy Lara, dan siapa pun yang menjawab lebih dulu kemungkinan besar akan menyerahkan posisi dan sabuknya. ''Saat anda melihat para juara menghindar dan mengelak, anda sudah tahu apa yang mereka pikirkan tentang Sheeraz,” ujar Timothy Bradley Jr. dari ProBox TV dalam acara ‘BoxingScene's Top Stories’ hari Senin. “Ia dapat bertarung di sisi dalam dan luar. Ia sangat licik dan berjiwa muda.”
Baca Juga: Anthony Joshua Menjadi Avatar yang Malang di Era Kelas Beratnya
Meskipun petinju Kazakhstan, Alimkhanuly (15-0, 10 KO), telah bekerja di media sosial untuk membantah laporan tersebut, Bradley mengulangi apa yang dikatakan oleh orang-orang yang telah berbicara dengan orang dalam mengenai situasi ini: bahwa kubu Alimkhanuly menolak bayaran sebesar USD1,5 juta untuk bertarung melawan Sheeraz, 25 tahun, dalam laga antara Daniel Dubois dan Anthony Joshua pada hari Sabtu (25/4) di Wembley Stadium.
Sebaliknya, ia akan mendapatkan USD200.000 untuk mempertahankan sabuk IBF-nya melawan Andrei Mikhailovich di Sydney pada tanggal 4 Oktober. WBO, yang menempatkan petinju Inggris Sheeraz (21-0, 17 KO) sebagai penantang No. 1, telah menolak untuk memberikan lisensi atas pertarungan ini sebagai pertarungan untuk mempertahankan gelar.
Sheeraz yang memiliki tinggi badan 190 cm juga merupakan penantang No. 1 WBC untuk juara. Ketika divisi kelas menengah glamor telah kehilangan daya tariknya dalam beberapa tahun terakhir, Sheeraz telah menunjukkan dalam 15 kemenangan KO/stopper berturut-turut, termasuk kemenangan KO-nya atas Ammo Williams pada 1 Juni di turnamen “5 versus 5” bahwa ia adalah penerus yang paling layak bagi para petinju hebat di masa lalu, Golovkin, Bernard Hopkins dan Carlos Monzon.
“Saya rasa kita tidak terlalu berharap terlalu banyak pada dirinya - kelas 72,5 kg memiliki beberapa penantang yang cukup solid dan memiliki beberapa juara yang sulit dikalahkan,” kata mantan juara kelas welter Paulie Malignaggi dalam acara ”Top Stories.” “Sheeraz memang terlihat seperti pria yang akan berada di sini untuk sementara waktu (dari) cara dia menang dengan kekuatan yang memukau dalam divisi yang selalu menjadi sorotan. Ia sangat berbahaya.”
Lihat Juga :