Kompetisi Sepak Bola Usia Muda Jadi Salah Satu Penggerak Industri Olahraga Nasional

Senin, 04 Agustus 2025 - 06:43 WIB
loading...
Kompetisi Sepak Bola...
Kompetisi Sepak Bola Usia Muda Jadi Salah Satu Penggerak Industri Olahraga Nasional. Foto: Ilustrasi
A A A
Sepak bola merupakan olahraga paling digemari di Indonesia. Dengan banyaknya event kelompok umur yang digelar, potensi ekonomi dari industri ini terbukti sangat besar.

Kompetisi sepak bola usia muda kini tidak lagi sekadar ajang pencarian bakat. Di balik semangat sportivitas dan pembinaan atlet masa depan, turnamen kelompok usia telah menjelma menjadi mesin penggerak industri olahraga nasional.

Ratusan turnamen kelompok usia—dari U-9, U-11, U-13, hingga U-17—rutin digelar setiap tahun di berbagai daerah. Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB), akademi, operator swasta, hingga dukungan aktif dari PSSI dan pemerintah lewat program pembinaan usia dini.

Baca Juga: Media Italia Prediksi Jay Idzes Pindah ke Klub Ini!

Di balik persaingan sengit di lapangan, kompetisi ini menciptakan efek ekonomi berantai. Perputaran uang terjadi dalam berbagai bentuk: sewa lapangan, akomodasi, transportasi tim, konsumsi, penjualan merchandise, belanja perlengkapan tim, hingga kontribusi UMKM lokal.

Deputi Bidang Industri Olahraga Kemenpora, R Isnanta, mengakui bahwa biaya yang dikeluarkan para operator kompetisi usia muda tidaklah kecil. Namun, melihat event-event tersebut tetap berjalan, ia menilai potensi keuntungannya juga nyata.

“Berbicara soal industri, pasti bicara soal ekonomi. Kalau menggelar tidak menguntungkan, tentu tidak akan dilanjutkan. Tapi ini bisa berlanjut, berarti ada potensi keuntungan ekonomi di situ,” ujarnya.

Operator sepak bola usia dini seperti Liga TopSkor, Indonesia Grassroot Championship, dan lebih dari 15 operator lain yang tergabung dalam APSUMSI (Asosiasi Pembina Sepak Bola Usia Muda Seluruh Indonesia)—antara lain FORSGI, BLiSPI, GEAS Indonesia, Komunitas Jujur, FOSSBI, Fosbolindo, GoBolaBali, ASBI, Liga Sentra, SBAI, Dream Come True (DCT), dan lainnya—secara konsisten menyelenggarakan kompetisi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional. Rata-rata, satu operator melibatkan lebih dari 2.000 atlet tiap tahunnya, belum termasuk tim pendukung dan orang tua.

Mereka tidak hanya mengandalkan biaya pendaftaran, tetapi juga telah menjalin kerja sama dengan sponsor utama maupun pendamping di masing-masing liga. Artinya, menurut Isnanta, industri sepak bola kelompok umur memang sudah berjalan di Indonesia.

Bayangkan, jika satu klub membayar biaya pendaftaran Rp500 ribu, dan ada ribuan klub yang ikut serta, maka potensi perputaran uang bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Itu belum termasuk biaya akomodasi, konsumsi, hingga transportasi tim.

Event semacam ini secara tidak langsung menggeliatkan ekonomi masyarakat. Berapa banyak kamar hotel yang dipesan? Berapa banyak warung atau penyedia makanan yang kebanjiran pesanan? Berapa ratus kendaraan yang disewa untuk mengangkut pemain dan ofisial?

“Kalau dihitung kasar, satu tim bisa menghabiskan Rp25 juta per kompetisi. Dengan jumlah sekitar 5.000 tim kelompok umur, berarti ada Rp125 miliar yang berputar dari kompetisi usia muda. Saya yakin, jumlah itu bisa lebih besar karena ada ratusan turnamen semacam ini di seluruh Indonesia,” beber Isnanta.

Jalu, dari Liga Anak Indonesia, menyebutkan bahwa dari registrasi regional hingga nasional saja, uang yang berputar bisa mencapai Rp2 miliar, belum termasuk pendapatan dari tenant UMKM, tiket penonton, dan sumber pemasukan lainnya.

“Hitungan itu belum termasuk hotel, transportasi, dan konsumsi peserta. Maka sangat wajar bila dikatakan bahwa potensi industri olahraga di sepak bola usia muda ini sangat besar,” tuturnya.

Piala Soeratin Jawa Timur 2025 juga menjadi contoh lain. Sekretaris Jenderal PSSI Jatim, Djoko Tetuko, mengatakan bahwa selain untuk mencari talenta muda, turnamen ini terbukti menggairahkan ekonomi daerah.

Djoko menjelaskan, biaya operasional PSSI Jatim untuk tiga kelompok usia mencapai Rp3,5 miliar, termasuk pengadaan lapangan, wasit, keamanan, dan akomodasi. Jika ditambah dengan pengeluaran klub dan konsumsi penonton, total perputaran uang bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Contoh lainnya adalah Indonesia Grassroot Championship Cup 2025 di Surakarta yang berhasil mendatangkan sekitar 2.500 orang—terdiri dari pemain, pelatih, orang tua, dan ofisial. Diperkirakan, perputaran uang dari ajang ini mencapai Rp15 miliar hanya dalam dua hari pelaksanaan.

Fenomena ini membuktikan bahwa kompetisi usia muda merupakan sektor strategis dalam industri olahraga. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, turnamen seperti ini juga mampu menggerakkan ekonomi lintas sektor, dari olahraga, pariwisata, hingga UMKM.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Didukung BRI, Liga Kompas...
Didukung BRI, Liga Kompas U-14 Jadi Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Terbesar di Indonesia
APBN Mendukung Sepakbola...
APBN Mendukung Sepakbola Nasional, Ada Rp127,10 Miliar Mengalir ke PSSI
Special Bola
Didier Deschamps Terharu...
Bola Dunia
Didier Deschamps Terharu Dipeluk Kylian Mbappe saat Selebrasi Gol
Prediksi Daftar 35 Pemain...
Bola Dunia
Prediksi Daftar 35 Pemain Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026: Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Masuk?
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Inggris vs Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026: Harry Kane Menggila Lagi?
Rekomendasi
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
AQUA Masih Dominasi...
AQUA Masih Dominasi Penjualan Air Mineral di Berbagai Kota Besar
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
Berita Terkini
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Laga Berat Sebelah
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Messi Pemersatu, Ronaldo...
Messi Pemersatu, Ronaldo Biang Masalah Portugal
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
IIO 2026 Resmi Dimulai,...
IIO 2026 Resmi Dimulai, Hary Tanoesoedibjo: Ini Komitmen POBSI Memajukan Biliar Indonesia
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Infografis
Orang Bodoh Diangkat...
Orang Bodoh Diangkat Jadi Pemimpin Adalah Salah Satu Tanda Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved