Turnamen Sepak Bola Usia Dini Andre Rosiade Cup Jilid 2 Sukses Digelar
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar, Insyaallah di akhir November saya juga akan upayakan Andre Rosiade Cup akan diselenggarakan di Sumbar. Nanti kita akan evaluasi juga, karena permintaan dari berbagai daerah itu banyak. Ini kita lagi mempertimbangkan," kata Andre.
"karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek," tambahnya.
Menurut Andre yang paling penting dari turnamen yang disponsori Bank Mandiri ini adalah bagaimana dirinya berkontribusi membantu bangkitnya bibit-bibit sepakbola Indonesia. Hal tersebut agar sepak bola Indonesia lebih baik di tahun-tahun akan datang.
"Saya punya keyakinan kalau kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan profesional, akan memunculkan pemain timnas yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi," katanya.
"Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah? Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang seharusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi," sambung Andre.
"karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek," tambahnya.
Menurut Andre yang paling penting dari turnamen yang disponsori Bank Mandiri ini adalah bagaimana dirinya berkontribusi membantu bangkitnya bibit-bibit sepakbola Indonesia. Hal tersebut agar sepak bola Indonesia lebih baik di tahun-tahun akan datang.
"Saya punya keyakinan kalau kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan profesional, akan memunculkan pemain timnas yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi," katanya.
"Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah? Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang seharusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi," sambung Andre.
Lihat Juga :