Supercomputer Opta Bocorkan Pemenang Final Liga Champions 2024/2025, PSG atau Inter Milan?
Sabtu, 31 Mei 2025 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Link Live Streaming Final Liga Champions! Keseruan PSG vs Inter di VISION+
Lebih istimewa lagi, jika PSG juara, Enrique akan menjadi pelatih kedua setelah Guardiola yang mampu meraih treble dengan dua tim yang berbeda. Sebuah pertanda baik bagi PSG? Saat Enrique meraih treble bersama Barca 10 tahun lalu, mereka mengalahkan tim Italia (Juventus) di final. Musim ini, PSG mencatatkan rekor impresif dengan 10 kemenangan dan 33 gol di kompetisi Eropa, terbanyak di antara kontestan lainnya.
Mereka juga mencatatkan rata-rata tembakan per pertandingan tertinggi (18,6) di Liga Champions sejak Opta mulai mencatat data ini pada musim 2003-2004.
Namun, Inter Milan bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Seperti yang mereka tunjukkan dalam kemenangan dramatis atas Barcelona di semifinal, Nerazzurri memiliki pertahanan solid yang sulit ditembus.
Keberhasilan Inter di Liga Champions musim ini dibangun di atas fondasi pertahanan yang kokoh. Mereka mencatatkan delapan clean sheet, terbanyak di antara tim lain, dan hanya kebobolan 11 gol, enam di antaranya terjadi di semifinal kontra Barca.
Kiper Yann Sommer menjadi salah satu kunci solidnya pertahanan Inter. Berdasarkan kualitas tembakan tepat sasaran yang dihadapi (xGOT), Sommer tercatat sebagai kiper yang paling banyak mencegah gol (+5,9). Ia juga memimpin daftar kiper dengan clean sheet terbanyak (tujuh) dan mencatatkan penyelamatan terbanyak ketiga (48), hanya kalah dari Thibaut Courtois (52) dan Emiliano MartÃnez (49).
Baca Juga: Malaysia Tolak Lawan Timnas Indonesia di Laga Uji Coba, Ada Apa?
Meskipun menghadapi tekanan dengan 214 tembakan ke arah gawangnya (tertinggi di turnamen), kualitas pertahanan Inter patut diacungi jempol. Catatan expected goals conceded (xGC) mereka yang hanya 17,3 menunjukkan bahwa mereka mampu membatasi lawan untuk menciptakan peluang berkualitas tinggi, dengan rata-rata xG per tembakan yang dihadapi hanya 0,08.
Lebih istimewa lagi, jika PSG juara, Enrique akan menjadi pelatih kedua setelah Guardiola yang mampu meraih treble dengan dua tim yang berbeda. Sebuah pertanda baik bagi PSG? Saat Enrique meraih treble bersama Barca 10 tahun lalu, mereka mengalahkan tim Italia (Juventus) di final. Musim ini, PSG mencatatkan rekor impresif dengan 10 kemenangan dan 33 gol di kompetisi Eropa, terbanyak di antara kontestan lainnya.
Mereka juga mencatatkan rata-rata tembakan per pertandingan tertinggi (18,6) di Liga Champions sejak Opta mulai mencatat data ini pada musim 2003-2004.
Inter: Benteng Kokoh dengan Kiper Kelas Dunia
Namun, Inter Milan bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Seperti yang mereka tunjukkan dalam kemenangan dramatis atas Barcelona di semifinal, Nerazzurri memiliki pertahanan solid yang sulit ditembus.
Keberhasilan Inter di Liga Champions musim ini dibangun di atas fondasi pertahanan yang kokoh. Mereka mencatatkan delapan clean sheet, terbanyak di antara tim lain, dan hanya kebobolan 11 gol, enam di antaranya terjadi di semifinal kontra Barca.
Kiper Yann Sommer menjadi salah satu kunci solidnya pertahanan Inter. Berdasarkan kualitas tembakan tepat sasaran yang dihadapi (xGOT), Sommer tercatat sebagai kiper yang paling banyak mencegah gol (+5,9). Ia juga memimpin daftar kiper dengan clean sheet terbanyak (tujuh) dan mencatatkan penyelamatan terbanyak ketiga (48), hanya kalah dari Thibaut Courtois (52) dan Emiliano MartÃnez (49).
Baca Juga: Malaysia Tolak Lawan Timnas Indonesia di Laga Uji Coba, Ada Apa?
Meskipun menghadapi tekanan dengan 214 tembakan ke arah gawangnya (tertinggi di turnamen), kualitas pertahanan Inter patut diacungi jempol. Catatan expected goals conceded (xGC) mereka yang hanya 17,3 menunjukkan bahwa mereka mampu membatasi lawan untuk menciptakan peluang berkualitas tinggi, dengan rata-rata xG per tembakan yang dihadapi hanya 0,08.
Lihat Juga :