Orang Tua Atlet Cilik Rasya Alteza Apresiasi Dukungan MNC Lido City di Kejuaraan Silat Internasional
Kamis, 24 April 2025 - 12:12 WIB
loading...
Orang Tua Atlet Cilik Rasya Alteza Apresiasi Dukungan MNC Lido City di Kejuaraan Silat Internasional
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat Desa Watesjaya, sebuah desa yang berada dalam wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City , patut berbangga. Salah satu putra daerah mereka, Rasya Alteza Ghandi (9), akan mewakili Indonesia dalam ajang pencak silat internasional.
Rasya, putra dari pasangan Imbris Ghandi dan Tini Agustini, akan tampil dalam Malaysia Open Naga Sakti Junior Silat International Championship League 2025 yang digelar pada 30 April hingga 4 Mei 2025 di Serdang, Selangor, Malaysia.
Imbris Ghandi mengatakan bahwa putranya sudah mengenal pencak silat sejak usia enam tahun.
“Untuk mulai latihan itu Rasya di umur enam tahun. Itu sudah kita kenalkan dengan pencak silat,” ujar Ghandi kepada wartawan, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya, selain melatih ketangkasan fisik, pencak silat juga menjadi sarana melestarikan budaya Indonesia.
“Pencak silat ini adalah warisan tak benda budaya asli Indonesia yang sudah diakui dunia, di UNESCO,” tambahnya.
Rasya berlatih secara rutin seminggu sekali di perguruan silat Tunas Muda Indonesia Cimande. Jika akan mengikuti kejuaraan, porsi latihan biasanya ditambah agar lebih siap.
Menjelang kejuaraan di Malaysia, Imbris menyebut ada banyak dukungan yang mengalir, termasuk dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta KEK MNC Lido City.
Rasya, putra dari pasangan Imbris Ghandi dan Tini Agustini, akan tampil dalam Malaysia Open Naga Sakti Junior Silat International Championship League 2025 yang digelar pada 30 April hingga 4 Mei 2025 di Serdang, Selangor, Malaysia.
Imbris Ghandi mengatakan bahwa putranya sudah mengenal pencak silat sejak usia enam tahun.
“Untuk mulai latihan itu Rasya di umur enam tahun. Itu sudah kita kenalkan dengan pencak silat,” ujar Ghandi kepada wartawan, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya, selain melatih ketangkasan fisik, pencak silat juga menjadi sarana melestarikan budaya Indonesia.
“Pencak silat ini adalah warisan tak benda budaya asli Indonesia yang sudah diakui dunia, di UNESCO,” tambahnya.
Rasya berlatih secara rutin seminggu sekali di perguruan silat Tunas Muda Indonesia Cimande. Jika akan mengikuti kejuaraan, porsi latihan biasanya ditambah agar lebih siap.
Menjelang kejuaraan di Malaysia, Imbris menyebut ada banyak dukungan yang mengalir, termasuk dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta KEK MNC Lido City.
Lihat Juga :