Chandra Kurniawan, Dari Balap Malam ke Podium Juara ISSOM 2020
Rabu, 02 September 2020 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Namun rupanya meskipun memulai qualifikasi dengan posisi buncit karena kegugupannya dan belum beradaptasi dengan mobil, pada hari balapan jiwa mantan pembalap jalanan ini akhirnya keluar, dan ia menjalaninya dengan tanpa beban dan fun, yang akhirnya mengantarkan dirinya menaiki podium juara.
Ia mengungkapkan, bahwa dari ikut balap resmi ini akhirnya membuka matanya bahwa ada kegiatan pemacu adrenalin dan dapat menyalurkan hobinya dengan cara yang lebih aman. Oleh karenanya ia juga mengajak pada yang masih melakukan balapan di jalan raya, untuk mencoba turun mengikuti balap resmi di ajang seperti ISSOM ini.
“Banyak hal yang saya dapatkan disini, mulai dari kebersamaan, belajar bagaimana harus konsisten di setiap putarannya, mengatur strategi, mengatur racing line, persiapan mobil hingga persiapan fisik sebelum balapan, hal ini yang tidak didapatkan di jalanan, biasanya kalo di jalan sih gampang, tinggal gas aja, sedangkan disini harus sungguh sungguh latihan jika ingin meraih hasil maksimal,” ungkap pria yang aktif di komunitas M Owners Club Indonesia dan Porsche Club indonesia ini.
Kedepannya ia mengaku akan lebih serius mempersiapkan fisik dirinya dan kendaraan tunggangannya, karena menurutnya dua hal itu yang membuatnya kurang mendapatkan hasil maksimal pada race kemarin. Terkait dengan target, ia menyebutkan bahwa untuk tahun ini dirinya belum menargetkan apa apa
“Dari awal saya bangun mobil balap PIKACHU Project ini memang bukan utk mengejar prestasi melainkan menjalin silaturahmi dengan teman-teman komunitas dan insan otomotif di nusantara, karena balapan resmi bukan hanya bisa menyalurkan hobby dan passion saya, namun bisa banyak belajar dan menambah wawasan, pertemanan serta mengajarkan saya mengatur strategi, memiliki konsistensi serta melatih fokus saya dalam mencapai tujuan” tutupnya.
Ia mengungkapkan, bahwa dari ikut balap resmi ini akhirnya membuka matanya bahwa ada kegiatan pemacu adrenalin dan dapat menyalurkan hobinya dengan cara yang lebih aman. Oleh karenanya ia juga mengajak pada yang masih melakukan balapan di jalan raya, untuk mencoba turun mengikuti balap resmi di ajang seperti ISSOM ini.
“Banyak hal yang saya dapatkan disini, mulai dari kebersamaan, belajar bagaimana harus konsisten di setiap putarannya, mengatur strategi, mengatur racing line, persiapan mobil hingga persiapan fisik sebelum balapan, hal ini yang tidak didapatkan di jalanan, biasanya kalo di jalan sih gampang, tinggal gas aja, sedangkan disini harus sungguh sungguh latihan jika ingin meraih hasil maksimal,” ungkap pria yang aktif di komunitas M Owners Club Indonesia dan Porsche Club indonesia ini.
Kedepannya ia mengaku akan lebih serius mempersiapkan fisik dirinya dan kendaraan tunggangannya, karena menurutnya dua hal itu yang membuatnya kurang mendapatkan hasil maksimal pada race kemarin. Terkait dengan target, ia menyebutkan bahwa untuk tahun ini dirinya belum menargetkan apa apa
“Dari awal saya bangun mobil balap PIKACHU Project ini memang bukan utk mengejar prestasi melainkan menjalin silaturahmi dengan teman-teman komunitas dan insan otomotif di nusantara, karena balapan resmi bukan hanya bisa menyalurkan hobby dan passion saya, namun bisa banyak belajar dan menambah wawasan, pertemanan serta mengajarkan saya mengatur strategi, memiliki konsistensi serta melatih fokus saya dalam mencapai tujuan” tutupnya.
(sha)
Lihat Juga :