Di Balik Karpet Merah: Tantangan Berat Menanti Erick Thohir di Kemenpora
Kamis, 18 September 2025 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasi ini, Erick berencana mengundang seluruh mantan Menpora untuk berdiskusi. Tujuannya adalah menciptakan visi dan misi yang disepakati bersama, sehingga program-program olahraga tidak lagi berganti setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan. Ini akan menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan prestasi, mulai dari pembinaan usia dini hingga atlet profesional.
Posisi ganda Erick Thohir sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI menjadi sorotan publik. Meskipun tidak ada larangan rangkap jabatan secara eksplisit dalam statuta PSSI, isu ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi konflik kepentingan dan independensi.
Erick Thohir sendiri telah menyatakan akan menyerahkan keputusan ini kepada FIFA. Ia percaya otoritas tertinggi sepak bola dunia itu akan menentukan statusnya. Kejelasan status ini sangat penting untuk menghindari persepsi intervensi pemerintah dalam federasi sepak bola, yang bisa berujung sanksi dari FIFA.
Erick Thohir memiliki misi untuk membersihkan dan menata ulang tata kelola olahraga nasional. Ia ingin menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada dunia olahraga, seperti isu-isu yang kurang sehat atau tidak transparan.
Di bawah kepemimpinannya, Kemenpora dituntut untuk membuat terobosan dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat. Hal ini mencakup efisiensi anggaran, prioritas cabang olahraga, dan memastikan setiap program berjalan sesuai standar internasional.
Erick Thohir juga langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah yang mendesak, terutama persiapan SEA Games 2025 di Thailand yang akan berlangsung dalam waktu singkat. Dengan sisa waktu yang terbatas, ia harus segera mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan untuk mematangkan persiapan atlet dan menentukan cabang olahraga prioritas.
Selain itu, ia juga harus memastikan kelanjutan program-program yang telah dirintis Menpora sebelumnya agar tidak kehilangan momentum. Ini adalah tantangan untuk menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu laju pembinaan dan prestasi atlet.
Seperti namanya, Kemenpora juga bertanggung jawab pada sektor kepemudaan. Erick Thohir menekankan pentingnya hal ini, dan berencana membuat program yang tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga memberdayakan pemuda dalam hal peluang kerja dan edukasi.
Ia ingin menciptakan solusi terpadu dengan kementerian lain, seperti Kementerian Sosial, untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ini adalah tantangan untuk membuktikan bahwa Kemenpora dapat menjadi motor penggerak bagi kemajuan pemuda Indonesia secara holistik.
2. Mengatasi Isu Rangkap Jabatan
Posisi ganda Erick Thohir sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI menjadi sorotan publik. Meskipun tidak ada larangan rangkap jabatan secara eksplisit dalam statuta PSSI, isu ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi konflik kepentingan dan independensi.
Erick Thohir sendiri telah menyatakan akan menyerahkan keputusan ini kepada FIFA. Ia percaya otoritas tertinggi sepak bola dunia itu akan menentukan statusnya. Kejelasan status ini sangat penting untuk menghindari persepsi intervensi pemerintah dalam federasi sepak bola, yang bisa berujung sanksi dari FIFA.
3. Membenahi Tata Kelola Olahraga yang Bersih dan Transparan
Erick Thohir memiliki misi untuk membersihkan dan menata ulang tata kelola olahraga nasional. Ia ingin menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada dunia olahraga, seperti isu-isu yang kurang sehat atau tidak transparan.
Di bawah kepemimpinannya, Kemenpora dituntut untuk membuat terobosan dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat. Hal ini mencakup efisiensi anggaran, prioritas cabang olahraga, dan memastikan setiap program berjalan sesuai standar internasional.
4. Menghadapi Agenda Olahraga Mendesak
Erick Thohir juga langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah yang mendesak, terutama persiapan SEA Games 2025 di Thailand yang akan berlangsung dalam waktu singkat. Dengan sisa waktu yang terbatas, ia harus segera mengonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan untuk mematangkan persiapan atlet dan menentukan cabang olahraga prioritas.
Selain itu, ia juga harus memastikan kelanjutan program-program yang telah dirintis Menpora sebelumnya agar tidak kehilangan momentum. Ini adalah tantangan untuk menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu laju pembinaan dan prestasi atlet.
5. Mengintegrasikan Program Olahraga dan Kepemudaan
Seperti namanya, Kemenpora juga bertanggung jawab pada sektor kepemudaan. Erick Thohir menekankan pentingnya hal ini, dan berencana membuat program yang tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga memberdayakan pemuda dalam hal peluang kerja dan edukasi.
Ia ingin menciptakan solusi terpadu dengan kementerian lain, seperti Kementerian Sosial, untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Ini adalah tantangan untuk membuktikan bahwa Kemenpora dapat menjadi motor penggerak bagi kemajuan pemuda Indonesia secara holistik.
(yov)
Lihat Juga :