Profil Simon Tahamata, Legenda Belanda Keturunan Maluku Jadi Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia?
Selasa, 20 Mei 2025 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Setelah petualangan sukses di Belgia, Simon kembali ke Belanda dan bergabung dengan Feyenoord pada 1984. Meskipun Feyenoord saat itu tidak sekuat Ajax di era sebelumnya, kehadiran Tahamata tetap memberikan warna dan harapan bagi para pendukung. Ia menunjukkan profesionalisme dan dedikasi yang tinggi selama bermain di Rotterdam.
Karier Simon terus berlanjut di berbagai klub Eropa setelah meninggalkan Feyenoord. Ia sempat bermain untuk Germinal Beerschot (Belgia), Vitesse Arnhem (Belanda), dan K Beerschot VAC (Belgia) sebelum akhirnya pensiun pada tahun 1996. Di Timnas Belanda, dia sempat bermain sebanyak 22 kali dan mencetak dua gol.
Meskipun tidak pernah meraih gelar juara Eropa bersama klubnya, kontribusi Simon Tahamata bagi sepak bola Belanda tidak bisa diremehkan. Ia adalah salah satu winger paling berbakat di generasinya, dengan kemampuan individu yang luar biasa dan visi bermain yang cerdas. Kelincahannya dalam melewati pemain lawan seringkali menjadi momok bagi para bek.
Lebih dari sekadar pemain sepak bola, Simon Tahamata juga menjadi simbol bagi komunitas Maluku di Belanda. Keberhasilannya di lapangan hijau turut mengangkat nama komunitasnya dan menginspirasi banyak anak muda keturunan Maluku untuk mengejar mimpi mereka. Setelah pensiun, Simon tetap aktif di dunia sepak bola. Ia sempat menjadi pelatih di beberapa akademi muda dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan sepak bola.
Karier Simon terus berlanjut di berbagai klub Eropa setelah meninggalkan Feyenoord. Ia sempat bermain untuk Germinal Beerschot (Belgia), Vitesse Arnhem (Belanda), dan K Beerschot VAC (Belgia) sebelum akhirnya pensiun pada tahun 1996. Di Timnas Belanda, dia sempat bermain sebanyak 22 kali dan mencetak dua gol.
Meskipun tidak pernah meraih gelar juara Eropa bersama klubnya, kontribusi Simon Tahamata bagi sepak bola Belanda tidak bisa diremehkan. Ia adalah salah satu winger paling berbakat di generasinya, dengan kemampuan individu yang luar biasa dan visi bermain yang cerdas. Kelincahannya dalam melewati pemain lawan seringkali menjadi momok bagi para bek.
Lebih dari sekadar pemain sepak bola, Simon Tahamata juga menjadi simbol bagi komunitas Maluku di Belanda. Keberhasilannya di lapangan hijau turut mengangkat nama komunitasnya dan menginspirasi banyak anak muda keturunan Maluku untuk mengejar mimpi mereka. Setelah pensiun, Simon tetap aktif di dunia sepak bola. Ia sempat menjadi pelatih di beberapa akademi muda dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan sepak bola.
(yov)
Lihat Juga :