Kemenpora Didemo Aliansi Penyelamat Olahraga, Tuntut Permenpora Nomor 14/2024 Dicabut
Selasa, 09 September 2025 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
“Artinya secara tidak langsung Pak Taufik Hidayat ikut mendukung regulasi itu,” tambahnya.
Desakan APO muncul di tengah kekosongan kursi Menpora, setelah Dito Ariotedjo terkena reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025). Meski jabatan Menpora masih kosong, massa aksi tetap meminta Taufik Hidayat mengambil langkah konkret dengan mencabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024, atau bahkan memilih mundur dari jabatannya.
APO menilai aturan tersebut bermasalah karena memberi ruang intervensi pemerintah terhadap urusan internal organisasi olahraga. Padahal, Olympic Charter menegaskan pentingnya otonomi federasi olahraga dari campur tangan negara. Jika hal ini dibiarkan, Indonesia berisiko mendapat teguran hingga sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Selain itu, Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 juga dianggap menimbulkan dualisme kewenangan antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kemenpora. Situasi tersebut dikhawatirkan memicu konflik internal dan menghambat proses pembinaan atlet.
Desakan APO muncul di tengah kekosongan kursi Menpora, setelah Dito Ariotedjo terkena reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025). Meski jabatan Menpora masih kosong, massa aksi tetap meminta Taufik Hidayat mengambil langkah konkret dengan mencabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024, atau bahkan memilih mundur dari jabatannya.
APO menilai aturan tersebut bermasalah karena memberi ruang intervensi pemerintah terhadap urusan internal organisasi olahraga. Padahal, Olympic Charter menegaskan pentingnya otonomi federasi olahraga dari campur tangan negara. Jika hal ini dibiarkan, Indonesia berisiko mendapat teguran hingga sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Selain itu, Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 juga dianggap menimbulkan dualisme kewenangan antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kemenpora. Situasi tersebut dikhawatirkan memicu konflik internal dan menghambat proses pembinaan atlet.
(sto)
Lihat Juga :