Petinju Tak Terkalahkan Diego Pacheco Perpanjang Rekor 24-0
Minggu, 20 Juli 2025 - 10:01 WIB
loading...
Petinju Tak Terkalahkan Diego Pacheco Perpanjang Rekor 24-0/Matchroom Boxing/Boxing Scene
A
A
A
Petinju tak terkalahkan Diego Pacheco memperpanjang rekor menang menjadi 24-0 setelah menghabisi Trevor McCumby dengan angka mutlak. Sebuah pertandingan yang di atas kertas menjanjikan lebih banyak aksi, tidak begitu terjadi pada kenyataannya, saat Diego Pacheco menang angka mutlak 12 ronde atas Trevor McCumby di Ford Center di The Star, fasilitas latihan NFL Dallas Cowboys di Frisco, Texas, Minggu (20/7/2025) pagi WIB.
Diego Pacheco menang angka mutlak dengan skor dari tim juri 120-108, 119-109 dan 119-109 dalam laga yang disiarkan DAZN ini. Pacheco-McCumby menjadi pendukung utama dalam laga penyatuan gelar juara dunia kelas bantam junior WBC/WBO antara Jesse “Bam” Rodriguez-Phumelele Cafu.
McCumby menyarangkan jab-nya sejak awal, sementara Pacheco berlaga di ronde pembuka dengan kecepatan yang terukur. Jab panjang Pacheco mulai menemukan sasarannya sejak ronde kedua, yang membuat McCumby harus melakukan penyesuaian pertahanan. Pacheco menjaga jarak saat bel berbunyi pada detik ke-10, dimana McCumby masuk dengan pukulan kanan dan hook kiri.
Baca Juga: Hook Kiri Oleksandr Usyk KO Daniel Dubois, Juara Tak Terbantahkan
Waktu pun berakhir pada ronde kedua. Sebuah pukulan kanan dari McCumby menemukan sasarannya, walau bersamaan dengan sebuah benturan kepala, yang menyebabkan luka di antara mata kiri dan hidungnya.
Yel-yel yang mendukung kedua petarung terdengar dari sisi berlawanan pada ronde ketiga. Teriakan “Mc-Cum-by” dengan cepat dibalas oleh para pendukung Pacheco, walau tidak banyak memicu aksi lanjutan di dalam ring. McCumby bangkit dan mendaratkan sebuah jab keras ke arah tubuh.
Pacheco dengan cepat merespons dengan pukulan ke arah atas, saat darah mengalir dari luka McCumby. Kedua petarung saling bertukar serangan dengan jab mereka sebelum Pacheco mendaratkan percobaan kedua dengan jabnya. McCumby mengayunkan tinju kirinya, namun ia terbuka untuk menerima hook kiri Pacheco.
McCumby menikmati momen terbaiknya dalam laga ini dengan sebuah pukulan kanan ke arah Pacheco yang tidak menaruh curiga, 1 menit memasuki ronde keempat. Pacheco menepis pukulan tersebut namun tidak berada dalam posisi yang tepat untuk membalas. Kedua petinju saling menjangkau dengan tinju kiri sebelum McCumby menyambungkan sebuah jab keras.
Pacheco maju, namun terpaksa mundur saat McCumby melontarkan kombinasi. Pacheco menyambungkan sebuah kombinasi tiga pukulan ke arah atas, namun McCumby mampu mengumpulkan ketenangannya dan merespon dengan pukulan kanan sebelum bel berbunyi.
Jab Pacheco terus mengendalikan jarak dan (kurangnya) aksi pada ronde kedelapan. Keefektifan awal McCumby untuk masuk ke dalam jarak serang tidak lagi terlihat. Saat McCumby gagal menyarangkan serangan seperti itu pada ronde kedelapan, Pacheco mengakhiri ronde ini dengan sebuah pukulan kanan dan uppercut pendek, yang nampaknya tak menggoyahkan lawannya - namun cukup untuk memberi poin bagi para juri.
McCumby melontarkan sebuah pukulan kanan yang mendarat di pundak Pacheco - bukan sebuah pukulan yang berbuah poin, namun setidaknya dapat dirasakan oleh penantang tak terkalahkan ini. Pacheco mengais dengan jab-nya untuk mempersiapkan pukulan kanannya, namun McCumby tidak menggigit. Lebih banyak cemoohan datang dari para penonton; tidak ada satupun dari kedua petarung yang merespon. Pacheco menyarangkan jab ke arah tubuh, dan McCumby membalas dengan tinju kanan.
Sebuah kombinasi dari Pacheco di atas kanvas membuat McCumby kehilangan fokus sejenak, yang mengira bunyi genta selama 10 detik sebagai bel. Pacheco melompat ke arahnya di tali ring, namun ia tidak dapat memanfaatkan momen tersebut dengan baik.
Rasa urgensi yang dramatis kemudian terlihat dari sudut McCumby, saat ia didesak untuk melepaskan tangannya pada ronde ke-11. McCumby berusaha memenuhi permintaan tersebut, namun ia terkena jab cepat dari Pacheco. Pacheco mendaratkan sebuah kombinasi, yang dibalas oleh McCumby dengan sebuah pukulan kanan ke arah atas. McCumby mengitari ring untuk menarik Pacheco yang bergerak maju, namun ia gagal dengan sebuah hook kiri dalam 10 detik terakhir.
Baca Juga: Menang Lagi Lawan Dubois, Oleksandr Usyk Kantongi Rp2,16 Triliun!
Pacheco menyerang dengan jab-nya untuk memulai ronde ke-12 dan terakhir. McCumby kembali berdiri, namun ia berhenti untuk menerima pukulan ganda di sisi kirinya. Tidak ada pukulan yang mengenai sasaran, namun McCumby mampu menebusnya dengan sebuah pukulan kanan yang mengenai Pacheco dan memaksanya masuk ke dalam posisi clinch. Pacheco menghindari jab McCumby yang menjangkau dan menyarangkan pukulan kanannya.
Waktu menunjukkan 21 detik tersisa untuk satu pemeriksaan terakhir atas luka McCumby. Aksi kembali berlanjut, namun McCumby tak dapat mendaratkan serangan untuk menghapus defisit angka.
Pacheco membawa rekornya menjadi 24-0 (18 KO) dengan kemenangan ini, yang merupakan kemenangan kedua beruntun dalam 12 ronde di tahun ini. Ia mengatasi tantangan keras dari Steve Nelson yang belum terkalahkan untuk mengalahkan petinju asal Nebraska itu awal tahun ini.
McCumby, 28-2 (23 KO), kini telah menderita dua kekalahan beruntun. Ia tampil jauh lebih baik saat kalah KO pada ronde kesembilan atas Caleb Plant, yang mampu ia jatuhkan pada ronde keempat sebelum akhirnya menyerah dalam perebutan gelar interim WBA.
Dengan kemenangan ini, Pacheco tetap berada dalam perburuan setidaknya untuk meraih gelar juara kelas menengah super. Matchroom Boxing mengatakan kepada BoxingScene bahwa rencananya adalah mengajukan petisi kepada WBO, di mana Pacheco adalah penantang No. 1 dan dengan harapan dapat dinobatkan sebagai penantang wajib.
Diego Pacheco menang angka mutlak dengan skor dari tim juri 120-108, 119-109 dan 119-109 dalam laga yang disiarkan DAZN ini. Pacheco-McCumby menjadi pendukung utama dalam laga penyatuan gelar juara dunia kelas bantam junior WBC/WBO antara Jesse “Bam” Rodriguez-Phumelele Cafu.
McCumby menyarangkan jab-nya sejak awal, sementara Pacheco berlaga di ronde pembuka dengan kecepatan yang terukur. Jab panjang Pacheco mulai menemukan sasarannya sejak ronde kedua, yang membuat McCumby harus melakukan penyesuaian pertahanan. Pacheco menjaga jarak saat bel berbunyi pada detik ke-10, dimana McCumby masuk dengan pukulan kanan dan hook kiri.
Baca Juga: Hook Kiri Oleksandr Usyk KO Daniel Dubois, Juara Tak Terbantahkan
Waktu pun berakhir pada ronde kedua. Sebuah pukulan kanan dari McCumby menemukan sasarannya, walau bersamaan dengan sebuah benturan kepala, yang menyebabkan luka di antara mata kiri dan hidungnya.
Yel-yel yang mendukung kedua petarung terdengar dari sisi berlawanan pada ronde ketiga. Teriakan “Mc-Cum-by” dengan cepat dibalas oleh para pendukung Pacheco, walau tidak banyak memicu aksi lanjutan di dalam ring. McCumby bangkit dan mendaratkan sebuah jab keras ke arah tubuh.
Pacheco dengan cepat merespons dengan pukulan ke arah atas, saat darah mengalir dari luka McCumby. Kedua petarung saling bertukar serangan dengan jab mereka sebelum Pacheco mendaratkan percobaan kedua dengan jabnya. McCumby mengayunkan tinju kirinya, namun ia terbuka untuk menerima hook kiri Pacheco.
McCumby menikmati momen terbaiknya dalam laga ini dengan sebuah pukulan kanan ke arah Pacheco yang tidak menaruh curiga, 1 menit memasuki ronde keempat. Pacheco menepis pukulan tersebut namun tidak berada dalam posisi yang tepat untuk membalas. Kedua petinju saling menjangkau dengan tinju kiri sebelum McCumby menyambungkan sebuah jab keras.
Pacheco maju, namun terpaksa mundur saat McCumby melontarkan kombinasi. Pacheco menyambungkan sebuah kombinasi tiga pukulan ke arah atas, namun McCumby mampu mengumpulkan ketenangannya dan merespon dengan pukulan kanan sebelum bel berbunyi.
Jab Pacheco terus mengendalikan jarak dan (kurangnya) aksi pada ronde kedelapan. Keefektifan awal McCumby untuk masuk ke dalam jarak serang tidak lagi terlihat. Saat McCumby gagal menyarangkan serangan seperti itu pada ronde kedelapan, Pacheco mengakhiri ronde ini dengan sebuah pukulan kanan dan uppercut pendek, yang nampaknya tak menggoyahkan lawannya - namun cukup untuk memberi poin bagi para juri.
McCumby melontarkan sebuah pukulan kanan yang mendarat di pundak Pacheco - bukan sebuah pukulan yang berbuah poin, namun setidaknya dapat dirasakan oleh penantang tak terkalahkan ini. Pacheco mengais dengan jab-nya untuk mempersiapkan pukulan kanannya, namun McCumby tidak menggigit. Lebih banyak cemoohan datang dari para penonton; tidak ada satupun dari kedua petarung yang merespon. Pacheco menyarangkan jab ke arah tubuh, dan McCumby membalas dengan tinju kanan.
Sebuah kombinasi dari Pacheco di atas kanvas membuat McCumby kehilangan fokus sejenak, yang mengira bunyi genta selama 10 detik sebagai bel. Pacheco melompat ke arahnya di tali ring, namun ia tidak dapat memanfaatkan momen tersebut dengan baik.
Rasa urgensi yang dramatis kemudian terlihat dari sudut McCumby, saat ia didesak untuk melepaskan tangannya pada ronde ke-11. McCumby berusaha memenuhi permintaan tersebut, namun ia terkena jab cepat dari Pacheco. Pacheco mendaratkan sebuah kombinasi, yang dibalas oleh McCumby dengan sebuah pukulan kanan ke arah atas. McCumby mengitari ring untuk menarik Pacheco yang bergerak maju, namun ia gagal dengan sebuah hook kiri dalam 10 detik terakhir.
Baca Juga: Menang Lagi Lawan Dubois, Oleksandr Usyk Kantongi Rp2,16 Triliun!
Pacheco menyerang dengan jab-nya untuk memulai ronde ke-12 dan terakhir. McCumby kembali berdiri, namun ia berhenti untuk menerima pukulan ganda di sisi kirinya. Tidak ada pukulan yang mengenai sasaran, namun McCumby mampu menebusnya dengan sebuah pukulan kanan yang mengenai Pacheco dan memaksanya masuk ke dalam posisi clinch. Pacheco menghindari jab McCumby yang menjangkau dan menyarangkan pukulan kanannya.
Waktu menunjukkan 21 detik tersisa untuk satu pemeriksaan terakhir atas luka McCumby. Aksi kembali berlanjut, namun McCumby tak dapat mendaratkan serangan untuk menghapus defisit angka.
Pacheco membawa rekornya menjadi 24-0 (18 KO) dengan kemenangan ini, yang merupakan kemenangan kedua beruntun dalam 12 ronde di tahun ini. Ia mengatasi tantangan keras dari Steve Nelson yang belum terkalahkan untuk mengalahkan petinju asal Nebraska itu awal tahun ini.
McCumby, 28-2 (23 KO), kini telah menderita dua kekalahan beruntun. Ia tampil jauh lebih baik saat kalah KO pada ronde kesembilan atas Caleb Plant, yang mampu ia jatuhkan pada ronde keempat sebelum akhirnya menyerah dalam perebutan gelar interim WBA.
Dengan kemenangan ini, Pacheco tetap berada dalam perburuan setidaknya untuk meraih gelar juara kelas menengah super. Matchroom Boxing mengatakan kepada BoxingScene bahwa rencananya adalah mengajukan petisi kepada WBO, di mana Pacheco adalah penantang No. 1 dan dengan harapan dapat dinobatkan sebagai penantang wajib.
(aww)
Lihat Juga :