Raymond Muratalla Juara Interim IBF, Perpanjang Rekor 23-0
Minggu, 11 Mei 2025 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Intensitas pukulan itu meningkat pada ronde kedua, saat Muratalla menyerang Abdullaev dengan pukulan kanan yang keras dan tiba-tiba ke arah kepala, yang diikuti dengan kombinasi kanan-kiri yang cepat. Muratalla mencoba kidal pada ronde ketiga, kembali gaya ortodoks untuk mendaratkan jab dan mendaratkan sebuah pukulan kanan cepat sebelum keduanya bertukar serangan, yang mengindikasikan bahwa Abdullaev menyadari kelemahannya.
Perhatian Muratalla pada pertahanan dan pergerakan kepalanya yang tajam membuatnya menjadi target yang sulit diincar, dimana hal itu membuat laga ini menjadi lebih terarah pada ronde keempat. Terdapat risiko dalam kehati-hatian itu, karena Abdullaev melepaskan dua pukulan kanan keras pada ronde kelima, dimana mengejar ketertinggalan untuk memenangkan ronde itu menjadi tantangan yang lebih berat.
Muratalla memilih untuk melepaskan pukulannya dengan lebih bebas pada ronde keenam, dengan mengandalkan footwork yang terampil untuk menemukan Abdullaev dengan serangan yang lebih banyak. Ia kembali memanfaatkan aktivitasnya pada ronde ketujuh. Muratalla memperpanjang keunggulannya dengan jab tajam dan manuver untuk mendaratkan pukulan kanan yang efektif, namun saat ronde kedelapan berjalan, beberapa erangan dari para penonton terdengar.
Baca Juga: Anthony Cacace TKO Leigh Wood di Ronde 9, Pertahankan Juara IBO
Adil atau tidak, penampilan ini sangat layak untuk dibandingkan dengan kemenangan gelar juara kelas ringan WBO pada tanggal 14 Februari oleh peraih medali perak Olimpiade 2021 asal Amerika Serikat, Keyshawn Davis, yang mencetak penyelesaian luar biasa atas atlet Ukraina, Denys Berinchyk. Para penonton tidak membayar untuk gerakan kepala.
Perhatian Muratalla pada pertahanan dan pergerakan kepalanya yang tajam membuatnya menjadi target yang sulit diincar, dimana hal itu membuat laga ini menjadi lebih terarah pada ronde keempat. Terdapat risiko dalam kehati-hatian itu, karena Abdullaev melepaskan dua pukulan kanan keras pada ronde kelima, dimana mengejar ketertinggalan untuk memenangkan ronde itu menjadi tantangan yang lebih berat.
Muratalla memilih untuk melepaskan pukulannya dengan lebih bebas pada ronde keenam, dengan mengandalkan footwork yang terampil untuk menemukan Abdullaev dengan serangan yang lebih banyak. Ia kembali memanfaatkan aktivitasnya pada ronde ketujuh. Muratalla memperpanjang keunggulannya dengan jab tajam dan manuver untuk mendaratkan pukulan kanan yang efektif, namun saat ronde kedelapan berjalan, beberapa erangan dari para penonton terdengar.
Baca Juga: Anthony Cacace TKO Leigh Wood di Ronde 9, Pertahankan Juara IBO
Adil atau tidak, penampilan ini sangat layak untuk dibandingkan dengan kemenangan gelar juara kelas ringan WBO pada tanggal 14 Februari oleh peraih medali perak Olimpiade 2021 asal Amerika Serikat, Keyshawn Davis, yang mencetak penyelesaian luar biasa atas atlet Ukraina, Denys Berinchyk. Para penonton tidak membayar untuk gerakan kepala.
Lihat Juga :