Kisah Calvin Verdonk dan sang Ayah Bukan Korban Tsunami Aceh tapi Hidup Tanpa Jejak di Belanda
Minggu, 09 Februari 2025 - 10:09 WIB
loading...
Kisah Calvin Verdonk dan sang Ayah Bukan Korban Tsunami Aceh tapi Hidup Tanpa Jejak di Belanda
A
A
A
Bek kiri Timnas Indonesia , Calvin Verdonk, akhirnya mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi tentang sang ayah. Bukan hilang tersapu gelombang dahsyat tsunami Aceh 2004 seperti yang banyak dikira, ayahnya ternyata masih hidup—namun sudah 27 tahun tak pernah ada kabar.
Kisah ini dibeberkan Calvin dalam wawancara eksklusif dengan media Belanda, AD.NL, yang tayang pada Sabtu (8/2/2025). Dalam perbincangan tersebut, pemain kelahiran Belanda itu mengungkapkan bahwa ayahnya berasal dari Meulaboh, Aceh, namun sudah lama tidak berhubungan dengan keluarganya.
"Ayah kami berasal dari Sumatera, keturunan Indonesia yang kami miliki berasal darinya. Namun, dia benar-benar telah hilang (pergi dari keluarga) selama 27 tahun," ujar Calvin.
Baca Juga: Klarifikasi Bintang PSV Eindhoven usai Tolak Jabat Tangan Calvin Verdonk
Bukan sekadar hilang secara fisik, tetapi ayahnya memilih untuk tidak lagi menjalin komunikasi. Calvin mengungkapkan bahwa meskipun sang ayah tinggal di Belanda, mereka sama sekali tak pernah bertegur sapa. Tak ada satu pun surat, telepon, atau pesan yang menghubungkan mereka selama hampir tiga dekade.
Kisah ini dibeberkan Calvin dalam wawancara eksklusif dengan media Belanda, AD.NL, yang tayang pada Sabtu (8/2/2025). Dalam perbincangan tersebut, pemain kelahiran Belanda itu mengungkapkan bahwa ayahnya berasal dari Meulaboh, Aceh, namun sudah lama tidak berhubungan dengan keluarganya.
"Ayah kami berasal dari Sumatera, keturunan Indonesia yang kami miliki berasal darinya. Namun, dia benar-benar telah hilang (pergi dari keluarga) selama 27 tahun," ujar Calvin.
Baca Juga: Klarifikasi Bintang PSV Eindhoven usai Tolak Jabat Tangan Calvin Verdonk
Bukan sekadar hilang secara fisik, tetapi ayahnya memilih untuk tidak lagi menjalin komunikasi. Calvin mengungkapkan bahwa meskipun sang ayah tinggal di Belanda, mereka sama sekali tak pernah bertegur sapa. Tak ada satu pun surat, telepon, atau pesan yang menghubungkan mereka selama hampir tiga dekade.
Lihat Juga :