Wamenpora Taufik: Pemuda Punya Peran Strategis, Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci Majukan Kepemudaan dan Olahraga
Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:27 WIB
loading...
Wamenpora Taufik: Pemuda Punya Peran Strategis, Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci Majukan Kepemudaan dan Olahraga
A
A
A
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) dalam memperkuat pelayanan kepemudaan, termasuk dalam konteks pembinaan dan prestasi olahraga. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi (rakor) dan kolaborasi lintas K/L terkait penyusunan Peraturan Presiden tentang perubahan atas Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan, Jumat (16/5/2025).
Rakor yang digelar di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, diikuti oleh perwakilan dari 58 K/L. Agenda ini sekaligus menjadi kick-off penyusunan Perpres baru yang juga memuat Rencana Aksi Nasional (RAN) Pelayanan Kepemudaan.
"Rakor hari ini sebagai kick-off penyusunan Perpres yang baru, yang akan memuat RAN Pelayanan Kepemudaan. Forum ini menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman, memperkuat sinergi, dan merumuskan arah kebijakan lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan," ujar Wamenpora Taufik.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan bangsa, termasuk dalam dunia olahraga yang kini menjadi kekuatan lunak (soft power) Indonesia di mata dunia. Ia menegaskan bahwa pembangunan kepemudaan tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan perlu keterlibatan lintas sektor.
"Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda adalah WNI berusia 16 hingga 30 tahun, masa kehidupan yang penuh energi dan potensi untuk membawa perubahan nyata dalam masyarakat. Persoalan pemuda bersifat lintas sektor," lanjutnya.
Sektor-sektor yang berkaitan dengan pemuda, termasuk pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kewirausahaan, kesetaraan gender, serta partisipasi dan kepemimpinan, harus beriringan dengan agenda pembinaan olahraga nasional.
Rakor yang digelar di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, diikuti oleh perwakilan dari 58 K/L. Agenda ini sekaligus menjadi kick-off penyusunan Perpres baru yang juga memuat Rencana Aksi Nasional (RAN) Pelayanan Kepemudaan.
"Rakor hari ini sebagai kick-off penyusunan Perpres yang baru, yang akan memuat RAN Pelayanan Kepemudaan. Forum ini menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman, memperkuat sinergi, dan merumuskan arah kebijakan lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan," ujar Wamenpora Taufik.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan bangsa, termasuk dalam dunia olahraga yang kini menjadi kekuatan lunak (soft power) Indonesia di mata dunia. Ia menegaskan bahwa pembangunan kepemudaan tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan perlu keterlibatan lintas sektor.
"Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda adalah WNI berusia 16 hingga 30 tahun, masa kehidupan yang penuh energi dan potensi untuk membawa perubahan nyata dalam masyarakat. Persoalan pemuda bersifat lintas sektor," lanjutnya.
Sektor-sektor yang berkaitan dengan pemuda, termasuk pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kewirausahaan, kesetaraan gender, serta partisipasi dan kepemimpinan, harus beriringan dengan agenda pembinaan olahraga nasional.
Lihat Juga :