Kisah Vinicius Jr: Disepelekan di Liga Brasil, Kini 2 Kali Juara Liga Champions
Sabtu, 10 Mei 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Yang paling menyakitkan, Vinicius sempat mendapat cibiran dari rekan setimnya sendiri, Karim Benzema. Dalam sebuah laga Liga Champions melawan Borussia Monchengladbach tahun 2020, Benzema terekam kamera mengatakan kepada Ferland Mendy agar tidak mengoper bola kepada Vinicius, menyebut pemain Brasil itu “hanya melakukan apa yang dia mau”. Pernyataan itu sempat viral dan menjadi bahan kritik tajam terhadap Vinicius.
Namun, seperti kisah klasik para juara, Vinicius menjawab semua keraguan dengan kerja keras dan performa konsisten. Ia menjelma menjadi penyerang sayap tajam di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Puncaknya terjadi di musim 2021/2022, ketika Vinicius mencetak 22 gol dan 22 assist di semua kompetisi—termasuk gol penentu kemenangan di final Liga Champions melawan Liverpool.
Tak hanya itu, Vinicius juga mengantarkan Madrid meraih tiga gelar di musim tersebut: La Liga, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions. Ia kembali menambah koleksi trofinya musim ini dengan membawa Los Blancos kembali juara Liga Champions, menjadikannya dua kali mengangkat trofi paling prestisius di Eropa sebelum usianya genap 25 tahun.
Kisah Vinicius Junior adalah potret bagaimana pemain muda bisa bertumbuh luar biasa ketika diberi waktu dan kepercayaan. Ia pernah disepelekan, baik di Brasil karena isu non-teknis, maupun di Madrid oleh rekan setim sendiri. Namun kini, Vinicius adalah simbol kebangkitan, kerja keras, dan pembuktian diri.
Dari tribun Maracana ke panggung final Liga Champions, Vinicius Jr. telah menjawab semua keraguan dengan satu kalimat sederhana: trofi tak pernah bohong.
Namun, seperti kisah klasik para juara, Vinicius menjawab semua keraguan dengan kerja keras dan performa konsisten. Ia menjelma menjadi penyerang sayap tajam di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Puncaknya terjadi di musim 2021/2022, ketika Vinicius mencetak 22 gol dan 22 assist di semua kompetisi—termasuk gol penentu kemenangan di final Liga Champions melawan Liverpool.
Tak hanya itu, Vinicius juga mengantarkan Madrid meraih tiga gelar di musim tersebut: La Liga, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions. Ia kembali menambah koleksi trofinya musim ini dengan membawa Los Blancos kembali juara Liga Champions, menjadikannya dua kali mengangkat trofi paling prestisius di Eropa sebelum usianya genap 25 tahun.
Kisah Vinicius Junior adalah potret bagaimana pemain muda bisa bertumbuh luar biasa ketika diberi waktu dan kepercayaan. Ia pernah disepelekan, baik di Brasil karena isu non-teknis, maupun di Madrid oleh rekan setim sendiri. Namun kini, Vinicius adalah simbol kebangkitan, kerja keras, dan pembuktian diri.
Dari tribun Maracana ke panggung final Liga Champions, Vinicius Jr. telah menjawab semua keraguan dengan satu kalimat sederhana: trofi tak pernah bohong.
(sto)
Lihat Juga :