FIFA Menolak! Kompetisi I.League Tanpa Suporter Away ke Kandang Lawan
Rabu, 06 Agustus 2025 - 14:06 WIB
loading...
FIFA Menolak! Kompetisi I.League Tanpa Suporter Away ke Kandang Lawan. Foto: Andri Bagus Syaeful
A
A
A
JAKARTA - Rencana I.League untuk menghadirkan kembali suporter tandang di kompetisi Super League 2025-2026 kandas setelah ditolak oleh FIFA . Penolakan itu disampaikan lantaran masih adanya catatan negatif terkait perilaku suporter di musim sebelumnya.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan regulasi terkait kehadiran suporter tandang kepada FIFA. Namun, badan sepak bola dunia itu belum memberikan lampu hijau.
"Semalam kami sudah berkomunikasi dengan FIFA untuk meminta persetujuan. Intinya, mereka masih ingin melihat sejauh mana upaya dari liga dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman," kata Ferry Paulus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga: Siapa Direktur Teknik Timnas Indonesia yang Baru? Sosoknya Diumumkan dalam Waktu Dekat
Menurut Ferry, FIFA meminta I.League untuk terus melakukan edukasi dan membangun komunikasi yang konstruktif dengan kelompok suporter. Hal itu menjadi syarat penting sebelum FIFA mempertimbangkan kembali regulasi terkait penonton tandang.
"Untuk saat ini, FIFA belum mengizinkan. Masih akan dilakukan pendalaman. Kami akan terus melakukan edukasi dan berinteraksi dengan para suporter agar bisa menunjukkan bahwa kami sudah membaik," lanjut Ferry.
Meskipun demikian, Ferry menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah. Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan, FIFA dapat mengubah keputusannya.
"Kami akan terus berupaya agar mendapatkan izin. Mungkin 3-4 bulan ke depan, mudah-mudahan di putaran kedua nanti bisa ada perubahan," ujarnya optimistis.
Keputusan FIFA itu tak lepas dari sejumlah insiden suporter menjelang akhir musim 2024-2025. Salah satunya adalah penyalaan flare yang marak terjadi di beberapa pertandingan. Puncaknya, saat laga pamungkas yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 24 Mei 2025.
Dalam laga yang disaksikan langsung oleh delegasi FIFA itu, sejumlah suporter turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion usai Persib meraih gelar juara dengan kemenangan 3-2.
"Pertandingan terakhir itu disaksikan langsung oleh delegasi FIFA. Selain flare, yang lebih parah adalah penonton turun ke lapangan, merusak rumput, dan fasilitas lainnya," ujar Ferry.
Akibat insiden tersebut, Persib Bandung bahkan tidak diperkenankan menjadi tuan rumah pada laga pembuka musim ini.
"Bukan hanya flare, tapi aksi turun ke lapangan yang mengganggu jalannya pertandingan dan keamanan di stadion," tambahnya.
Rivalitas Tinggi
Suporter dari tim dengan rivalitas panas—misalnya Persija Jakarta vs Persib Bandung—masih dilarang hadir di laga tandang untuk menghindari potensi kericuhan.
Rivalitas Sedang (Semi)
Contohnya seperti pertandingan antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta. Suporter diperbolehkan hadir dengan pengawasan ketat karena masih berstatus “lampu kuning”.
Tanpa Rivalitas
Pertandingan antara tim-tim yang tidak memiliki sejarah konflik memungkinkan suporter tandang hadir secara terbatas dan tertib.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan regulasi terkait kehadiran suporter tandang kepada FIFA. Namun, badan sepak bola dunia itu belum memberikan lampu hijau.
"Semalam kami sudah berkomunikasi dengan FIFA untuk meminta persetujuan. Intinya, mereka masih ingin melihat sejauh mana upaya dari liga dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman," kata Ferry Paulus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga: Siapa Direktur Teknik Timnas Indonesia yang Baru? Sosoknya Diumumkan dalam Waktu Dekat
Menurut Ferry, FIFA meminta I.League untuk terus melakukan edukasi dan membangun komunikasi yang konstruktif dengan kelompok suporter. Hal itu menjadi syarat penting sebelum FIFA mempertimbangkan kembali regulasi terkait penonton tandang.
"Untuk saat ini, FIFA belum mengizinkan. Masih akan dilakukan pendalaman. Kami akan terus melakukan edukasi dan berinteraksi dengan para suporter agar bisa menunjukkan bahwa kami sudah membaik," lanjut Ferry.
Meskipun demikian, Ferry menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah. Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan, FIFA dapat mengubah keputusannya.
"Kami akan terus berupaya agar mendapatkan izin. Mungkin 3-4 bulan ke depan, mudah-mudahan di putaran kedua nanti bisa ada perubahan," ujarnya optimistis.
Keputusan FIFA itu tak lepas dari sejumlah insiden suporter menjelang akhir musim 2024-2025. Salah satunya adalah penyalaan flare yang marak terjadi di beberapa pertandingan. Puncaknya, saat laga pamungkas yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 24 Mei 2025.
Dalam laga yang disaksikan langsung oleh delegasi FIFA itu, sejumlah suporter turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion usai Persib meraih gelar juara dengan kemenangan 3-2.
"Pertandingan terakhir itu disaksikan langsung oleh delegasi FIFA. Selain flare, yang lebih parah adalah penonton turun ke lapangan, merusak rumput, dan fasilitas lainnya," ujar Ferry.
Akibat insiden tersebut, Persib Bandung bahkan tidak diperkenankan menjadi tuan rumah pada laga pembuka musim ini.
"Bukan hanya flare, tapi aksi turun ke lapangan yang mengganggu jalannya pertandingan dan keamanan di stadion," tambahnya.
Regulasi Terkait Suporter Tandang yang Diusulkan I.League
Meski ditolak, I.League sejatinya telah menyusun regulasi terperinci mengenai kehadiran suporter tandang. Regulasi itu mengelompokkan pertandingan berdasarkan tingkat rivalitas, sebagai berikut:Rivalitas Tinggi
Suporter dari tim dengan rivalitas panas—misalnya Persija Jakarta vs Persib Bandung—masih dilarang hadir di laga tandang untuk menghindari potensi kericuhan.
Rivalitas Sedang (Semi)
Contohnya seperti pertandingan antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta. Suporter diperbolehkan hadir dengan pengawasan ketat karena masih berstatus “lampu kuning”.
Tanpa Rivalitas
Pertandingan antara tim-tim yang tidak memiliki sejarah konflik memungkinkan suporter tandang hadir secara terbatas dan tertib.
(sto)
Lihat Juga :