Respons Pemecatan STY, Effendi Gazali: Jarang Pelatih Diganti Setelah Menang
Kamis, 09 Januari 2025 - 21:44 WIB
loading...
Respons Pemecatan STY, Effendi Gazali: Jarang Pelatih Diganti Setelah Menang
A
A
A
Pengamat sepak bola, Effendi Gazali ikut merespons terkait pemecatan Shin Tae-yong (STY) dari posisi pelatih Timnas Indonesia. Meski mendukung keputusan PSSI, namun dia menyoroti keunikan langkah Ketua Umum PSSI Erick Thohir kali ini. Mengingat pelatih diganti setelah meraih kemenangan bersejarah.
Effendi mengatakan bahwa keputusan mengganti STY terasa tidak biasa, terutama setelah kemenangan melawan Arab Saudi. Apalagi, kemenangan saat melawan Arab Saudi sebuah pencapaian yang belum pernah diraih Timnas Indonesia sebelumnya.
“Agak jarang orang memecat pelatih, jangan memecat, mengganti pelatih habis menang. Itu habis menang lho, mengalahkan Saudi Arabia yang tidak pernah kita kalahkan. Ya biasanya orang ganti habis kalah lawan China atau habis kalah lawan Jepang lah gitu ya diganti,” kata Effendi dalam dialog Interupsi dengan tema: STY Diganti, Prestasi Kluivert Dinanti, Kamis (9/1/2025).
Menurut Effendi seharusnya PSSI memberikan alasan kuat untuk memecat STY. “Nah sekarang kalau digantikan habis menang, lebih butuh lagi alasan yang kuat, yang tadi disebutkan alasannya komunikasi atau kepemimpinan dan locker room. Nah, memang dalam rangka sama-sama bersatu ke depan agak susah menerangkan kan, locker room kan artinya ini. Nah itu kita tidak mau melihat ke belakang.”
Effendi juga menyoroti tantangan berat yang akan dihadapi Timnas Indonesia di pertandingan mendatang dalam kualifikasi Piala Dunia yakni melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025.
Effendi mengatakan bahwa keputusan mengganti STY terasa tidak biasa, terutama setelah kemenangan melawan Arab Saudi. Apalagi, kemenangan saat melawan Arab Saudi sebuah pencapaian yang belum pernah diraih Timnas Indonesia sebelumnya.
“Agak jarang orang memecat pelatih, jangan memecat, mengganti pelatih habis menang. Itu habis menang lho, mengalahkan Saudi Arabia yang tidak pernah kita kalahkan. Ya biasanya orang ganti habis kalah lawan China atau habis kalah lawan Jepang lah gitu ya diganti,” kata Effendi dalam dialog Interupsi dengan tema: STY Diganti, Prestasi Kluivert Dinanti, Kamis (9/1/2025).
Menurut Effendi seharusnya PSSI memberikan alasan kuat untuk memecat STY. “Nah sekarang kalau digantikan habis menang, lebih butuh lagi alasan yang kuat, yang tadi disebutkan alasannya komunikasi atau kepemimpinan dan locker room. Nah, memang dalam rangka sama-sama bersatu ke depan agak susah menerangkan kan, locker room kan artinya ini. Nah itu kita tidak mau melihat ke belakang.”
Effendi juga menyoroti tantangan berat yang akan dihadapi Timnas Indonesia di pertandingan mendatang dalam kualifikasi Piala Dunia yakni melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025.
Lihat Juga :