Manajemen Arema FC Geram Bus Persik Dilempari Batu: Pertimbangkan Hengkang dari Kanjuruhan!
Senin, 12 Mei 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menyoroti hilangnya dukungan Aremania selama tiga tahun terakhir dan ekspektasi tinggi yang diterima tim saat kembali bermain di Malang. Padahal, menurutnya, tim justru membutuhkan dukungan moril pasca-tragedi Kanjuruhan. "Kami mengingatkan suporter itu pendukung. Tiga tahun mereka tidak dapat memberi dukungan ke Arema FC, begitu kita pulang, alih-alih dukungan yang didapat tapi justru tuntutan kesempurnaan yang berlebihan harus dituruti," tuturnya.
Tak hanya itu, Inal juga menyoroti pihak keamanan terkait standarisasi pengamanan pertandingan. Ia mendorong adanya evaluasi, meskipun mengakui sulit mencapai kesempurnaan jika semua beban dilimpahkan kepada Arema FC. Terlebih, laga melawan Persik disebutnya sebagai pertandingan berisiko tinggi karena rivalitas antar suporter. "Laga kemarin itu level renpam (rencana pengamanan) high risk match, dan Arema FC sudah penuhi semuanya. Kami prihatin kejadian pelemparan bus Persik terjadi di area zona 4 di luar area stadion, yang menjadi konsen pihak keamanan," ungkapnya.
Baca Juga: Kylian Mbappe si Manusia Rekor
Merespons insiden ini, manajemen Arema FC kini mempertimbangkan masa depan tim dalam sisa kompetisi Liga 1 musim ini, terutama kemungkinan untuk tidak lagi bermain di kandang sendiri. "Kami mempertimbangkan untuk tidak bermain di Stadion Kanjuruhan dalam waktu dekat," tukas Inal.
Laga kandang perdana Arema FC di Stadion Kanjuruhan pasca-tragedi memang berakhir pahit. Selain kalah telak 0-3 dari Persik Kediri melalui gol Vava Mario Yagalo, Ramiro Fergonzi, dan Ze Valente, insiden pelemparan batu ke bus tim tamu semakin memperburuk situasi.
Tak hanya itu, Inal juga menyoroti pihak keamanan terkait standarisasi pengamanan pertandingan. Ia mendorong adanya evaluasi, meskipun mengakui sulit mencapai kesempurnaan jika semua beban dilimpahkan kepada Arema FC. Terlebih, laga melawan Persik disebutnya sebagai pertandingan berisiko tinggi karena rivalitas antar suporter. "Laga kemarin itu level renpam (rencana pengamanan) high risk match, dan Arema FC sudah penuhi semuanya. Kami prihatin kejadian pelemparan bus Persik terjadi di area zona 4 di luar area stadion, yang menjadi konsen pihak keamanan," ungkapnya.
Baca Juga: Kylian Mbappe si Manusia Rekor
Merespons insiden ini, manajemen Arema FC kini mempertimbangkan masa depan tim dalam sisa kompetisi Liga 1 musim ini, terutama kemungkinan untuk tidak lagi bermain di kandang sendiri. "Kami mempertimbangkan untuk tidak bermain di Stadion Kanjuruhan dalam waktu dekat," tukas Inal.
Laga kandang perdana Arema FC di Stadion Kanjuruhan pasca-tragedi memang berakhir pahit. Selain kalah telak 0-3 dari Persik Kediri melalui gol Vava Mario Yagalo, Ramiro Fergonzi, dan Ze Valente, insiden pelemparan batu ke bus tim tamu semakin memperburuk situasi.
(yov)
Lihat Juga :