Kebangkitan Tim Tszyu Comeback Menang TKO: Aku Kembali, Sayang!
Senin, 07 April 2025 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Tszyu seharusnya mempertahankan gelar tersebut melawan Keith Thurman pada bulan Maret 2024. Namun saat Thurman menarik diri karena cedera, Sebastian Fundora menggantikannya. WBC menambahkan sabuknya yang masih kosong ke dalam pertarungan untuk sang pemenang. Dan selama dua ronde, Tszyu terlihat seperti akan mengalahkan Fundora dan keluar sebagai pemegang gelar. Kecuali pada akhir ronde kedua, kepala Tszyu secara tidak sengaja berbenturan dengan siku Fundora, membuka luka mengerikan yang membuat darah mengucur deras dari wajah Tszyu dan memengaruhi penglihatannya.
Seandainya tim pojok Tszyu membujuk dokter di sisi ring untuk menghentikan laga saat itu, atau pada ronde ketiga atau keempat, laga ini akan dinyatakan “no contest” dan Tszyu akan tetap bertahan. Namun, mereka membiarkan Tszyu untuk melanjutkan pertandingan. Fundora sendiri berlaga dengan hidungnya yang terluka, namun ia mampu memanfaatkan tinggi badan dan kemampuannya untuk mengambil keuntungan dari lawannya yang lemah. Fundora memenangkan keputusan terbelah, atau split decision, dan merebut kedua sabuknya.
Tszyu berharap dapat segera kembali untuk sebuah laga besar lainnya melawan lawan tangguh lainnya. Namun ia harus menarik diri dari pertandingan melawan Vergil Ortiz Jnr karena lukanya yang belum pulih benar. Tszyu akhirnya kembali pada bulan Oktober, menantang pemegang gelar IBF Bakhram Murtazaliev. Tszyu terjatuh empat kali dalam waktu delapan menit, dan kalah melalui KO pada ronde ketiga.
Maka tidaklah mengejutkan jika Tszyu memulai proses pembangunan kembali dengan menghadapi petinju seperti Spencer, seorang prospek yang menjadi atlet profesional pada tahun 2018 pada usia 17 tahun, namun harus menjalani ujian berat pada bulan Maret 2023, saat ia dihentikan dalam tujuh ronde oleh penantang Jesus Ramos Jr. Spencer memenangkan tiga pertandingan sejak saat itu, namun atlet berusia 25 tahun asal Michigan ini belum pernah meraih kesuksesan di tingkat atas.
Jika Tszyu ingin kembali ke jajaran teratas, maka petinju berusia 30 tahun ini harus memulai perjalanannya kembali dengan kemenangan dominan atas Spencer. Ronde pertama berlangsung dengan penuh kehati-hatian bagi keduanya. Tszyu menjadi penyerang, menekan dengan kakinya, namun tidak terlalu banyak menggunakan tangannya. Spencer cenderung mundur atau berputar, sesekali melompat masuk dengan satu serangan sebelum menjauh dari jarak serang. "Saya belajar dari kesalahan saya. Anda tidak boleh masuk seperti pemarah sejak ronde pertama," kata Tszyu.
Baca Juga: Kekejaman Filip Hrgovic Menamatkan Karier Joe Joyce
Seandainya tim pojok Tszyu membujuk dokter di sisi ring untuk menghentikan laga saat itu, atau pada ronde ketiga atau keempat, laga ini akan dinyatakan “no contest” dan Tszyu akan tetap bertahan. Namun, mereka membiarkan Tszyu untuk melanjutkan pertandingan. Fundora sendiri berlaga dengan hidungnya yang terluka, namun ia mampu memanfaatkan tinggi badan dan kemampuannya untuk mengambil keuntungan dari lawannya yang lemah. Fundora memenangkan keputusan terbelah, atau split decision, dan merebut kedua sabuknya.
Tszyu berharap dapat segera kembali untuk sebuah laga besar lainnya melawan lawan tangguh lainnya. Namun ia harus menarik diri dari pertandingan melawan Vergil Ortiz Jnr karena lukanya yang belum pulih benar. Tszyu akhirnya kembali pada bulan Oktober, menantang pemegang gelar IBF Bakhram Murtazaliev. Tszyu terjatuh empat kali dalam waktu delapan menit, dan kalah melalui KO pada ronde ketiga.
Maka tidaklah mengejutkan jika Tszyu memulai proses pembangunan kembali dengan menghadapi petinju seperti Spencer, seorang prospek yang menjadi atlet profesional pada tahun 2018 pada usia 17 tahun, namun harus menjalani ujian berat pada bulan Maret 2023, saat ia dihentikan dalam tujuh ronde oleh penantang Jesus Ramos Jr. Spencer memenangkan tiga pertandingan sejak saat itu, namun atlet berusia 25 tahun asal Michigan ini belum pernah meraih kesuksesan di tingkat atas.
Jika Tszyu ingin kembali ke jajaran teratas, maka petinju berusia 30 tahun ini harus memulai perjalanannya kembali dengan kemenangan dominan atas Spencer. Ronde pertama berlangsung dengan penuh kehati-hatian bagi keduanya. Tszyu menjadi penyerang, menekan dengan kakinya, namun tidak terlalu banyak menggunakan tangannya. Spencer cenderung mundur atau berputar, sesekali melompat masuk dengan satu serangan sebelum menjauh dari jarak serang. "Saya belajar dari kesalahan saya. Anda tidak boleh masuk seperti pemarah sejak ronde pertama," kata Tszyu.
Baca Juga: Kekejaman Filip Hrgovic Menamatkan Karier Joe Joyce
Lihat Juga :