Disiplin Ketat ala Shin Tae-yong, 2 Pemain Dicoret karena Ngaret
Kamis, 03 September 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, pada TC kedua di Jakarta awal Agustus lalu, Tae-yong juga mencoret 11 pemain meski timnas U-19 baru melakoni latihan ringan. Disinyalir, pencoretan ini terkait erat dengan masalah disiplin dan sikap pemain di dalam lapangan maupun di hotel tempat menginap.
Aturan ketat ala Tae-yong juga diterapkan pada timnas senior. Tidak hanya di lapangan, kedisiplinan waktu juga diterapkan saat waktu makan tim tiba. Selain itu, dia juga mengawasi langsung menu yang diberikan, termasuk mengharamkan makanan berlemak tinggi. (Baca juga: Pesta Gay di Kuningan Jakarta Digerebek, Puluhan Pria Diamankan Polisi)
Tak kalah penting, sejak Tae-yong menangani skuad Garuda, pemain tidak bisa keluyuran seenaknya seusai kembali ke hotel tempat menginap. Pemain hanya boleh keluar jika diizinkan dan harus kembali maksimal pukul 22.00 WIB.
Saat di lapangan, pelatih berusia 51 tahun itu juga sangat ketat dengan aturannya. Tidak hanya wajib hadir di lapangan tepat waktu, seluruh pemain juga dilarang membawa telepon genggam.
Kedisiplinan ala Tae-yong ini diakui pemain timnas U-19 yang kini berada di Kroasia, Rizky Ridho. Pemain muda Persebaya Surabaya itu menyatakan pencoretan dua pemain jelang keberangkatan ke Kroasia menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda.
![Disiplin Ketat ala Shin Tae-yong, 2 Pemain Dicoret karena Ngaret]()
Menurut dia, aturan ketat yang diterapkan itu justru sangat membantu bagi pemain muda terutama dirinya untuk berkembang. “Hal itu (kedisiplinan) bagus buat kami agar tidak meremehkan waktu. Menurut saya, semua yang diterapkan Coach Tae-yong baik untuk kami semua,” ujar Ridho, dilansir laman Persebaya.
Aturan ketat ala Tae-yong juga diterapkan pada timnas senior. Tidak hanya di lapangan, kedisiplinan waktu juga diterapkan saat waktu makan tim tiba. Selain itu, dia juga mengawasi langsung menu yang diberikan, termasuk mengharamkan makanan berlemak tinggi. (Baca juga: Pesta Gay di Kuningan Jakarta Digerebek, Puluhan Pria Diamankan Polisi)
Tak kalah penting, sejak Tae-yong menangani skuad Garuda, pemain tidak bisa keluyuran seenaknya seusai kembali ke hotel tempat menginap. Pemain hanya boleh keluar jika diizinkan dan harus kembali maksimal pukul 22.00 WIB.
Saat di lapangan, pelatih berusia 51 tahun itu juga sangat ketat dengan aturannya. Tidak hanya wajib hadir di lapangan tepat waktu, seluruh pemain juga dilarang membawa telepon genggam.
Kedisiplinan ala Tae-yong ini diakui pemain timnas U-19 yang kini berada di Kroasia, Rizky Ridho. Pemain muda Persebaya Surabaya itu menyatakan pencoretan dua pemain jelang keberangkatan ke Kroasia menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda.

Menurut dia, aturan ketat yang diterapkan itu justru sangat membantu bagi pemain muda terutama dirinya untuk berkembang. “Hal itu (kedisiplinan) bagus buat kami agar tidak meremehkan waktu. Menurut saya, semua yang diterapkan Coach Tae-yong baik untuk kami semua,” ujar Ridho, dilansir laman Persebaya.
Lihat Juga :