50 Pebulu Tangkis Muda Tinggal Seujung Kuku Wujudkan Mimpi Jadi Atlet Profesional
Jum'at, 12 September 2025 - 16:16 WIB
loading...
Dari total 50 peraih Super Tiket, 18 di antaranya adalah pemenang babak turnamen, sementara 32 lainnya merupakan atlet muda pilihan dari Tim Pencari Bakat / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Sebanyak 50 pebulu tangkis muda berhasil mengamankan Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025, Jumat (12/9/2025). Setelah bersaing ketat di GOR Djarum, Jati, Kudus, para talenta berbakat ini melaju ke babak karantina dan selangkah lagi mewujudkan mimpi mereka menjadi atlet profesional.
Dari total 50 peraih Super Tiket, 18 di antaranya adalah pemenang babak turnamen, sementara 32 lainnya merupakan atlet muda pilihan dari Tim Pencari Bakat. Tahap selanjutnya, mereka akan menjalani masa karantina selama empat minggu penuh.
Dalam masa karantina mereka akan digembleng dan diseleksi kembali untuk meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, memberikan selamat kepada para atlet yang telah menunjukkan kegigihan mereka.
Baca Juga: 5 Prestasi Terbaik Adila Sutjiadi: Dari WTA hingga Medali Emas yang Cetak Sejarah untuk Tenis Indonesia
Yoppy menekankan bahwa ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan justru awal dari tantangan sesungguhnya. "Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas, dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum," ujar Yoppy.
"Untuk itu, pergunakan sebaik-baiknya kesempatan ini. Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang. Masih banyak peluang. Teruslah berlatih, asah bakat dan kemampuan."
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama. Para atlet muda harus bisa mempertahankan performa terbaik mereka selama karantina.
"Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan. Mulai dari teknik dasar, kekuatan fisik, kesehatan, mentalitas, hingga karakter," kata peraih juara dunia 1997 itu.
Dari total 50 peraih Super Tiket, 18 di antaranya adalah pemenang babak turnamen, sementara 32 lainnya merupakan atlet muda pilihan dari Tim Pencari Bakat. Tahap selanjutnya, mereka akan menjalani masa karantina selama empat minggu penuh.
Dalam masa karantina mereka akan digembleng dan diseleksi kembali untuk meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, memberikan selamat kepada para atlet yang telah menunjukkan kegigihan mereka.
Baca Juga: 5 Prestasi Terbaik Adila Sutjiadi: Dari WTA hingga Medali Emas yang Cetak Sejarah untuk Tenis Indonesia
Yoppy menekankan bahwa ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan justru awal dari tantangan sesungguhnya. "Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas, dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum," ujar Yoppy.
"Untuk itu, pergunakan sebaik-baiknya kesempatan ini. Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang. Masih banyak peluang. Teruslah berlatih, asah bakat dan kemampuan."
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama. Para atlet muda harus bisa mempertahankan performa terbaik mereka selama karantina.
"Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan. Mulai dari teknik dasar, kekuatan fisik, kesehatan, mentalitas, hingga karakter," kata peraih juara dunia 1997 itu.
Lihat Juga :