Fornas VIII NTB Tuai Pujian: Transportasi Lancar, Makanan Tak Pernah Telat
Rabu, 30 Juli 2025 - 18:51 WIB
loading...
Fornas VIII NTB Tuai Pujian: Transportasi Lancar, Makanan Tak Pernah Telat
A
A
A
MATARAM - Untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menyelenggarakan Festival Olahraga Masyarakat Nasional ( Fornas ) VIII yang digelar sejak 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Acara ini berlangsung di 36 venue yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, dan mendapat banyak pujian dari para peserta.
Salah satu apresiasi datang dari Rahmat, ofisial Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Timur. Ia mengaku puas dengan pelayanan panitia lokal, mulai dari transportasi hingga konsumsi.
“Transportasi tepat waktu, dan makanan yang disajikan sangat beragam. Tidak hanya datang sesuai jadwal, tapi juga rasanya enak,” ujar Rahmat saat ditemui di mobil angkutan kontingen Kaltim, Rabu (30/7/2025), di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat—lokasi pertandingan cabang olahraga tradisional.
Pendapat senada disampaikan Hendrik Tamher, pelatih tim ketapel dari Papua Tengah yang untuk pertama kalinya mengikuti Fornas. “Makanannya tak pernah terlambat dan menunya juga bagus. Masyarakat di sini sangat ramah, kami merasa nyaman,” ucapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Sarah, mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang memperkuat kontingen Papua Tengah. Ia mengaku senang bisa mengikuti Fornas VIII. “Kami senang berlomba di sini. Makanan selalu datang lebih cepat dari jadwal,” ujar Sarah yang sebelumnya sempat menekuni angkat besi.
Sementara itu, Hasan, ofisial dari KORMI Kalimantan Selatan, menilai venue pertandingan untuk Perkumpulan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) sudah memadai. “Lapangan tradisionalnya sudah sesuai standar. Tidak ada kendala berarti,” kata Hasan.
Meski sempat diguyur hujan dan pertandingan sempat tertunda, para penggiat olahraga tradisional tetap bertahan menunggu cuaca membaik. Mereka antusias menyaksikan dan mengikuti berbagai pertandingan yang penuh keakraban dan keceriaan.
Keriuhan penonton terdengar saat menyaksikan laga Gebuk Bantal, terutama ketika salah satu peserta tercebur karena pukulannya meleset. Selain Gebuk Bantal, olahraga tradisional lain yang dipertandingkan di lokasi ini antara lain Terompa Panjang, Lari Balok, Tarik Tambang, Enggrang, Dagongan, pencak silat tradisional, dan Hadang (Gerobak Sodor).
Salah satu apresiasi datang dari Rahmat, ofisial Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Timur. Ia mengaku puas dengan pelayanan panitia lokal, mulai dari transportasi hingga konsumsi.
“Transportasi tepat waktu, dan makanan yang disajikan sangat beragam. Tidak hanya datang sesuai jadwal, tapi juga rasanya enak,” ujar Rahmat saat ditemui di mobil angkutan kontingen Kaltim, Rabu (30/7/2025), di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat—lokasi pertandingan cabang olahraga tradisional.
Pendapat senada disampaikan Hendrik Tamher, pelatih tim ketapel dari Papua Tengah yang untuk pertama kalinya mengikuti Fornas. “Makanannya tak pernah terlambat dan menunya juga bagus. Masyarakat di sini sangat ramah, kami merasa nyaman,” ucapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Sarah, mahasiswa Politeknik Negeri Bali yang memperkuat kontingen Papua Tengah. Ia mengaku senang bisa mengikuti Fornas VIII. “Kami senang berlomba di sini. Makanan selalu datang lebih cepat dari jadwal,” ujar Sarah yang sebelumnya sempat menekuni angkat besi.
Sementara itu, Hasan, ofisial dari KORMI Kalimantan Selatan, menilai venue pertandingan untuk Perkumpulan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) sudah memadai. “Lapangan tradisionalnya sudah sesuai standar. Tidak ada kendala berarti,” kata Hasan.
Meski sempat diguyur hujan dan pertandingan sempat tertunda, para penggiat olahraga tradisional tetap bertahan menunggu cuaca membaik. Mereka antusias menyaksikan dan mengikuti berbagai pertandingan yang penuh keakraban dan keceriaan.
Keriuhan penonton terdengar saat menyaksikan laga Gebuk Bantal, terutama ketika salah satu peserta tercebur karena pukulannya meleset. Selain Gebuk Bantal, olahraga tradisional lain yang dipertandingkan di lokasi ini antara lain Terompa Panjang, Lari Balok, Tarik Tambang, Enggrang, Dagongan, pencak silat tradisional, dan Hadang (Gerobak Sodor).
(sto)
Lihat Juga :