POBSI Kota Bandung Dorong Citra Positif Biliar Lewat Turnamen Nasional, Jaring Atlet Muda Potensial
Selasa, 17 Juni 2025 - 15:57 WIB
loading...
Perhelatan POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) Pool Circuit Seri III 2025 resmi dibuka di Pitpool Biliar, Jalan Sumatera, Braga, Kota Bandung pada Senin, 16 Juni 2025. Foto Agi MPI
A
A
A
BANDUNG - Ketua POBSI Kota Bandung, Agus Sujadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan POBSI Pool Circuit Seri III 2025 di Kota Bandung. Turnamen berskala nasional ini dinilai sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mengembangkan industri olahraga.
“Saya sebagai Ketua POBSI Kota Bandung sangat berterima kasih kepada pengurus pusat yang telah mengadakan event ini di Bandung. Saya sangat apresiasi karena program di Kota Bandung juga tengah mengembangkan sport industry, olahraga yang menghasilkan industri,” ujar Agus saat ditemui di Pitpool Billiard, Jalan Sumatera, Braga, Kota Bandung, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, event nasional seperti ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Kedatangan atlet dari berbagai daerah membantu menghidupkan sektor perhotelan dan kuliner, yang menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata olahraga di Kota Bandung.
“Jadi dengan adanya kegiatan nasional atau internasional, atlet berdatangan, dan itu berdampak langsung pada hotel dan kuliner. Ini memang salah satu program Pemkot Bandung juga,” ungkapnya.
Namun, Agus tidak menampik bahwa Bandung masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan atlet biliar kategoripool. Meski demikian, Bandung tetap memiliki keunggulan di cabangcaromdansnooker.
“Kalau untuk full, kita terus terang masih kurang. Tapi kita punya andalan di carom dan snooker,” jelasnya.
Agus juga menyoroti peningkatan infrastruktur olahraga biliar di Kota Bandung. Saat ini, menurutnya, sudah ada sejumlah rumah biliar yang memenuhi standar nasional.
“Pitpool ini sudah memenuhi kriteria nasional. Dari 43 rumah biliar di Bandung, sekitar 5 persen sudah bisa mengadakan kegiatan setingkat nasional,” ujarnya.
Ia mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah rumah biliar dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu cuma delapan, sekarang hampir 40 rumah biliar. Ini menunjukkan peningkatan minat dan juga dukungan terhadap olahraga ini,” tambahnya.
Agus pun menyambut baik pergeseran citra biliar di masyarakat yang sebelumnya kerap dikaitkan dengan dunia malam.
“Alhamdulillah sekarang citranya sudah mulai bergeser karena biliar sudah menghasilkan banyak prestasi, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat,” tuturnya.
“Saya sebagai Ketua POBSI Kota Bandung sangat berterima kasih kepada pengurus pusat yang telah mengadakan event ini di Bandung. Saya sangat apresiasi karena program di Kota Bandung juga tengah mengembangkan sport industry, olahraga yang menghasilkan industri,” ujar Agus saat ditemui di Pitpool Billiard, Jalan Sumatera, Braga, Kota Bandung, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, event nasional seperti ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Kedatangan atlet dari berbagai daerah membantu menghidupkan sektor perhotelan dan kuliner, yang menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata olahraga di Kota Bandung.
“Jadi dengan adanya kegiatan nasional atau internasional, atlet berdatangan, dan itu berdampak langsung pada hotel dan kuliner. Ini memang salah satu program Pemkot Bandung juga,” ungkapnya.
Namun, Agus tidak menampik bahwa Bandung masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan atlet biliar kategoripool. Meski demikian, Bandung tetap memiliki keunggulan di cabangcaromdansnooker.
“Kalau untuk full, kita terus terang masih kurang. Tapi kita punya andalan di carom dan snooker,” jelasnya.
Agus juga menyoroti peningkatan infrastruktur olahraga biliar di Kota Bandung. Saat ini, menurutnya, sudah ada sejumlah rumah biliar yang memenuhi standar nasional.
“Pitpool ini sudah memenuhi kriteria nasional. Dari 43 rumah biliar di Bandung, sekitar 5 persen sudah bisa mengadakan kegiatan setingkat nasional,” ujarnya.
Ia mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah rumah biliar dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu cuma delapan, sekarang hampir 40 rumah biliar. Ini menunjukkan peningkatan minat dan juga dukungan terhadap olahraga ini,” tambahnya.
Agus pun menyambut baik pergeseran citra biliar di masyarakat yang sebelumnya kerap dikaitkan dengan dunia malam.
“Alhamdulillah sekarang citranya sudah mulai bergeser karena biliar sudah menghasilkan banyak prestasi, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat,” tuturnya.
(sto)
Lihat Juga :