Apakah Pacu Jalur Termasuk Olahraga?
Senin, 25 Agustus 2025 - 10:00 WIB
loading...
Festival Pacu Jalur 2025 resmi ditutup. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pertunjukan tarian kolosal dan penampilan rapper, Melly Mike / Foto: Kemenpora
A
A
A
JAKARTA - Festival Pacu Jalur 2025 resmi ditutup. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pertunjukan tarian kolosal dan penampilan rapper, Melly Mike, di Taman Jalur Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Riau, Minggu (24/8/2025).
Festival Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Acara tahunan ini berlangsung di Tepian Narosa, Kecamatan Kuantan Tengah, Riau.
Lantas, apakah pacu jalur ini bisa dikategorikan sebagai olahraga?
Baca Juga: 4 Gelar Juara Diborong Jago bulu Tangkis Indonesia dari Kamerun
Mengutip beberapa sumber, Pacu Jalur merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Riau. Lebih dari sekadar lomba, Pacu Jalur merupakan perpaduan antara olahraga, tradisi, dan seni pertunjukan, yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam.
Pacu Jalur melibatkan lomba mendayung perahu panjang yang terbuat dari kayu gelondongan, yang disebut jalur. Selain sebagai ajang olahraga, Pacu Jalur juga merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Riau yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, kekuatan, dan keberanian.
Saat ini, Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengapresiasi Festival Pacu Jalur 2025 sebagai ajang pencarian bibit baru atlet dayung nasional.
Baca Juga: Emma Raducanu vs Janice Tjen: Pertarungan Penuh Sejarah di Babak Kedua US Open 2025
"Saya sangat mengapresiasi acara Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing ini. Meskipun ini bagian dari olahraga tradisional, namun ajang ini bisa menjadi wadah pencarian bakat atlet dayung untuk nasional, khususnya di dragon boat," tutur Menpora
"Dan kita tahu juga selama penyelenggaraan PON, tim dayung asal Riau selalu juara," imbuh Menpora Dito.
Festival Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Acara tahunan ini berlangsung di Tepian Narosa, Kecamatan Kuantan Tengah, Riau.
Lantas, apakah pacu jalur ini bisa dikategorikan sebagai olahraga?
Baca Juga: 4 Gelar Juara Diborong Jago bulu Tangkis Indonesia dari Kamerun
Mengutip beberapa sumber, Pacu Jalur merupakan olahraga tradisional yang berasal dari Riau. Lebih dari sekadar lomba, Pacu Jalur merupakan perpaduan antara olahraga, tradisi, dan seni pertunjukan, yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam.
Pacu Jalur melibatkan lomba mendayung perahu panjang yang terbuat dari kayu gelondongan, yang disebut jalur. Selain sebagai ajang olahraga, Pacu Jalur juga merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Riau yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, kekuatan, dan keberanian.
Saat ini, Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengapresiasi Festival Pacu Jalur 2025 sebagai ajang pencarian bibit baru atlet dayung nasional.
Baca Juga: Emma Raducanu vs Janice Tjen: Pertarungan Penuh Sejarah di Babak Kedua US Open 2025
"Saya sangat mengapresiasi acara Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing ini. Meskipun ini bagian dari olahraga tradisional, namun ajang ini bisa menjadi wadah pencarian bakat atlet dayung untuk nasional, khususnya di dragon boat," tutur Menpora
"Dan kita tahu juga selama penyelenggaraan PON, tim dayung asal Riau selalu juara," imbuh Menpora Dito.
(yov)
Lihat Juga :