Menanti Konsistensi Timnas Saat Hadapi Kroasia
Selasa, 08 September 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, pelatih Shin Tae-yong harus segera membenahi fisik pemainnya agar bisa tampil lebih baik saat melawan Kroasia. Minimal bisa mencari formulasi untuk meredam agresivitas skuad besutan Josip Simunic tersebut. Bisa menahan imbang Kroasia atau mampu mencetak gol akan memengaruhi moral bermain timnas.
Apalagi tuan rumah bukan tanpa kelemahan. Meski menyapu bersih dua pertandingan pertama International U-19 Friendly Tournament 2020, Kroasia bisa dibilang rapuh pada sektor pertahanan. Buktinya, mereka sudah kebobolan lima gol dari masing-masing dua saat melawan Bulgaria dan tiga saat menghadapi Arab Saudi. Kelemahan ini bisa dimanfaatkan Shin Tae-yong untuk menguji ketajaman penyerangnya yang dimotori Witan Sulaeman notabene menjadi satu-satunya pemain yang berpengalaman di Eropa. Apalagi dalam pertandingan melawan Bulgaria, belum terlihat strategi maupun pola penyerangan yang diusung pelatih asal Korea Selatan itu.
Sebelumnya, Shin Tae-yong juga mengaku tidak mempermasalahkan hasil pertandingan pertama International U-19 Friendly Tournament 2020. Alasannya, tim masih berproses dengan materi latihan intensitas tinggi selama berada di Kroasia. (Lihat videonya: Inilah Kriteria Wanita Muslimah yang Dirindukan Surga)
“Hasil pertandingan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami tidak masalah bagi meski harus kalah. Para pemain sudah menunjukkan kerja kerasnya di pertandingan ini,” katanya.
Seperti diketahui, partisipasi timnas U-19 dalam turnamen di Kroasia merupakan tahapan dari persiapan menghadapi putaran final Piala Asia di Uzbekistan pada Oktober mendatang. Selain Bulgaria, Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Kroasia. (Abriandi)
Apalagi tuan rumah bukan tanpa kelemahan. Meski menyapu bersih dua pertandingan pertama International U-19 Friendly Tournament 2020, Kroasia bisa dibilang rapuh pada sektor pertahanan. Buktinya, mereka sudah kebobolan lima gol dari masing-masing dua saat melawan Bulgaria dan tiga saat menghadapi Arab Saudi. Kelemahan ini bisa dimanfaatkan Shin Tae-yong untuk menguji ketajaman penyerangnya yang dimotori Witan Sulaeman notabene menjadi satu-satunya pemain yang berpengalaman di Eropa. Apalagi dalam pertandingan melawan Bulgaria, belum terlihat strategi maupun pola penyerangan yang diusung pelatih asal Korea Selatan itu.
Sebelumnya, Shin Tae-yong juga mengaku tidak mempermasalahkan hasil pertandingan pertama International U-19 Friendly Tournament 2020. Alasannya, tim masih berproses dengan materi latihan intensitas tinggi selama berada di Kroasia. (Lihat videonya: Inilah Kriteria Wanita Muslimah yang Dirindukan Surga)
“Hasil pertandingan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami tidak masalah bagi meski harus kalah. Para pemain sudah menunjukkan kerja kerasnya di pertandingan ini,” katanya.
Seperti diketahui, partisipasi timnas U-19 dalam turnamen di Kroasia merupakan tahapan dari persiapan menghadapi putaran final Piala Asia di Uzbekistan pada Oktober mendatang. Selain Bulgaria, Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Kroasia. (Abriandi)
(ysw)
Lihat Juga :