Terence Crawford Ukir Sejarah: Tumbangkan Canelo Alvarez, Sandang Gelar Juara Tak Terbantahkan!
Minggu, 14 September 2025 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan menahan pukulan itu dan terus melanjutkan serangannya. Ia semakin terbiasa dengan kekuatan Canelo dan tidak terlihat gentar sedikit pun. Meskipun Canelo berhasil memojokkan Crawford, petinju Amerika itu berhasil tetap melancarkan pukulan dan tidak tampak kesulitan berada dalam posisi tersebut.
Crawford tetap fokus pada strategi utamanya, melompat maju dan melepaskan jab ke tubuh Canelo. Pukulan-pukulan ini memang ringan, tetapi efektif untuk mengganggu ritme lawannya. Canelo, di sisi lain, berusaha membalas dengan pukulan keras andalannya, namun Crawford terlalu gesit dan sering kali berhasil menghindari serangan tersebut.
Meskipun Crawford unggul dalam kecepatan dan manuver, Canelo berhasil mendaratkan pukulan kiri keras ke tubuh Crawford yang membuat lawannya sempat membungkuk dan melambat. Momen ini menjadi peringatan bahwa pukulan Canelo tetap berbahaya. Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan terus melanjutkan perlawanan, bahkan menggelengkan kepalanya seolah pukulan itu tidak berarti.
Pertarungan ini benar-benar menguji kekuatan, kecepatan, dan mental kedua petinju, membuat para penonton yang setia berada di kursi mereka menikmati setiap momen dramatis yang terjadi. Di sisa ronde, kedua petinju saling jual beli pukulan. Bahkan ada satu insiden yang membuat pelipis Crawford sempat mengeluarkan darah usai berbenturan kepala dengan Canelo.
Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, Crawford tampak lebih santai dalam bertahan. Dia tetap ringan, melancarkan jab dan bergerak, menghindari pukulan-pukulan kuat Canelo.
Pertarungan 12 ronde pun berakhir tanpa ada satu petinju yang tertidur di kanvas. Setelah itu, Michael Buffer di depan 70.482 penonton di Allegiant Stadium membacakan poin yang diberikan ketiga hakim. Hasilnya, Crawford menjadi raja baru usai menang 116-112, 115-113, dan 115-113.
Crawford tetap fokus pada strategi utamanya, melompat maju dan melepaskan jab ke tubuh Canelo. Pukulan-pukulan ini memang ringan, tetapi efektif untuk mengganggu ritme lawannya. Canelo, di sisi lain, berusaha membalas dengan pukulan keras andalannya, namun Crawford terlalu gesit dan sering kali berhasil menghindari serangan tersebut.
Meskipun Crawford unggul dalam kecepatan dan manuver, Canelo berhasil mendaratkan pukulan kiri keras ke tubuh Crawford yang membuat lawannya sempat membungkuk dan melambat. Momen ini menjadi peringatan bahwa pukulan Canelo tetap berbahaya. Namun, Crawford menunjukkan daya tahannya yang luar biasa dengan terus melanjutkan perlawanan, bahkan menggelengkan kepalanya seolah pukulan itu tidak berarti.
Pertarungan ini benar-benar menguji kekuatan, kecepatan, dan mental kedua petinju, membuat para penonton yang setia berada di kursi mereka menikmati setiap momen dramatis yang terjadi. Di sisa ronde, kedua petinju saling jual beli pukulan. Bahkan ada satu insiden yang membuat pelipis Crawford sempat mengeluarkan darah usai berbenturan kepala dengan Canelo.
Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, Crawford tampak lebih santai dalam bertahan. Dia tetap ringan, melancarkan jab dan bergerak, menghindari pukulan-pukulan kuat Canelo.
Pertarungan 12 ronde pun berakhir tanpa ada satu petinju yang tertidur di kanvas. Setelah itu, Michael Buffer di depan 70.482 penonton di Allegiant Stadium membacakan poin yang diberikan ketiga hakim. Hasilnya, Crawford menjadi raja baru usai menang 116-112, 115-113, dan 115-113.
(yov)
Lihat Juga :