Michael Conlan, Jari Tengah, dan Korban Pertarungan Tinju Kotor
Senin, 04 Agustus 2025 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
"Jelas, pendapatan mereka berikutnya akan jauh lebih sedikit. Mereka [para petinju] menghabiskan lebih banyak uang dalam tinju profesional dari uang yang mereka hasilkan untuk berkembang. Anda harus membayar untuk banyak hal. Dalam pengaturan amatir, Anda tidak harus membayar untuk sparring. Anda tidak perlu membayar hotel. Anda tidak harus membayar untuk perjalanan anda. Semua itu ditanggung. Namun dalam tinju profesional, mata pencaharian Anda jauh lebih dipertaruhkan pada pilihan juri, dukungan promosi, obat-obatan, semua ini. Ada begitu banyak hal tak berwujud dalam tinju profesional - Anda tidak dapat benar-benar menghitung mana yang akan menghancurkan Anda," Conlan menjelaskan.
Conlan bertinju di Olimpiade London 2012, dan tetap menjadi atlet amatir selama empat tahun berikutnya dengan harapan ia akan dapat mengawinkan medali emas dengan karier profesional yang menguntungkan. Karier profesional yang menguntungkan itu datang, namun itu terjadi setelah ia mengacungkan jari tengahnya kepada para juri yang memberikannya perak setelah memberikan emas kepada Nikitin.
Namun, tidak ada penyesalan seputar empat tahun ekstra di rompi tersebut.“Itu bukanlah sebuah kesalahan, itu yang membuat saya mendapatkan uang yang saya hasilkan dalam permainan ini,” katanya, berbicara tentang ketenaran yang menyertainya.
"Apa yang terjadi di Rio, saya tidak memenangkan medali emas di Rio, menghasilkan lebih banyak uang daripada yang akan saya hasilkan jika saya memenangkan medali emas, saya yakin. Saya memiliki para peraih medali emas di undercard saya, para peraih medali perak di undercard saya, seperti orang-orang ini bertarung di undercard saya, dan mereka pergi dan meraih apa yang ingin saya raih. Siapa yang tahu, jika saya menjadi profesional, mungkin pada tahun 2015, tahun sebelum Rio, setelah saya memenangkan Kejuaraan Dunia, mungkin karier profesional saya akan lebih panjang dan lebih sukses, namun apakah saya akan memiliki finansial yang sama baiknya dengan apa yang telah saya dapatkan di dunia tinju profesional? Mungkin tidak,"ungkap Conlan.
Baca Juga: Xander Zayas Kalahkan Vergil Ortiz Jr, Tim Bradley: Top Rank Lindungi Juara WBO?
Conlan bertinju di Olimpiade London 2012, dan tetap menjadi atlet amatir selama empat tahun berikutnya dengan harapan ia akan dapat mengawinkan medali emas dengan karier profesional yang menguntungkan. Karier profesional yang menguntungkan itu datang, namun itu terjadi setelah ia mengacungkan jari tengahnya kepada para juri yang memberikannya perak setelah memberikan emas kepada Nikitin.
Namun, tidak ada penyesalan seputar empat tahun ekstra di rompi tersebut.“Itu bukanlah sebuah kesalahan, itu yang membuat saya mendapatkan uang yang saya hasilkan dalam permainan ini,” katanya, berbicara tentang ketenaran yang menyertainya.
"Apa yang terjadi di Rio, saya tidak memenangkan medali emas di Rio, menghasilkan lebih banyak uang daripada yang akan saya hasilkan jika saya memenangkan medali emas, saya yakin. Saya memiliki para peraih medali emas di undercard saya, para peraih medali perak di undercard saya, seperti orang-orang ini bertarung di undercard saya, dan mereka pergi dan meraih apa yang ingin saya raih. Siapa yang tahu, jika saya menjadi profesional, mungkin pada tahun 2015, tahun sebelum Rio, setelah saya memenangkan Kejuaraan Dunia, mungkin karier profesional saya akan lebih panjang dan lebih sukses, namun apakah saya akan memiliki finansial yang sama baiknya dengan apa yang telah saya dapatkan di dunia tinju profesional? Mungkin tidak,"ungkap Conlan.
Baca Juga: Xander Zayas Kalahkan Vergil Ortiz Jr, Tim Bradley: Top Rank Lindungi Juara WBO?
Lihat Juga :