Kekejaman Abdullah Mason 4 Kali Jatuhkan Musuh, Menang KO, Tak Terkalahkan
Sabtu, 15 Februari 2025 - 09:28 WIB
loading...
Kekejaman Abdullah Mason 4 Kali Jatuhkan Musuh, Menang KO, Tak Terkalahkan/BoxinG Scene
A
A
A
Kekejaman Abdullah Mason 4 kali jatuhkan musuh, menang KO dan menegaskan statusnya sebagai petinju tak terkalahkan . Abdullah Mason memberikan pukulan yang menakutkan bagi Manuel Jaimes, dengan mencetak KO atas petarung yang baru saja bertanding melawan Rolando Romero.
Mason menjatuhkan Jaimes empat kali dalam empat ronde sebelum wasit David Fields menghentikan laga kelas ringan yang dijadwalkan berlangsung selama delapan ronde pada menit 1:55. Pertarungan ini merupakan laga pendahuluan dari laga pendahuluan antara Denys Berinchyk vs Keyshawn Davis di The Theater at Madison Square Garden, New York City.
Baca Juga: Pembuktian Daud Yordan vs George Kambosos Jr di Usia 37 Tahun
Sementara laga terakhir Mason pada bulan November lalu merupakan salah satu pertarungan singkat terbaik dalam sejarah - kemenangan dua ronde atas Yohan Vasquez yang membuat keduanya terjatuh ke atas kanvas - laga ini sebagian besar berlangsung satu arah untuk kemenangan Mason, yang kini memiliki rekor 17-0 (15 KO). Mason menunjukkan kesabaran dan bekerja di balik jab-nya, melukai Jaimes di akhir ronde pertama dengan sebuah pukulan kiri.
Pola Jaimes yang berusaha keras untuk memotong pergerakan Mason berujung pada knockdown pertama yang tak terelakkan di awal ronde kedua, hasil dari sebuah uppercut kiri. Jaimes memberi isyarat pada pojok ring bahwa ia baik-baik saja, namun ia hanya memiliki sedikit jawaban untuk menyesuaikan diri.
Jaimes, yang nampak jauh lebih kecil dari Mason walau ia berlaga dalam kelas ringan super dalam laga terakhirnya, kembali terjatuh pada ronde ketiga saat sebuah pukulan kiri yang disusul dengan hook kanan mengenai atlet asal Stockton, California ini. Setelah Jaimes sempat mengunjungi dokter, laga pun berlanjut ke ronde keempat, walau jelas terlihat bahwa Mason tidak dapat melanjutkannya.
Mason mendaratkan sebuah pukulan kiri yang solid yang menjatuhkan Jaimes lagi, lalu menjatuhkannya untuk keempat dan terakhir kalinya dengan sepasang hook kanan, yang dibantu oleh sebuah hook kiri keras ke arah tubuh sebelum itu. ''Kami menginginkan sabuk itu... kejuaraan dunia,” kata Mason saat ditanya apa yang ia inginkan selanjutnya.
Mason menjatuhkan Jaimes empat kali dalam empat ronde sebelum wasit David Fields menghentikan laga kelas ringan yang dijadwalkan berlangsung selama delapan ronde pada menit 1:55. Pertarungan ini merupakan laga pendahuluan dari laga pendahuluan antara Denys Berinchyk vs Keyshawn Davis di The Theater at Madison Square Garden, New York City.
Baca Juga: Pembuktian Daud Yordan vs George Kambosos Jr di Usia 37 Tahun
Sementara laga terakhir Mason pada bulan November lalu merupakan salah satu pertarungan singkat terbaik dalam sejarah - kemenangan dua ronde atas Yohan Vasquez yang membuat keduanya terjatuh ke atas kanvas - laga ini sebagian besar berlangsung satu arah untuk kemenangan Mason, yang kini memiliki rekor 17-0 (15 KO). Mason menunjukkan kesabaran dan bekerja di balik jab-nya, melukai Jaimes di akhir ronde pertama dengan sebuah pukulan kiri.
Pola Jaimes yang berusaha keras untuk memotong pergerakan Mason berujung pada knockdown pertama yang tak terelakkan di awal ronde kedua, hasil dari sebuah uppercut kiri. Jaimes memberi isyarat pada pojok ring bahwa ia baik-baik saja, namun ia hanya memiliki sedikit jawaban untuk menyesuaikan diri.
Jaimes, yang nampak jauh lebih kecil dari Mason walau ia berlaga dalam kelas ringan super dalam laga terakhirnya, kembali terjatuh pada ronde ketiga saat sebuah pukulan kiri yang disusul dengan hook kanan mengenai atlet asal Stockton, California ini. Setelah Jaimes sempat mengunjungi dokter, laga pun berlanjut ke ronde keempat, walau jelas terlihat bahwa Mason tidak dapat melanjutkannya.
Mason mendaratkan sebuah pukulan kiri yang solid yang menjatuhkan Jaimes lagi, lalu menjatuhkannya untuk keempat dan terakhir kalinya dengan sepasang hook kanan, yang dibantu oleh sebuah hook kiri keras ke arah tubuh sebelum itu. ''Kami menginginkan sabuk itu... kejuaraan dunia,” kata Mason saat ditanya apa yang ia inginkan selanjutnya.
Lihat Juga :