Bukan Sekadar Sekolah Bola: Youth Eagles Soccer School Tanamkan Karakter Juara Sejak Dini
Sabtu, 03 Mei 2025 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
"Metode kami agak berbeda. Teknik dasar itu nomor dua. Tujuan utama kami adalah membangun karakter anak: tanggung jawab, disiplin, menghargai lawan, pelatih, dan orang tua. Kami ingin mereka antusias berlatih karena merasa senang, bukan tertekan," tegas Danang. Diakui awalnya ada resistensi dari orang tua yang ingin melihat perkembangan teknis anak secara instan. Namun, edukasi yang diberikan YESS mampu mengubah pandangan mereka, hingga akhirnya mendukung penuh metode pembinaan karakter ini.
Bahkan, YESS aktif melibatkan peran orang tua sebagai pendukung psikologis anak. "Saya mengedukasi orang tua untuk selalu memberikan dukungan, baik saat anak menang, kalah, maupun sedang tidak bersemangat. Fokus pada satu hal positif yang dilakukan anak, dan hindari membahas kesalahan. Mental anak sangat penting," imbuh Danang, yang juga mengagumi sosok pelatih José Mourinho. Orang tua juga dilarang memberikan instruksi langsung saat latihan atau pertandingan agar anak belajar mengambil keputusan sendiri.
Baca Juga: PHK Massal MU Sasar Karyawan Terlama: Akhir Era di Old Trafford?
Meski beroperasi dengan manajemen bisnis, YESS tak menutup mata terhadap potensi talenta muda dari berbagai kalangan. Danang mengungkapkan komitmennya untuk mendukung pemain muda berbakat dari keluarga kurang mampu melalui beasiswa. Bahkan, YESS berencana menjalin kerja sama dengan klub Liga 3 untuk pembinaan kelas prestasi di level golden age (di atas 12 tahun).
"Ada satu anak yang kami beri beasiswa penuh karena bakatnya luar biasa. Ini juga untuk memotivasi siswa lain agar menjadikannya teladan, bukan hanya di sepak bola tapi juga dalam bersikap," ujar Danang. Saat ini, fokus YESS adalah mengembangkan kelas hobi di dua cabang (PIK 2 dan Kalideres) serta membuka kelas baru untuk toddler (usia 3-5 tahun). Langkah menuju kelas prestasi pun tengah dijajaki dengan menggandeng mitra klub Liga 3.
"Mimpi kami, para pelatih, dan orang tua adalah menjadikan YESS sebagai pusat pembinaan sepak bola kelas hobi dan prestasi yang diakui di Indonesia. Kami sadar ini butuh waktu, investor, dan mitra yang tepat," pungkas Danang Suryadi, penuh harap akan masa depan Youth Eagles Soccer School.
Bahkan, YESS aktif melibatkan peran orang tua sebagai pendukung psikologis anak. "Saya mengedukasi orang tua untuk selalu memberikan dukungan, baik saat anak menang, kalah, maupun sedang tidak bersemangat. Fokus pada satu hal positif yang dilakukan anak, dan hindari membahas kesalahan. Mental anak sangat penting," imbuh Danang, yang juga mengagumi sosok pelatih José Mourinho. Orang tua juga dilarang memberikan instruksi langsung saat latihan atau pertandingan agar anak belajar mengambil keputusan sendiri.
Baca Juga: PHK Massal MU Sasar Karyawan Terlama: Akhir Era di Old Trafford?
Meski beroperasi dengan manajemen bisnis, YESS tak menutup mata terhadap potensi talenta muda dari berbagai kalangan. Danang mengungkapkan komitmennya untuk mendukung pemain muda berbakat dari keluarga kurang mampu melalui beasiswa. Bahkan, YESS berencana menjalin kerja sama dengan klub Liga 3 untuk pembinaan kelas prestasi di level golden age (di atas 12 tahun).
"Ada satu anak yang kami beri beasiswa penuh karena bakatnya luar biasa. Ini juga untuk memotivasi siswa lain agar menjadikannya teladan, bukan hanya di sepak bola tapi juga dalam bersikap," ujar Danang. Saat ini, fokus YESS adalah mengembangkan kelas hobi di dua cabang (PIK 2 dan Kalideres) serta membuka kelas baru untuk toddler (usia 3-5 tahun). Langkah menuju kelas prestasi pun tengah dijajaki dengan menggandeng mitra klub Liga 3.
"Mimpi kami, para pelatih, dan orang tua adalah menjadikan YESS sebagai pusat pembinaan sepak bola kelas hobi dan prestasi yang diakui di Indonesia. Kami sadar ini butuh waktu, investor, dan mitra yang tepat," pungkas Danang Suryadi, penuh harap akan masa depan Youth Eagles Soccer School.
(yov)
Lihat Juga :