Jawa Tengah Dominasi Archery Challenge Kejurnas Junior 2025: Sabet Juara Umum 4 Kali Beruntun!
Minggu, 06 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
Kontingen Jawa Tengah kembali menunjukkan dominasinya di kancah panahan junior nasional / Foto: Ist
A
A
A
Kontingen Jawa Tengah kembali menunjukkan dominasinya di kancah panahan junior nasional. Dalam turnamen MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025, tim tuan rumah sukses mengunci gelar juara umum untuk kali keempat secara beruntun.
Prestasi gemilang ini diraih setelah persaingan ketat selama delapan hari, sejak 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 80 atlet muda panahan dari Jawa Tengah tampil perkasa, membawa pulang total 32 medali emas, 22 perak, dan 25 perunggu.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif mereka yang sebelumnya juga menjadi juara umum di Yogyakarta (2022), Bogor (2023), dan Batam (2024). Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menyampaikan selamat atas keberhasilan Jawa Tengah.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Klub Voli Turki Manisa BBSK
Menurutnya, potensi atlet panahan muda di Jawa Tengah sangat menjanjikan berkat banyaknya turnamen yang diselenggarakan. Namun, Razak juga menyoroti perlunya lebih banyak wadah kompetisi bagi atlet-atlet dari luar Pulau Jawa untuk mengasah kemampuan mereka.
"Panahan adalah salah satu cabang olahraga prioritas pemerintah Indonesia. Kami di PB Perpani akan semaksimal mungkin memanfaatkan kepercayaan ini untuk meningkatkan kualitas SDM dan turnamen di pusat maupun daerah. Jika tidak diasah, prestasi atlet muda bisa terhambat," tegas Razak dalam keterangan persnya, Sabtu (6/7/2025).
Senada dengan itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan turnamen yang diikuti oleh 876 atlet muda panahan ini. "Kami mendukung langkah PB Perpani menggelar turnamen level nasional yang memberikan panggung bagi atlet muda untuk berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia hingga level internasional," ujar Yoppy.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Menikah, Air Mata Haru Selimuti Akad Nikah
Yoppy juga menekankan pentingnya menjaga ekosistem panahan dengan memassalkan olahraga ini sejak usia dini demi keberlanjutan regenerasi atlet. Sementara itu, Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, mengungkapkan bahwa gelar juara umum keempat ini bukanlah hal yang mudah.
"Ini berkat kegigihan seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga orang tua," beber Martin.
Martin juga menekankan pentingnya menanamkan kekompakan dan kepercayaan dalam tim, selain strategi permainan, agar atlet bisa tampil maksimal. "Gelar juara umum keempat ini adalah suatu kebanggaan."
"Mereka adalah atlet terbaik dari seleksi ketat tingkat provinsi, datang dengan kualitas dan kapasitas atlet yang tahan banting serta mampu bersaing," kata Martin, yang juga berharap para atlet tidak cepat berpuas diri dan menjadikan trofi ini sebagai pelecut semangat untuk menjadi lebih baik.
2. Jawa Barat: 58 Medali (18 emas, 19 perak, dan 21 perunggu)
3. DKI Jakarta: 54 Medali (18 emas, 17 perak, dan 19 perunggu)
4. Kalimantan Timur: 28 Medali (7 emas, 11 perak, dan 10 perunggu)
5. Kepulauan Riau: 17 Medali (7 emas, 7 perak, dan 3 perunggu)
6. Yogyakarta: 22 Medali (5 emas, 9 perak, dan 8 perunggu)
Prestasi gemilang ini diraih setelah persaingan ketat selama delapan hari, sejak 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 80 atlet muda panahan dari Jawa Tengah tampil perkasa, membawa pulang total 32 medali emas, 22 perak, dan 25 perunggu.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif mereka yang sebelumnya juga menjadi juara umum di Yogyakarta (2022), Bogor (2023), dan Batam (2024). Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menyampaikan selamat atas keberhasilan Jawa Tengah.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Klub Voli Turki Manisa BBSK
Menurutnya, potensi atlet panahan muda di Jawa Tengah sangat menjanjikan berkat banyaknya turnamen yang diselenggarakan. Namun, Razak juga menyoroti perlunya lebih banyak wadah kompetisi bagi atlet-atlet dari luar Pulau Jawa untuk mengasah kemampuan mereka.
"Panahan adalah salah satu cabang olahraga prioritas pemerintah Indonesia. Kami di PB Perpani akan semaksimal mungkin memanfaatkan kepercayaan ini untuk meningkatkan kualitas SDM dan turnamen di pusat maupun daerah. Jika tidak diasah, prestasi atlet muda bisa terhambat," tegas Razak dalam keterangan persnya, Sabtu (6/7/2025).
Senada dengan itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan turnamen yang diikuti oleh 876 atlet muda panahan ini. "Kami mendukung langkah PB Perpani menggelar turnamen level nasional yang memberikan panggung bagi atlet muda untuk berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia hingga level internasional," ujar Yoppy.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Menikah, Air Mata Haru Selimuti Akad Nikah
Yoppy juga menekankan pentingnya menjaga ekosistem panahan dengan memassalkan olahraga ini sejak usia dini demi keberlanjutan regenerasi atlet. Sementara itu, Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, mengungkapkan bahwa gelar juara umum keempat ini bukanlah hal yang mudah.
"Ini berkat kegigihan seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga orang tua," beber Martin.
Martin juga menekankan pentingnya menanamkan kekompakan dan kepercayaan dalam tim, selain strategi permainan, agar atlet bisa tampil maksimal. "Gelar juara umum keempat ini adalah suatu kebanggaan."
"Mereka adalah atlet terbaik dari seleksi ketat tingkat provinsi, datang dengan kualitas dan kapasitas atlet yang tahan banting serta mampu bersaing," kata Martin, yang juga berharap para atlet tidak cepat berpuas diri dan menjadikan trofi ini sebagai pelecut semangat untuk menjadi lebih baik.
Daftar Pemenang Archery Challenge Kejuaraan Nasional Junior 2025:
1. Jawa Tengah: 79 Medali (32 emas, 22 perak, dan 25 perunggu)2. Jawa Barat: 58 Medali (18 emas, 19 perak, dan 21 perunggu)
3. DKI Jakarta: 54 Medali (18 emas, 17 perak, dan 19 perunggu)
4. Kalimantan Timur: 28 Medali (7 emas, 11 perak, dan 10 perunggu)
5. Kepulauan Riau: 17 Medali (7 emas, 7 perak, dan 3 perunggu)
6. Yogyakarta: 22 Medali (5 emas, 9 perak, dan 8 perunggu)
(yov)
Lihat Juga :