Sepak Bola Wanita, Gugatan Kesetaraan Gaji Ditolak
Senin, 04 Mei 2020 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan juga diberikan Joe Biden, calon Demokrat untuk Presiden AS dalam pemilihan tahun ini. Dia mengatakan kepada tim wanita untuk tidak menyerah dalam pertarungan ini dan menganggap perjuangan belum berakhir. "Untuk sepak bola AS saya menekankan gaji yang sama baik di tim wanita maupun pria, harus dilakukan sekarang. Atau kalau tidak, saya bisa menjadi presiden untuk pendanaan Piala Dunia," ujar Biden.
Dukungan yang begitu masif dari berbagai pihak terkait kesejahteraan tim wanita AS bukan tanpa alasan. Mereka tergolong mentereng dalam prestasi. Tercatat, tim berjuluk The Stars and Stripes tersebut mengoleksi empat gelar keempat Piala Dunia (1991,1999,2015,2019), Mereka juga memenangkan lima medali emas Olimpiade (1996,2004,2018,2012).
Jelas tidak bisa dibandingkan dengan tim pria AS yang minim prestasi. Mereka hanya mencapai perempat final Piala Dunia pada tahun 2002, sementara finish terbaik mereka adalah tempat ketiga dalam turnamen perdana pada tahun 1930.
Kegelisahan tim wanita AS disadari oleh USFF. Mereka mengatakan ingin bekerja dengan tim untuk memetakan jalur positif ke depan agar sepak bola wanita AS tetap menjadi tim terkuat di dunia. "Sepak bola AS telah lama menjadi pemimpin dunia di sektor wanita di dalam dan di luar lapangan dan kami berkomitmen untuk melanjutkan pekerjaan itu," bunyi pernyataan USFF
Permasalahan tersebut bahkan membuat Carlos Cordeiro mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden USSF pada bulan Maret setelah pengacara untuk badan sepak bola AS mengatur pengajuan sebagai bagian dari gugatan di mana diklaim bahwa pekerjaan seorang pemain sepak bola pria di tim nasional membutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi berdasarkan pada kecepatan dan kekuatan ketimbang tim wanita. (Alimansyah)
Dukungan yang begitu masif dari berbagai pihak terkait kesejahteraan tim wanita AS bukan tanpa alasan. Mereka tergolong mentereng dalam prestasi. Tercatat, tim berjuluk The Stars and Stripes tersebut mengoleksi empat gelar keempat Piala Dunia (1991,1999,2015,2019), Mereka juga memenangkan lima medali emas Olimpiade (1996,2004,2018,2012).
Jelas tidak bisa dibandingkan dengan tim pria AS yang minim prestasi. Mereka hanya mencapai perempat final Piala Dunia pada tahun 2002, sementara finish terbaik mereka adalah tempat ketiga dalam turnamen perdana pada tahun 1930.
Kegelisahan tim wanita AS disadari oleh USFF. Mereka mengatakan ingin bekerja dengan tim untuk memetakan jalur positif ke depan agar sepak bola wanita AS tetap menjadi tim terkuat di dunia. "Sepak bola AS telah lama menjadi pemimpin dunia di sektor wanita di dalam dan di luar lapangan dan kami berkomitmen untuk melanjutkan pekerjaan itu," bunyi pernyataan USFF
Permasalahan tersebut bahkan membuat Carlos Cordeiro mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden USSF pada bulan Maret setelah pengacara untuk badan sepak bola AS mengatur pengajuan sebagai bagian dari gugatan di mana diklaim bahwa pekerjaan seorang pemain sepak bola pria di tim nasional membutuhkan tingkat keterampilan yang lebih tinggi berdasarkan pada kecepatan dan kekuatan ketimbang tim wanita. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :