PP Persambi Pastikan Kesiapan Gelar Kejuaraan Dunia Sambo 2025 di Bogor
Rabu, 17 September 2025 - 21:14 WIB
loading...
Indonesia tak lama lagi bersiap untuk menyambut para peserta yang bakal tampil di Kejuaraan Dunia Beladiri Sambo Remaja dan Junior pada 3-5 Oktober 2025 / Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia tak lama lagi bersiap untuk menyambut para peserta yang bakal tampil di Kejuaraan Dunia Beladiri Sambo Remaja dan Junior atau World Sambo Youth & Junior Championships 2025 (Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025). Ajang bergengsi ini digelar di JSI Resort Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 3-5 Oktober 2025.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ini menjadi sebuah kehormatan besar dan menunjukkan kepercayaan dari Federasi Sambo Internasional (FIAS). Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Beladiri Sambo Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu, menegaskan bahwa ini adalah kesempatan emas untuk membawa nama baik bangsa di kancah internasional.
"Ini menyangkut nama baik bangsa dan negara. Saya pastikan PP Persambi siap menggelar dan menyukseskannya," ujar Krisna Bayu di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada 15-16 September 2025.
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pihak, termasuk Damkar Kabupaten Bogor dan RSUD Ciawi, memastikan semua aspek persiapan sudah matang. Mulai dari venue, akomodasi, transportasi, hingga sistem pertandingan dan keamanan, semuanya telah dipersiapkan sesuai standar internasional.
Krisna Bayu menambahkan bahwa kejuaraan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah ajang untuk memperkenalkan olahraga sambo kepada dunia. "Kesiapan ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mampu dan layak menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional bergengsi," tegasnya.
Selain menjadi kebanggaan, Kejuaraan Dunia Sambo ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menekuni beladiri sambo. Menurut Bayu, event ini adalah warisan berharga untuk memperkuat prestasi dan regenerasi atlet beladiri di Indonesia.
Tidak hanya itu, ajang ini juga akan berkontribusi pada pariwisata lokal, khususnya di Bogor, dengan kedatangan atlet dan delegasi dari lebih 30 negara. Liputan media nasional dan internasional akan memberikan eksposur global yang luar biasa bagi Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kejuaraan ini, kabar baiknya adalah acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. "Seluruh warga Indonesia diundang untuk hadir, meramaikan, dan menjadi saksi sejarah penyelenggaraan kejuaraan dunia olahraga beladiri sambo pertama kali di Indonesia," kata Krisna Bayu.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ini menjadi sebuah kehormatan besar dan menunjukkan kepercayaan dari Federasi Sambo Internasional (FIAS). Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Beladiri Sambo Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu, menegaskan bahwa ini adalah kesempatan emas untuk membawa nama baik bangsa di kancah internasional.
"Ini menyangkut nama baik bangsa dan negara. Saya pastikan PP Persambi siap menggelar dan menyukseskannya," ujar Krisna Bayu di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada 15-16 September 2025.
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pihak, termasuk Damkar Kabupaten Bogor dan RSUD Ciawi, memastikan semua aspek persiapan sudah matang. Mulai dari venue, akomodasi, transportasi, hingga sistem pertandingan dan keamanan, semuanya telah dipersiapkan sesuai standar internasional.
Krisna Bayu menambahkan bahwa kejuaraan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah ajang untuk memperkenalkan olahraga sambo kepada dunia. "Kesiapan ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mampu dan layak menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional bergengsi," tegasnya.
Selain menjadi kebanggaan, Kejuaraan Dunia Sambo ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menekuni beladiri sambo. Menurut Bayu, event ini adalah warisan berharga untuk memperkuat prestasi dan regenerasi atlet beladiri di Indonesia.
Tidak hanya itu, ajang ini juga akan berkontribusi pada pariwisata lokal, khususnya di Bogor, dengan kedatangan atlet dan delegasi dari lebih 30 negara. Liputan media nasional dan internasional akan memberikan eksposur global yang luar biasa bagi Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kejuaraan ini, kabar baiknya adalah acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. "Seluruh warga Indonesia diundang untuk hadir, meramaikan, dan menjadi saksi sejarah penyelenggaraan kejuaraan dunia olahraga beladiri sambo pertama kali di Indonesia," kata Krisna Bayu.
(yov)
Lihat Juga :