Menakar Musim Baru Liga Primer
Rabu, 09 September 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Masa transisi juga dialami MU, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Paling aneh adalah Tottenham. Menyambut musim sebagai finalis Liga Champions, penampilan The Lilywhites benar-benar mengecewakan. Jika biasanya mereka bisa menjadi benalu dalam persaingan gelar, justru sekarang berantakan dan sempat terlempar dari 10 besar klasemen sementara Liga Primer .
Jose Mourinho kemudian datang menggantikan Mauricio Pochettino, tapi terlambat karena mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid itu hanya bisa membawa Tottenham ke urutan keenam untuk lolos Liga Europa. Sementara Chelsea harus berhadapan dengan pelatih minim pengalaman pada sosok Frank Lampard dan embargo belanja, Arsenal baru beradaptasi dengan Mikel Arteta, dan MU juga baru panas setelah pertengahan musim.
Sekarang, situasi berbeda. Ole Gunnar Solskjaer seperti sudah menemukan cara memaksimalkan skuad yang dimiliki. Ini terlihat dari penampilan apik mereka menjelang musim berakhir dan sukses menyodok ke urutan ketiga serta melangkah ke perempat final Liga Europa.
Arsenal bersama Arteta juga memiliki modal dengan dua gelar yang diberikan: Piala FA serta Community Shield. Piala FA menyingkirkan Chelsea, sedangkan Community Shield menundukkan Liverpool. Chelsea juga terlihat serius dalam perburuan gelar.
Pemilik The Blues Roman Abramovich memberikan modal belanja pemain sebesar 250 juta euro untuk Lampard masuk dalam perburuan gelar. Musim lalu, meski menempati urutan keempat, jarak poin Chelsea dengan Liverpool sangat jauh: 33 poin. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Jangan diabaikan juga kemungkinan kejutan tim promosi Leeds United di bawah Marcelo Bielsa yang akan menjadi lawan perdana Liverpool. “Kami harus memastikan sekarang kami bersiap pertandingan pertama melawan Leeds karena itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Leeds memiliki gaya permainan yang spesifik,” kata juergen Klopp, dikutip metro.co.
Jose Mourinho kemudian datang menggantikan Mauricio Pochettino, tapi terlambat karena mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid itu hanya bisa membawa Tottenham ke urutan keenam untuk lolos Liga Europa. Sementara Chelsea harus berhadapan dengan pelatih minim pengalaman pada sosok Frank Lampard dan embargo belanja, Arsenal baru beradaptasi dengan Mikel Arteta, dan MU juga baru panas setelah pertengahan musim.
Sekarang, situasi berbeda. Ole Gunnar Solskjaer seperti sudah menemukan cara memaksimalkan skuad yang dimiliki. Ini terlihat dari penampilan apik mereka menjelang musim berakhir dan sukses menyodok ke urutan ketiga serta melangkah ke perempat final Liga Europa.
Arsenal bersama Arteta juga memiliki modal dengan dua gelar yang diberikan: Piala FA serta Community Shield. Piala FA menyingkirkan Chelsea, sedangkan Community Shield menundukkan Liverpool. Chelsea juga terlihat serius dalam perburuan gelar.
Pemilik The Blues Roman Abramovich memberikan modal belanja pemain sebesar 250 juta euro untuk Lampard masuk dalam perburuan gelar. Musim lalu, meski menempati urutan keempat, jarak poin Chelsea dengan Liverpool sangat jauh: 33 poin. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Jangan diabaikan juga kemungkinan kejutan tim promosi Leeds United di bawah Marcelo Bielsa yang akan menjadi lawan perdana Liverpool. “Kami harus memastikan sekarang kami bersiap pertandingan pertama melawan Leeds karena itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Leeds memiliki gaya permainan yang spesifik,” kata juergen Klopp, dikutip metro.co.
Lihat Juga :