Khoiful Mukhib Juarai 76 IDH Urban 2025 di Pasuruan
Senin, 15 September 2025 - 09:40 WIB
loading...
Khoiful Mukhib berhasil merebut podium juara di kelas utama Men Elite pada Kejuaraan 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 / Foto: Ist
A
A
A
PASURUAN - Kejuaraan 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 di Desa Ngadiwono, Kabupaten Pasuruan, sukses menyajikan tontonan menegangkan. Diwarnai aksi-aksi impresif dan persaingan ketat, Khoiful Mukhib berhasil merebut podium juara di kelas utama Men Elite, Minggu (14/9/2025).
Dengan torehan waktu tercepat 1 menit 51,760 detik, Mukhib sukses menaklukkan lintasan urban downhill yang penuh tantangan. Kemenangan ini terasa spesial karena persaingan yang sangat sengit.
Mukhib hanya unggul tipis, kurang dari satu detik, dari pesaing terdekatnya, Andy Prayoga (Polair DH Team), yang mencatatkan waktu 1 menit 51,890 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Agung Prio Apriliano (D-One Factory) dengan waktu 1 menit 52,643 detik.
"Hasil di 76 Urban Downhill Ngadiwono ini sesuai harapan saya. Sejak latihan, saya sudah mempelajari jalur yang akan saya kejar di final, dan alhamdulillah berhasil meraih posisi pertama," ujar Mukhib.
Peraih medali emas Asian Games 2018 mengakui bahwa kejuaraan ini memberikan tantangan yang berbeda. Menurutnya, sejumlah rintangan di awal lintasan sangat sulit dan bisa mengubah hasil akhir jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Secara mental juga sangat berpengaruh, bagaimana kita tidak gugup dalam menghadapi rintangan di lintasan. Apalagi ini urban downhill dengan suasana yang ramai penonton," tambahnya.
Drama perebutan juara juga terjadi di kelas Men Junior. Fajar Abdul Rahman dari Spartan Racing Team berhasil keluar sebagai juara dengan waktu 1 menit 55,550 detik, mengungguli Azril Leo Avinda (D-One Factory) di posisi kedua. Sementara itu, Dimas Aradhana (76 Rider DH Squad) yang sempat mengalami kecelakaan, masih mampu mengamankan podium ketiga.
Agnes C. Wuisan dari 76 Rider, selaku penyelenggara, mengaku terkesan dengan penampilan para rider. Menurutnya, selain kompetitif, kejuaraan ini berhasil menghadirkan unsur sportainment yang kuat dan menghibur ratusan penonton. Dukungan dan sorak-sorai penonton sepanjang lomba menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta.
"Tantangan ini bisa direspons oleh para rider dengan performa yang luar biasa. Antusiasme warga dan penggemar downhill di Ngadiwono yang besar juga menjadi sinyal positif untuk perkembangan dan prestasi downhill kita ke depan," beber Agnes.
Sebagai penutup, Agnes menegaskan komitmen mereka untuk terus menggelar ajang urban downhill. Seri Final 76 IDH Urban 2025 akan diselenggarakan di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, pada tanggal 4-5 Oktober mendatang.
"Semoga akan semakin banyak downhiller yang bergabung, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan dan prestasi downhill Indonesia," imbuhnya.
Dengan torehan waktu tercepat 1 menit 51,760 detik, Mukhib sukses menaklukkan lintasan urban downhill yang penuh tantangan. Kemenangan ini terasa spesial karena persaingan yang sangat sengit.
Mukhib hanya unggul tipis, kurang dari satu detik, dari pesaing terdekatnya, Andy Prayoga (Polair DH Team), yang mencatatkan waktu 1 menit 51,890 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Agung Prio Apriliano (D-One Factory) dengan waktu 1 menit 52,643 detik.
"Hasil di 76 Urban Downhill Ngadiwono ini sesuai harapan saya. Sejak latihan, saya sudah mempelajari jalur yang akan saya kejar di final, dan alhamdulillah berhasil meraih posisi pertama," ujar Mukhib.
Peraih medali emas Asian Games 2018 mengakui bahwa kejuaraan ini memberikan tantangan yang berbeda. Menurutnya, sejumlah rintangan di awal lintasan sangat sulit dan bisa mengubah hasil akhir jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Secara mental juga sangat berpengaruh, bagaimana kita tidak gugup dalam menghadapi rintangan di lintasan. Apalagi ini urban downhill dengan suasana yang ramai penonton," tambahnya.
Drama perebutan juara juga terjadi di kelas Men Junior. Fajar Abdul Rahman dari Spartan Racing Team berhasil keluar sebagai juara dengan waktu 1 menit 55,550 detik, mengungguli Azril Leo Avinda (D-One Factory) di posisi kedua. Sementara itu, Dimas Aradhana (76 Rider DH Squad) yang sempat mengalami kecelakaan, masih mampu mengamankan podium ketiga.
Agnes C. Wuisan dari 76 Rider, selaku penyelenggara, mengaku terkesan dengan penampilan para rider. Menurutnya, selain kompetitif, kejuaraan ini berhasil menghadirkan unsur sportainment yang kuat dan menghibur ratusan penonton. Dukungan dan sorak-sorai penonton sepanjang lomba menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta.
"Tantangan ini bisa direspons oleh para rider dengan performa yang luar biasa. Antusiasme warga dan penggemar downhill di Ngadiwono yang besar juga menjadi sinyal positif untuk perkembangan dan prestasi downhill kita ke depan," beber Agnes.
Sebagai penutup, Agnes menegaskan komitmen mereka untuk terus menggelar ajang urban downhill. Seri Final 76 IDH Urban 2025 akan diselenggarakan di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, pada tanggal 4-5 Oktober mendatang.
"Semoga akan semakin banyak downhiller yang bergabung, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan dan prestasi downhill Indonesia," imbuhnya.
(yov)
Lihat Juga :