Intensitas Tinggi Latihan Fisik Timnas U-19 di Kroasia
Rabu, 02 September 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Skuad Garuda Muda hanya sekali menggelar TC, yakni pada Januari lalu di Thailand. Setelah itu, latihan digelar secara virtual dan baru kembali berkumpul awal Agustus lalu. Di satu sisi, tim pelatih hanya memiliki waktu sekitar 50 hari lagi untuk mempersiapkan anak asuhnya menghadapi putaran final Piala Asia.
Tae-yong sebelumnya mengaku cukup khawatir dengan kondisi fisik pemainnya lantaran tidak berkompetisi selama lima bulan. Menurut dia, tim pelatih seharusnya sudah bisa menilai perkembangan fisik pemain saat pemusatan latihan di Jakarta, Agustus lalu.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika kebugaran fisik menjadi masalah timnas Indonesia pada semua level. Fisik pemain Indonesia kerap kedodoran saat pertandingan memasuki menit-menit krusial.
Di sisi lain, tidak jarang pelatih menerapkan strategi bermain intensitas tinggi yang membutuhkan ketahanan stamina. Hal yang mengkhawatirkan ini tidak kunjung bisa diatasi jajaran pelatih yang selama ini menangani timnas Indonesia. (Baca juga: Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok)
Kelemahan ini tampaknya sudah masuk dalam kalkulasi Tae-yong sehingga sangat menekankan kebugaran fisik kepada pemainnya. Mantan pelatih timnas Korsel itu bahkan menyatakan tidak akan segan-segan memulangkan pemain yang tidak mampu mengikuti program latihan yang sudah disusun.
“Jika tidak bisa mengikuti program dengan baik, kami akan pulangkan. Mereka bisa berangkat TC ke Eropa karena pajak rakyat Indonesia sehingga harus ada tanggung jawab dan sikap yang baik selama latihan,” tandasnya.
Tae-yong sudah menyusun jadwal latihan, yakni pagi digelar mulai pukul 10.30 disusul latihan sore pukul 16.00 kemudian malam hari pukul 21.00 waktu setempat. Pola ini juga disusun sebagai bagian dari proses adaptasi timnas dengan cuaca Kroasia yang berkisar pada 25-26 derajat Celsius.
Iklim serupa bakal ditemui skuad Garuda Muda saat bermain pada putaran final Piala Asia di Uzbekistan pada Oktober mendatang.
Tae-yong sebelumnya mengaku cukup khawatir dengan kondisi fisik pemainnya lantaran tidak berkompetisi selama lima bulan. Menurut dia, tim pelatih seharusnya sudah bisa menilai perkembangan fisik pemain saat pemusatan latihan di Jakarta, Agustus lalu.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika kebugaran fisik menjadi masalah timnas Indonesia pada semua level. Fisik pemain Indonesia kerap kedodoran saat pertandingan memasuki menit-menit krusial.
Di sisi lain, tidak jarang pelatih menerapkan strategi bermain intensitas tinggi yang membutuhkan ketahanan stamina. Hal yang mengkhawatirkan ini tidak kunjung bisa diatasi jajaran pelatih yang selama ini menangani timnas Indonesia. (Baca juga: Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok)
Kelemahan ini tampaknya sudah masuk dalam kalkulasi Tae-yong sehingga sangat menekankan kebugaran fisik kepada pemainnya. Mantan pelatih timnas Korsel itu bahkan menyatakan tidak akan segan-segan memulangkan pemain yang tidak mampu mengikuti program latihan yang sudah disusun.
“Jika tidak bisa mengikuti program dengan baik, kami akan pulangkan. Mereka bisa berangkat TC ke Eropa karena pajak rakyat Indonesia sehingga harus ada tanggung jawab dan sikap yang baik selama latihan,” tandasnya.
Tae-yong sudah menyusun jadwal latihan, yakni pagi digelar mulai pukul 10.30 disusul latihan sore pukul 16.00 kemudian malam hari pukul 21.00 waktu setempat. Pola ini juga disusun sebagai bagian dari proses adaptasi timnas dengan cuaca Kroasia yang berkisar pada 25-26 derajat Celsius.
Iklim serupa bakal ditemui skuad Garuda Muda saat bermain pada putaran final Piala Asia di Uzbekistan pada Oktober mendatang.
Lihat Juga :