30 Tahun Mike Tyson vs Peter McNeeley: PPV Tinju Terlaris Sepanjang Masa
Rabu, 20 Agustus 2025 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Mike Tyson vs McNeeley membawanya ke level yang berbeda, level yang kemudian diperluas oleh Floyd Mayweather vs. Conor McGregor dan, meskipun ini bukan bayar-per-tayang, barang langka yang disamarkan sebagai acara olahraga, yaitu kembalinya Tyson melawan Jake Paul.
Tyson-McNeeley adalah pertandingan tinju yang bisa dijadikan bahan gosip. Mantan petinju fenomenal inilah yang baru saja menyelesaikan hukuman penjara tiga tahun atas kasus pemerkosaan seorang kontestan kontes kecantikan, berkompetisi untuk pertama kalinya dalam empat tahun dua bulan, dan memulai perjalanannya untuk mencari tahu apakah ia masih Pria Terganas di Dunia. Itulah semua ketegangan dramatis yang dibutuhkan. Lawan bukanlah masalah. Don King hanya perlu menemukan lawan yang siap bertarung dengannya.
Bukan underdog yang siap bertarung. Seorang underdog yang siap bertarung. Masuklah McNeeley, yang pada musim panas itu membawa istilah "kaleng tomat" ke arus utama. Ia dituduh sebagai salah satunya. Dan terlepas dari apakah ia underdog atau bukan, tak diragukan lagi ia telah membangun rekor 36-1 (30 KO) melawan segerombolan lawannya.
Dari semua lawan McNeeley sebelum Tyson, hanya tiga yang memiliki rekor kemenangan saat melawan "Hurricane" di Medford, Massachusetts. Dan ketiganya – Ron Drinkwater, J.B. Williamson, dan Stanley Wright – bukanlah petarung yang bisa dibilang mematikan. Mereka bahkan bukan pertarungan pembunuhan tak disengaja.Ngomong-ngomong, McNeeley kalah dari Wright yang memiliki rekor 8-5 lewat TKO ronde kedelapan.
Tahun lalu, mak comblang veteran Eric Bottjer menceritakan kisah yang begitu menyedihkan hingga menggelikan tentang pertarungan terakhir McNeeley sebelum bertemu dengan "Iron Mike." Manajer Vinny Vecchione mengatur pertarungan di luar TV pada 22 April 1995, di Hot Springs, Arkansas, melawan Frankie Hines, seorang petinju profesional dengan rekor 14-70-2. McNeeley kemudian meng-KO Hines dengan hook kiri dalam waktu yang konon merupakan rekor tinju profesional, yaitu enam detik.
Hasil ini membingungkan Bottjer karena, meskipun rekor menang-kalah Hines sangat buruk, Hines mampu bertahan di atas ring dan biasanya hanya bertahan beberapa ronde. Bottjer bertemu Hines tak lama kemudian. "Saya seperti, 'Bagaimana mungkin kamu kalah dari orang itu dalam enam detik?'" kenang Bottjer. "Dan dia tersenyum kepada saya, lalu berkata, 'Saya belum pernah ke Arkansas.' Jadi saya langsung menyadari apa yang telah terjadi."
Tyson-McNeeley adalah pertandingan tinju yang bisa dijadikan bahan gosip. Mantan petinju fenomenal inilah yang baru saja menyelesaikan hukuman penjara tiga tahun atas kasus pemerkosaan seorang kontestan kontes kecantikan, berkompetisi untuk pertama kalinya dalam empat tahun dua bulan, dan memulai perjalanannya untuk mencari tahu apakah ia masih Pria Terganas di Dunia. Itulah semua ketegangan dramatis yang dibutuhkan. Lawan bukanlah masalah. Don King hanya perlu menemukan lawan yang siap bertarung dengannya.
Bukan underdog yang siap bertarung. Seorang underdog yang siap bertarung. Masuklah McNeeley, yang pada musim panas itu membawa istilah "kaleng tomat" ke arus utama. Ia dituduh sebagai salah satunya. Dan terlepas dari apakah ia underdog atau bukan, tak diragukan lagi ia telah membangun rekor 36-1 (30 KO) melawan segerombolan lawannya.
Dari semua lawan McNeeley sebelum Tyson, hanya tiga yang memiliki rekor kemenangan saat melawan "Hurricane" di Medford, Massachusetts. Dan ketiganya – Ron Drinkwater, J.B. Williamson, dan Stanley Wright – bukanlah petarung yang bisa dibilang mematikan. Mereka bahkan bukan pertarungan pembunuhan tak disengaja.Ngomong-ngomong, McNeeley kalah dari Wright yang memiliki rekor 8-5 lewat TKO ronde kedelapan.
Tahun lalu, mak comblang veteran Eric Bottjer menceritakan kisah yang begitu menyedihkan hingga menggelikan tentang pertarungan terakhir McNeeley sebelum bertemu dengan "Iron Mike." Manajer Vinny Vecchione mengatur pertarungan di luar TV pada 22 April 1995, di Hot Springs, Arkansas, melawan Frankie Hines, seorang petinju profesional dengan rekor 14-70-2. McNeeley kemudian meng-KO Hines dengan hook kiri dalam waktu yang konon merupakan rekor tinju profesional, yaitu enam detik.
Hasil ini membingungkan Bottjer karena, meskipun rekor menang-kalah Hines sangat buruk, Hines mampu bertahan di atas ring dan biasanya hanya bertahan beberapa ronde. Bottjer bertemu Hines tak lama kemudian. "Saya seperti, 'Bagaimana mungkin kamu kalah dari orang itu dalam enam detik?'" kenang Bottjer. "Dan dia tersenyum kepada saya, lalu berkata, 'Saya belum pernah ke Arkansas.' Jadi saya langsung menyadari apa yang telah terjadi."
Lihat Juga :