Mengenal Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia

Rabu, 09 Juli 2025 - 08:49 WIB
loading...
Mengenal Pacu Jalur,...
Mengenal Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia. Foto/Wonderful Indonesia.
A A A
Pacu Jalur, olahraga tradisional khas Riau, tengah menjadi sorotan dunia. Tradisi balap perahu yang rutin digelar di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, ini mendadak viral usai video seorang bocah penari di ujung perahu mengguncang media sosial. Bahkan sejumlah atlet dan klub dunia seperti Neymar, Travis Kelce, hingga tim Formula 1 ikut merespons tren ini dengan gaya khas aura farming ala pacu jalur.

Pacu Jalur bukan sekadar lomba dayung. Ia adalah perpaduan antara olahraga, tradisi, spiritualitas, dan seni pertunjukan yang telah hidup sejak abad ke-17. Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat Melayu di pesisir Sungai Kuantan yang menggunakan perahu sebagai alat transportasi dan pengangkut hasil bumi. Kini, pacu jalur berkembang menjadi festival budaya dan olahraga yang sarat makna.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Riau, Provinsi yang Populerkan Pacu Jalur

Sejak 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pacu jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Perlombaan ini rutin digelar setiap Agustus sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, meneruskan tradisi dari masa kolonial Belanda yang semula digelar untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Yang membuat pacu jalur begitu menarik bukan hanya persaingan ketat antar perahu, tapi juga estetika dan nilai budaya yang dikandungnya. Pembuatan perahu atau “jalur” diawali dengan ritual adat, mulai dari penebangan kayu di hutan hingga prosesi spiritual yang melibatkan tokoh kampung. Proses pembuatannya dilakukan gotong royong dan dipenuhi simbol adat.

Satu perahu pacu jalur bisa mencapai panjang puluhan meter dan ditumpangi 50–60 pendayung. Mereka dibantu oleh sejumlah figur penting: tukang pinggang sebagai juru mudi, tukang concang yang memberi aba-aba, serta sang bintang utama: anak coki—penari cilik di ujung perahu yang menari saat perahunya memimpin lomba.

Salah satu anak coki yang viral adalah Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun dari Kuantan Singingi. Gaya menarinya yang atraktif membuatnya dikenal luas, bahkan menjadi inspirasi selebrasi sejumlah atlet dunia. Klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG) mengunggah gaya selebrasi Bradley Barcola dengan sentuhan pacu jalur, diikuti atlet NFL Travis Kelce hingga pembalap F1 Fernando Alonso.

Viralitas pacu jalur membuka peluang besar bagi pariwisata budaya Indonesia. China telah lebih dahulu menjadikan balap perahu tradisionalnya, Dragon Boat Festival, sebagai hari libur nasional dan destinasi wisata andalan. Indonesia pun bisa mengarah ke sana—dengan pacu jalur sebagai ikon budaya air dari Riau.

Namun, agar tak sekadar viral sesaat, pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera bertindak. Infrastruktur menuju lokasi perlu dibenahi, fasilitas penonton dan atlet ditingkatkan, kebersihan dijaga, serta promosi ditata secara profesional. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif sangat dibutuhkan.

Festival pacu jalur bukan hanya tontonan. Ia bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah, ajang pelestarian budaya, dan etalase warisan Indonesia ke dunia. Tapi semua itu hanya bisa terwujud jika dikelola secara berkelanjutan dan bebas dari politisasi.

Jika dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin suatu hari nanti pacu jalur akan disaksikan di level internasional, bahkan dijadikan ajang olahraga air resmi seperti rowing atau dragon boat. Indonesia punya potensi, tinggal bagaimana merawatnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-6 PORDI, Kemenpora...
HUT ke-6 PORDI, Kemenpora Sebut Domino Berpeluang Diakui Nasional dan ASEAN
HGI dan PORDI Sukses...
HGI dan PORDI Sukses Selenggarakan Turnamen Domino Digital Perdana
Apakah Pacu Jalur Termasuk...
Apakah Pacu Jalur Termasuk Olahraga?
Olahraga Viral, La Padel...
Olahraga Viral, La Padel Bangun 45 Lapangan Padel di Jabodetabek
Sulawesi Tengah Resmi...
Sulawesi Tengah Resmi Jadi Tuan Rumah FORNAS IX 2027
FORNAS VIII NTB 2025...
FORNAS VIII NTB 2025 Ditutup Wapres Gibran, Cetak Sejarah dan Ukir Prestasi Gemilang!
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Special Bola
Pamit dari Persib Bandung...
Liga Indonesia
Pamit dari Persib Bandung demi Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Tulis Pesan Menyentuh
Rekor Gol Piala Dunia...
Bola Dunia
Rekor Gol Piala Dunia Lionel Messi Diklaim Tidak Sah oleh Peter Schmeichel
Kisah Sedih Jeremy Doku,...
Bola Dunia
Kisah Sedih Jeremy Doku, Pemain Belgia yang Dikritik karena Ingin Tinggalkan Piala Dunia 2026 demi Kelahiran Anak Pertama
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved