MLSC Seri 1 Tangerang Hadirkan Juara Baru Lewat Adu Penalti
Senin, 08 September 2025 - 00:46 WIB
loading...
MLSC Tangerang Seri 1 2025-2026 yang berlangsung selama enam hari, 2-7 September 2025, sukses menghadirkan drama sengit / Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG - Turnamen sepak bola bertajuk MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Tangerang Seri 1 2025-2026 yang berlangsung selama enam hari, 2-7 September 2025, sukses menghadirkan drama sengit di Lapangan Trimatra Kodiklat TNI dan Stadion Mini Cisauk. Ajang ini melahirkan juara-juara baru, dengan SDN Pakulonan 02 dan SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil keluar sebagai pemenang di kategori usia (KU) 12 dan KU 10.
Laga final KU 12 antara SDN Pakulonan 02 dan British School Jakarta (BSJ) menyajikan pertarungan yang sangat ketat. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal.
Alhasil, penentuan juara harus melalui adu penalti. Di babak adu penalti, SDN Pakulonan 02 berhasil memastikan kemenangan setelah Chalista Naura Chelsea, Nabila Nur Rabbani, dan Fatimah Azzahra sukses mengeksekusi tendangan. Sementara itu, BSJ harus mengakui keunggulan lawan setelah penendang kedua mereka, Yi Luo, gagal.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi SDN Pakulonan 02. Pelatih mereka, Marpudin, mengungkapkan rasa bangganya. "Kemenangan ini penantian panjang. Dua kali gagal di seri sebelumnya, akhirnya sekarang juara," ujarnya.
Pada final KU 10, SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil meraih gelar juara setelah berjuang keras mengalahkan SDN Penjaringan 06. Laga berlangsung sengit dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Kebuntuan terpecahkan pada menit keenam, ketika Meysah Kholifah Handayani berhasil mencetak gol tunggal melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol ini menjadi penentu kemenangan timnya, yang berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Ajang MLSC Tangerang Seri 1 ini diikuti oleh 1.301 siswi dari 68 SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Antusiasme yang tinggi ini membuat persaingan semakin ketat. Satia Chandra Wiguna, Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan, "Tangerang selalu menarik. Ada kejutan di setiap serinya, seperti kali ini yang melahirkan juara baru. Persaingan ketat dan tidak didominasi oleh satu atau dua sekolah saja."
Leonardo Sedubun, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang, juga melihat adanya regenerasi pemain yang positif. "Ada sekitar 60 anak yang masuk radar kami, 40 persen di antaranya pemain baru. Kemampuan peserta sekarang lebih merata," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengapresiasi ajang ini sebagai sarana pembentukan karakter siswi. "Ini momentum bagi Dinas Pendidikan untuk mendorong partisipasi sekolah-sekolah agar bisa menumbuhkan prestasi dan menjadikan anak-anak lebih sehat secara fisik maupun mental," pungkasnya.
Laga final KU 12 antara SDN Pakulonan 02 dan British School Jakarta (BSJ) menyajikan pertarungan yang sangat ketat. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal.
Alhasil, penentuan juara harus melalui adu penalti. Di babak adu penalti, SDN Pakulonan 02 berhasil memastikan kemenangan setelah Chalista Naura Chelsea, Nabila Nur Rabbani, dan Fatimah Azzahra sukses mengeksekusi tendangan. Sementara itu, BSJ harus mengakui keunggulan lawan setelah penendang kedua mereka, Yi Luo, gagal.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi SDN Pakulonan 02. Pelatih mereka, Marpudin, mengungkapkan rasa bangganya. "Kemenangan ini penantian panjang. Dua kali gagal di seri sebelumnya, akhirnya sekarang juara," ujarnya.
Pada final KU 10, SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil meraih gelar juara setelah berjuang keras mengalahkan SDN Penjaringan 06. Laga berlangsung sengit dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Kebuntuan terpecahkan pada menit keenam, ketika Meysah Kholifah Handayani berhasil mencetak gol tunggal melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol ini menjadi penentu kemenangan timnya, yang berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Kompetisi Semakin Ketat, Bakat-bakat Baru Bermunculan
Ajang MLSC Tangerang Seri 1 ini diikuti oleh 1.301 siswi dari 68 SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Antusiasme yang tinggi ini membuat persaingan semakin ketat. Satia Chandra Wiguna, Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan, "Tangerang selalu menarik. Ada kejutan di setiap serinya, seperti kali ini yang melahirkan juara baru. Persaingan ketat dan tidak didominasi oleh satu atau dua sekolah saja."
Leonardo Sedubun, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang, juga melihat adanya regenerasi pemain yang positif. "Ada sekitar 60 anak yang masuk radar kami, 40 persen di antaranya pemain baru. Kemampuan peserta sekarang lebih merata," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengapresiasi ajang ini sebagai sarana pembentukan karakter siswi. "Ini momentum bagi Dinas Pendidikan untuk mendorong partisipasi sekolah-sekolah agar bisa menumbuhkan prestasi dan menjadikan anak-anak lebih sehat secara fisik maupun mental," pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :