Manny Pacquiao Comebak di Usia 46: Sejarah Gelar Atau Uang Besar?
Sabtu, 24 Mei 2025 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Memang tidak bisa dimungkiri jika Mike Tyson di usia 58 tahun bukanlah Mike Tyson yang ganas ketika masih muda. Bila dibandingkan dengan George Foreman atau Bernard Hopkins yang kembali bertarung dan menjadi juara dunia di usia 45 tahun dan 48 tahun, sepertinya Manny berjudi dengan nasibnya untuk mengulang apa yang dilakukan mereka.
Apakah akan terjadi kejutan Pacquiao mengalahkan Mario Barrios yang berusia 30 tahun dan akan menjadi salah satu juara dunia tertua seperti Foreman atau Hopkins?. Alangkah bijak jika Pacquiao tetap pensiun untuk melindungi kesehatannya, dan berharap Barrios akan menghadapi sesama pemegang gelar dan bukannya seorang legenda yang sudah tidak ada lagi.
Dia adalah seorang juara yang rentan dan dia tahu itu; jika dia tidak akan mempertahankan gelarnya melawan yang terbaik, dia harus dilucuti. Tim Pacquiao mungkin tidak menganggap Mario Barrios sebagai calon anggota Hall of Fame, namun Pacquiao di tahun 2010 bukanlah Pacquiao di tahun 2025.
Sementara meninggalnya George Foreman baru-baru ini mengingatkan kita bahwa keajaiban dalam tinju dapat terjadi, namun peluangnya tidak berpihak padanya, begitu juga dengan Father Time, dan juga dengan bentuk tubuh. Perlu juga ditelusuri pada titik mana WBC menganggap seorang petinju tidak layak mendapatkan kesempatan berdasarkan usia dan ketidakaktifan? Pada titik mana mereka tidak akan mengeluarkan tiket emas?
Pacquiao memiliki mental berbeda dengan petinju lainnya di usianya saat ini. Tak perlu diragukan lagi bahwa ia telah memiliki karier yang tak akan pernah bisa ditiru, dan tak ada lagi yang perlu dibuktikan.
Gelar juara 8 divisi menjadikannya sebagai satu-satunya petinju yang mencetak sejarah besar tersebut.Bila Pacquiao mencetak kemenangan atas Barrios, tidak hanya kejutan besar, tapi sejarah lain Pacman.
Apakah akan terjadi kejutan Pacquiao mengalahkan Mario Barrios yang berusia 30 tahun dan akan menjadi salah satu juara dunia tertua seperti Foreman atau Hopkins?. Alangkah bijak jika Pacquiao tetap pensiun untuk melindungi kesehatannya, dan berharap Barrios akan menghadapi sesama pemegang gelar dan bukannya seorang legenda yang sudah tidak ada lagi.
Dia adalah seorang juara yang rentan dan dia tahu itu; jika dia tidak akan mempertahankan gelarnya melawan yang terbaik, dia harus dilucuti. Tim Pacquiao mungkin tidak menganggap Mario Barrios sebagai calon anggota Hall of Fame, namun Pacquiao di tahun 2010 bukanlah Pacquiao di tahun 2025.
Sementara meninggalnya George Foreman baru-baru ini mengingatkan kita bahwa keajaiban dalam tinju dapat terjadi, namun peluangnya tidak berpihak padanya, begitu juga dengan Father Time, dan juga dengan bentuk tubuh. Perlu juga ditelusuri pada titik mana WBC menganggap seorang petinju tidak layak mendapatkan kesempatan berdasarkan usia dan ketidakaktifan? Pada titik mana mereka tidak akan mengeluarkan tiket emas?
Pacquiao memiliki mental berbeda dengan petinju lainnya di usianya saat ini. Tak perlu diragukan lagi bahwa ia telah memiliki karier yang tak akan pernah bisa ditiru, dan tak ada lagi yang perlu dibuktikan.
Gelar juara 8 divisi menjadikannya sebagai satu-satunya petinju yang mencetak sejarah besar tersebut.Bila Pacquiao mencetak kemenangan atas Barrios, tidak hanya kejutan besar, tapi sejarah lain Pacman.
Lihat Juga :