Peserta Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 Cetak Rekor Tertinggi
Minggu, 29 Juni 2025 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa event ini merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap panahan. Yoppy menekankan pentingnya pemassalan olahraga secara berkesinambungan untuk menjaga ekosistem dan meningkatkan prestasi.
"Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain dapat memotivasi para atlet junior, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat," kata Yoppy.
Yoppy berharap upaya konsisten ini akan melahirkan bibit-bibit atlet kelas dunia dan suatu hari nanti membawa pulang medali emas Olimpiade, melanjutkan jejak sejarah perak di Olimpiade Seoul 1988 oleh tiga srikandi legendaris: Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. Pihaknya juga berkomitmen mendukung promosi sport tourism di Kudus dengan menghadirkan berbagai turnamen nasional, mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan.
Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mempertandingkan tiga nomor Utama, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Peserta dibagi berdasarkan kelompok usia: U-13, U-15, dan U-18, dengan tambahan kategori U-10 khusus untuk Divisi Nasional.
Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dengan 80 atlet junior, diikuti DKI Jakarta (79 atlet) dan Jawa Barat (77 atlet). Total 321 medali (107 emas, 107 perak, 107 perunggu) akan diperebutkan melalui babak kualifikasi hingga eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. Sistem penilaian mengadopsi standar federasi panahan dunia, dengan set system untuk Divisi Recurve dan Nasional (pemanah pertama mencapai 6 poin dinyatakan pemenang), serta akumulasi skor untuk Divisi Compound (skor tertinggi menjadi pemenang).
Kejurnas Panahan Junior terus berkembang setiap tahun, dari Yogyakarta (2022), Jawa Barat (2023), Batam (2024), hingga kini di Kudus. Perpani juga terus berinovasi, memperluas kategori usia dari U-15 dan U-18 di tahun 2023, menambahkan U-13 di tahun lalu, hingga kini menyertakan kategori U-10 untuk mengakomodasi lebih banyak bakat muda Tanah Air. Mampukah para pemanah muda ini mengukir prestasi gemilang dan menjadi penerus srikandi dan panahan Indonesia di kancah dunia?
"Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain dapat memotivasi para atlet junior, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat," kata Yoppy.
Yoppy berharap upaya konsisten ini akan melahirkan bibit-bibit atlet kelas dunia dan suatu hari nanti membawa pulang medali emas Olimpiade, melanjutkan jejak sejarah perak di Olimpiade Seoul 1988 oleh tiga srikandi legendaris: Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. Pihaknya juga berkomitmen mendukung promosi sport tourism di Kudus dengan menghadirkan berbagai turnamen nasional, mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan.
Pertarungan Sengit di Tiga Divisi, Total 321 Medali Menanti!
Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mempertandingkan tiga nomor Utama, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Peserta dibagi berdasarkan kelompok usia: U-13, U-15, dan U-18, dengan tambahan kategori U-10 khusus untuk Divisi Nasional.
Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dengan 80 atlet junior, diikuti DKI Jakarta (79 atlet) dan Jawa Barat (77 atlet). Total 321 medali (107 emas, 107 perak, 107 perunggu) akan diperebutkan melalui babak kualifikasi hingga eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. Sistem penilaian mengadopsi standar federasi panahan dunia, dengan set system untuk Divisi Recurve dan Nasional (pemanah pertama mencapai 6 poin dinyatakan pemenang), serta akumulasi skor untuk Divisi Compound (skor tertinggi menjadi pemenang).
Kejurnas Panahan Junior terus berkembang setiap tahun, dari Yogyakarta (2022), Jawa Barat (2023), Batam (2024), hingga kini di Kudus. Perpani juga terus berinovasi, memperluas kategori usia dari U-15 dan U-18 di tahun 2023, menambahkan U-13 di tahun lalu, hingga kini menyertakan kategori U-10 untuk mengakomodasi lebih banyak bakat muda Tanah Air. Mampukah para pemanah muda ini mengukir prestasi gemilang dan menjadi penerus srikandi dan panahan Indonesia di kancah dunia?
(yov)
Lihat Juga :