Kisah Bocah Papua Menapak Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2025
Selasa, 16 September 2025 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau bicara pengorbanan, semua orang tahu tiket dari Papua saja sudah seperti ke luar negeri,” kata Isye.
Namun demi mimpi sang anak, semua itu dijalani dengan penuh semangat. Dari tanah Papua, Olie kini menatap panggung prestasi yang lebih tinggi. Prestasi di level daerah telah ia raih, dan keikutsertaannya dalam seleksi PB Djarum menjadi bukti keseriusannya meniti jalan sebagai atlet.
“Kalau masuk Djarum, saya sudah siap jauh dari mama, biar jago,” ucap Olie singkat sambil tersenyum penuh percaya diri.
Sebagai informasi, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 pada 8–12 September. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara terbuka untuk tiga kategori usia: U-11 (kelahiran 2015–2017), KU 11 (kelahiran 2014), dan KU 12 (kelahiran 2013), baik putra maupun putri.
Total ada 1.729 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ambil bagian, termasuk 11 atlet dari Papua. Kehadiran Olie di antara ribuan peserta itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, bahkan dari pelosok negeri yang jauh di ujung timur Indonesia.
Namun demi mimpi sang anak, semua itu dijalani dengan penuh semangat. Dari tanah Papua, Olie kini menatap panggung prestasi yang lebih tinggi. Prestasi di level daerah telah ia raih, dan keikutsertaannya dalam seleksi PB Djarum menjadi bukti keseriusannya meniti jalan sebagai atlet.
“Kalau masuk Djarum, saya sudah siap jauh dari mama, biar jago,” ucap Olie singkat sambil tersenyum penuh percaya diri.
Sebagai informasi, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum kembali menggelar Audisi Umum PB Djarum 2025 pada 8–12 September. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara terbuka untuk tiga kategori usia: U-11 (kelahiran 2015–2017), KU 11 (kelahiran 2014), dan KU 12 (kelahiran 2013), baik putra maupun putri.
Total ada 1.729 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang ambil bagian, termasuk 11 atlet dari Papua. Kehadiran Olie di antara ribuan peserta itu menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari mana saja, bahkan dari pelosok negeri yang jauh di ujung timur Indonesia.
(sto)
Lihat Juga :