Sejarah Manny Pacquiao Juara Dunia Tinju 8 Divisi Tak Tergantikan
Selasa, 20 Mei 2025 - 08:18 WIB
loading...
Sejarah Manny Pacquiao Juara Dunia Tinju 8 Divisi Tak Tergantikan/World Boxing News
A
A
A
Sejarah Manny Pacquiao juara dunia tinju 8 divisi satu-satunya di planet bumi yang tak tergantikan. Manny Pacquiao, lahir 17 Desember 1978, seorang petinju profesional dan politisi Filipina, yang saat ini menjabat sebagai Senator Filipina.
Dia adalah satu-satunya juara dunia tinju 8 divisi dalam sejarah tinju, yang memenangkan dua belas gelar juara dunia utama, serta menjadi petinju pertama yang memenangkan kejuaraan dunia di lima kelas berbeda. Pacquiao juga merupakan petinju pertama dalam sejarah yang memenangkan gelar juara dunia utama di empat dari delapan kelas berat badan tinju:
kelas terbang, kelas bulu, kelas ringan, dan kelas welter. Berikut sejarah Manny Pacquiao juara dunia tinju 8 divisi:
1. Juara Kelas Terbang (50,8 Kg)
Manny Pacquiao vs Chatchai Sasakul (4 Desember 1998)
4 Desember 1998, Manny Pacquiao yang masih muda dan tidak terkenal namanya menantang Chatchai Sasakul untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas terbang WBA dan WBC. Manny Pacquiao, saat itu berusia 19 tahun, memiliki rekor profesional 23-1. Sang juara bertahan, yang saat itu sedang berusaha mempertahankan gelarnya untuk ketiga kalinya, memiliki rekor 34-1.
Baca Juga: 3 Petinju Juara Dunia Tinju di usia 40 Tahun yang Menakjubkan
Secara mengejutkan, Pacquiao merebut gelar juara kelas terbang WBC dan linear (gelar tinju dunia utamanya yang pertama) dari Chatchai Sasakul melalui KO pada ronde kedelapan. Ia mempertahankan gelar tersebut melawan petinju Meksiko Gabriel Mira melalui TKO ronde keempat.
2. Kelas Bantam Super (55,3 Kg)
Manny Pacquiao vs Lehlo Ledwaba 23 Juni 2001
Manny Pacquiao naik ke kelas bantam super 55,2 kg. Pacman bertarung melawan petinju yang sangat dihormati, Lehlo Ledwaba, di MGM Grand Hotel, Las Vegas, Nevada. Tanpa ampun, Pacman memukul KO Ledwaba pada ronde keenam pada tanggal 23 Juni 2001, dan merebut gelar juara kelas bantam super versi Federasi Tinju Internasional (IBF).
Dia mencoba menyatukan gelar kelas bantam super ketika dia menghadapi juara Organisasi Tinju Dunia (WBO) Agapito Sanchez di San Francisco, California. Pertarungan tersebut dinyatakan imbang secara teknis setelah enam ronde ketika dihentikan karena salah satu mata Pacquiao terluka. Hingga November 2003, Pacquiao telah mempertahankan gelar IBF-nya sebanyak empat kali.
3. Kelas Bulu (57,1 Kg)
Manny Pacquiao vs Marco Antonio Barrera 15 November 2003
Tanggal 15 November 2003, Pacquiao naik kelas bulu menghadapi Marco Antonio Barrera di Alamodome, San Antonio, Texas, AS. Barrera mendapat pujian karena menjatuhkan Pacquiao pada ronde pertama (tayangan ulang menunjukkan pukulannya meleset).
Dia adalah satu-satunya juara dunia tinju 8 divisi dalam sejarah tinju, yang memenangkan dua belas gelar juara dunia utama, serta menjadi petinju pertama yang memenangkan kejuaraan dunia di lima kelas berbeda. Pacquiao juga merupakan petinju pertama dalam sejarah yang memenangkan gelar juara dunia utama di empat dari delapan kelas berat badan tinju:
kelas terbang, kelas bulu, kelas ringan, dan kelas welter. Berikut sejarah Manny Pacquiao juara dunia tinju 8 divisi:
1. Juara Kelas Terbang (50,8 Kg)
Manny Pacquiao vs Chatchai Sasakul (4 Desember 1998)
4 Desember 1998, Manny Pacquiao yang masih muda dan tidak terkenal namanya menantang Chatchai Sasakul untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas terbang WBA dan WBC. Manny Pacquiao, saat itu berusia 19 tahun, memiliki rekor profesional 23-1. Sang juara bertahan, yang saat itu sedang berusaha mempertahankan gelarnya untuk ketiga kalinya, memiliki rekor 34-1.
Baca Juga: 3 Petinju Juara Dunia Tinju di usia 40 Tahun yang Menakjubkan
Secara mengejutkan, Pacquiao merebut gelar juara kelas terbang WBC dan linear (gelar tinju dunia utamanya yang pertama) dari Chatchai Sasakul melalui KO pada ronde kedelapan. Ia mempertahankan gelar tersebut melawan petinju Meksiko Gabriel Mira melalui TKO ronde keempat.
2. Kelas Bantam Super (55,3 Kg)
Manny Pacquiao vs Lehlo Ledwaba 23 Juni 2001
Manny Pacquiao naik ke kelas bantam super 55,2 kg. Pacman bertarung melawan petinju yang sangat dihormati, Lehlo Ledwaba, di MGM Grand Hotel, Las Vegas, Nevada. Tanpa ampun, Pacman memukul KO Ledwaba pada ronde keenam pada tanggal 23 Juni 2001, dan merebut gelar juara kelas bantam super versi Federasi Tinju Internasional (IBF).
Dia mencoba menyatukan gelar kelas bantam super ketika dia menghadapi juara Organisasi Tinju Dunia (WBO) Agapito Sanchez di San Francisco, California. Pertarungan tersebut dinyatakan imbang secara teknis setelah enam ronde ketika dihentikan karena salah satu mata Pacquiao terluka. Hingga November 2003, Pacquiao telah mempertahankan gelar IBF-nya sebanyak empat kali.
3. Kelas Bulu (57,1 Kg)
Manny Pacquiao vs Marco Antonio Barrera 15 November 2003
Tanggal 15 November 2003, Pacquiao naik kelas bulu menghadapi Marco Antonio Barrera di Alamodome, San Antonio, Texas, AS. Barrera mendapat pujian karena menjatuhkan Pacquiao pada ronde pertama (tayangan ulang menunjukkan pukulannya meleset).
Lihat Juga :