Knockdown, Fernando Martinez Habisi Kazuto Ioka, Perpanjang Rekor 18-0
Senin, 12 Mei 2025 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Martinez mengandalkan volume dan kekuatan murni untuk mengungguli Ioka, 36-4-1 (16 KO) - warga asli Osaka yang kini tinggal di Tokyo - pada malam itu, dan ia melakukan pendekatan yang sama pada paruh pertama laga ulang mereka. Ioka mengandalkan pukulan ke arah tubuh dan akurasi yang tepat, walau pendekatan yang sama membuatnya kehilangan gelar WBA dalam laga pertama mereka.
Tetap saja, ini adalah gaya khas dari mantan pemegang gelar empat divisi ini, yang meraih kesuksesan pada ronde pembuka dan sepanjang kontes. Pendekatan yang dipertahankan ini sangat masuk akal bagi Ioka, seorang calon anggota Hall of Fame berusia 36 tahun yang tiga tahun lebih tua dari Martinez.
Martinez mengungguli Ioka pada sebagian besar ronde kedua dan mengakhiri stanza ini dengan pergerakan lateral untuk mengganggu ritme lawannya. Kedua petarung ini tampil sangat kompetitif pada ronde ketiga yang berlangsung sangat cepat. Ioka terus mengincar tubuh Martinez dan mencari celah di posisi atas untuk mendaratkan hook kirinya. Martinez terus maju, namun terhenti oleh sebuah pukulan kanan yang terlambat. Ioka menutup ronde ini dengan kuat, kecuali sebuah pukulan kanan dari Martinez sesaat sebelum bel berbunyi.
Hanya ada sedikit perbedaan pada ronde-ronde pertengahan, dimana para juri harus memilih antara serangan keras dari Martinez dan serangan ekonomis dari Ioka. Hal ini berubah secara besar-besaran pada ronde keenam, yang menampilkan aksi keras dua arah. Ioka meraih kesuksesan berulang kali dengan kombinasi pukulan kanan-hook kiri, yang terbukti membalikkan keadaan dalam laga yang sempat terancam akan berakhir imbang.
Martinez terus melontarkan hook kiri dan pukulan kanan dengan nekat, namun ia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Hal ini terlihat jelas pada ronde ketujuh dan kedelapan - sebuah kemenangan mutlak bagi Ioka, yang mengungguli rivalnya yang lebih muda untuk pertama kalinya.
Tetap saja, ini adalah gaya khas dari mantan pemegang gelar empat divisi ini, yang meraih kesuksesan pada ronde pembuka dan sepanjang kontes. Pendekatan yang dipertahankan ini sangat masuk akal bagi Ioka, seorang calon anggota Hall of Fame berusia 36 tahun yang tiga tahun lebih tua dari Martinez.
Martinez mengungguli Ioka pada sebagian besar ronde kedua dan mengakhiri stanza ini dengan pergerakan lateral untuk mengganggu ritme lawannya. Kedua petarung ini tampil sangat kompetitif pada ronde ketiga yang berlangsung sangat cepat. Ioka terus mengincar tubuh Martinez dan mencari celah di posisi atas untuk mendaratkan hook kirinya. Martinez terus maju, namun terhenti oleh sebuah pukulan kanan yang terlambat. Ioka menutup ronde ini dengan kuat, kecuali sebuah pukulan kanan dari Martinez sesaat sebelum bel berbunyi.
Hanya ada sedikit perbedaan pada ronde-ronde pertengahan, dimana para juri harus memilih antara serangan keras dari Martinez dan serangan ekonomis dari Ioka. Hal ini berubah secara besar-besaran pada ronde keenam, yang menampilkan aksi keras dua arah. Ioka meraih kesuksesan berulang kali dengan kombinasi pukulan kanan-hook kiri, yang terbukti membalikkan keadaan dalam laga yang sempat terancam akan berakhir imbang.
Martinez terus melontarkan hook kiri dan pukulan kanan dengan nekat, namun ia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Hal ini terlihat jelas pada ronde ketujuh dan kedelapan - sebuah kemenangan mutlak bagi Ioka, yang mengungguli rivalnya yang lebih muda untuk pertama kalinya.
Lihat Juga :