Pembinaan Klub Ujung Tombak Prestasi Indonesia
Rabu, 09 September 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Melalui proses seleksi yang dijalankan PB Djarum tersebut, klub bulu tangkis yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, ini telah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat dunia dan mengharumkan nama bangsa. Saat ini PB Djarum membina 216 atlet, dengan 39 orang di antaranya sudah bergabung bersama Pelatnas PBSI.
Meski begitu, Yoppy sangat berharap klub-klub kecil juga bisa berkembang dalam menghasilkan atlet berpestasi untuk Indonesia. Pasalnya, pebulu tangkis dari PB Djarum, Jayaraya, Exist, Mutiara Cardinal, dan beberapa klub besar lainnya, masih mendominasi Pelatnas PP PBSI.
Sementara itu, Manajer PB Djarum Fung Permadi mengatakan, butuh perjuangan ekstra dalam menghasilkan atlet berprestasi untuk Indonesia. Sebab, dari ratusan atlet yang sudah dibinanya, justru lebih banyak atlet yang gagal dibandingkan meraih kesukesan. (Baca juga: Kemendikbud Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah karena Covid-19)
Namun, pembinaan menghadapi sedikit hambatan dalam beberapa bulan terakhir. Akibat pandemi virus korona (Covid-19), programnya menjadi sedikit terhambat. Akan tetapi, dia tetap meminta para pemainnya melakukan kegiatan dan latihan seperti biasa.
“Dengan adanya pandemi, kita alihkan atlet-atlet ganda berlatih bersama-sama di Kudus supaya kita bisa mengawasi, lebih terkontrol keseharian mereka sesuai dengan protokol kesehatan. Sementara latihan, pada awal pandemi ada penyesuaian, setelah 2-3 bisa berlatih normal kembali,” ungkapnya.
Meski begitu, Yoppy sangat berharap klub-klub kecil juga bisa berkembang dalam menghasilkan atlet berpestasi untuk Indonesia. Pasalnya, pebulu tangkis dari PB Djarum, Jayaraya, Exist, Mutiara Cardinal, dan beberapa klub besar lainnya, masih mendominasi Pelatnas PP PBSI.
Sementara itu, Manajer PB Djarum Fung Permadi mengatakan, butuh perjuangan ekstra dalam menghasilkan atlet berprestasi untuk Indonesia. Sebab, dari ratusan atlet yang sudah dibinanya, justru lebih banyak atlet yang gagal dibandingkan meraih kesukesan. (Baca juga: Kemendikbud Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah karena Covid-19)
Namun, pembinaan menghadapi sedikit hambatan dalam beberapa bulan terakhir. Akibat pandemi virus korona (Covid-19), programnya menjadi sedikit terhambat. Akan tetapi, dia tetap meminta para pemainnya melakukan kegiatan dan latihan seperti biasa.
“Dengan adanya pandemi, kita alihkan atlet-atlet ganda berlatih bersama-sama di Kudus supaya kita bisa mengawasi, lebih terkontrol keseharian mereka sesuai dengan protokol kesehatan. Sementara latihan, pada awal pandemi ada penyesuaian, setelah 2-3 bisa berlatih normal kembali,” ungkapnya.
Lihat Juga :