Ruben Amorim Masih Dihantui Kabar Pemecatan meski MU Permalukan Chelsea
Minggu, 21 September 2025 - 12:45 WIB
loading...
Ruben Amorim Masih Dihantui Kabar Pemecatan meski MU Permalukan Chelsea
A
A
A
Manchester United akhirnya mampu meraih kemenangan penting 2-1 atas Chelsea pada pekan kelima Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (20/9/2025) malam WIB. Hasil ini memberi napas lega bagi pelatih Ruben Amorim yang dalam beberapa pekan terakhir terus berada di bawah tekanan besar. Namun, meski tiga poin berhasil diamankan, masa depan Amorim tetap belum aman sepenuhnya.
Gol Bruno Fernandes pada menit ke-14 dan Casemiro di menit ke-37 sempat membawa Setan Merah unggul dua gol. Namun, laga berjalan menegangkan setelah MU kehilangan Casemiro yang mendapat kartu merah, menyusul sebelumnya kiper Chelsea Robert Sanchez juga diusir wasit. The Blues sempat memperkecil kedudukan lewat Trevoh Chalobah pada menit ke-80, tetapi MU bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini mengangkat MU keluar dari zona merah dan naik ke posisi ke-10 klasemen dengan tujuh poin.
Meski meraih kemenangan, Amorim tetap harus menghadapi kritik tajam dari para legenda MU. Gary Neville menilai pendekatan taktis sang pelatih terlalu kaku sehingga membuat tim mudah ditebak. Paul Scholes bahkan menyebut United tampil tanpa fleksibilitas dan terlalu bergantung pada Bruno Fernandes. Lebih pedas lagi, Nicky Butt menyatakan kualitas tim saat ini tidak layak disebut Manchester United.
“Mereka tidak cukup cepat, tidak agresif, dan lini tengahnya terlalu lemah. Jika Amorim tidak mengubah sistem, MU akan terus kalah,” ujar Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Menanggapi komentar tersebut, Amorim bersikap realistis. Ia tak menampik banyak kritik yang diarahkan kepadanya benar adanya.
“Saya paham mengapa orang banyak mengkritik. Kebanyakan mereka benar. Tapi kami menang hari ini, dan yang terpenting adalah bagaimana kemenangan ini bisa membangun momentum,” kata pelatih asal Portugal itu dalam konferensi pers usai pertandingan.
Amorim pun mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam euforia kemenangan atas Chelsea. Menurutnya, tim masih harus berjuang keras untuk keluar dari tekanan.
“Kami bisa kalah dari siapa pun jika tidak tampil maksimal. Bahkan tim seperti Grimsby bisa mengalahkan kami jika kami lengah. Jadi, kemenangan ini hanyalah langkah awal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga urgensi dan semangat juang jelang laga berat melawan Brentford akhir pekan depan. “Saya lebih suka rasa lapar ketimbang rasa puas. Kemenangan melawan Chelsea memang penting, tapi kami butuh konsistensi untuk membalikkan keadaan,” tambahnya.
Bagi Amorim, beberapa pekan ke depan bisa menjadi periode penentuan. Jika ia mampu menjaga tren positif dan membawa MU kembali bersaing di papan atas, posisinya mungkin terselamatkan. Namun, jika kembali terpuruk, bukan mustahil manajemen mengambil keputusan cepat sebagaimana terjadi pada manajer sebelumnya. Masa depan Amorim masih abu-abu, dan semua akan ditentukan oleh hasil-hasil berikutnya.
Gol Bruno Fernandes pada menit ke-14 dan Casemiro di menit ke-37 sempat membawa Setan Merah unggul dua gol. Namun, laga berjalan menegangkan setelah MU kehilangan Casemiro yang mendapat kartu merah, menyusul sebelumnya kiper Chelsea Robert Sanchez juga diusir wasit. The Blues sempat memperkecil kedudukan lewat Trevoh Chalobah pada menit ke-80, tetapi MU bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini mengangkat MU keluar dari zona merah dan naik ke posisi ke-10 klasemen dengan tujuh poin.
Meski meraih kemenangan, Amorim tetap harus menghadapi kritik tajam dari para legenda MU. Gary Neville menilai pendekatan taktis sang pelatih terlalu kaku sehingga membuat tim mudah ditebak. Paul Scholes bahkan menyebut United tampil tanpa fleksibilitas dan terlalu bergantung pada Bruno Fernandes. Lebih pedas lagi, Nicky Butt menyatakan kualitas tim saat ini tidak layak disebut Manchester United.
“Mereka tidak cukup cepat, tidak agresif, dan lini tengahnya terlalu lemah. Jika Amorim tidak mengubah sistem, MU akan terus kalah,” ujar Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Menanggapi komentar tersebut, Amorim bersikap realistis. Ia tak menampik banyak kritik yang diarahkan kepadanya benar adanya.
“Saya paham mengapa orang banyak mengkritik. Kebanyakan mereka benar. Tapi kami menang hari ini, dan yang terpenting adalah bagaimana kemenangan ini bisa membangun momentum,” kata pelatih asal Portugal itu dalam konferensi pers usai pertandingan.
Amorim pun mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam euforia kemenangan atas Chelsea. Menurutnya, tim masih harus berjuang keras untuk keluar dari tekanan.
“Kami bisa kalah dari siapa pun jika tidak tampil maksimal. Bahkan tim seperti Grimsby bisa mengalahkan kami jika kami lengah. Jadi, kemenangan ini hanyalah langkah awal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga urgensi dan semangat juang jelang laga berat melawan Brentford akhir pekan depan. “Saya lebih suka rasa lapar ketimbang rasa puas. Kemenangan melawan Chelsea memang penting, tapi kami butuh konsistensi untuk membalikkan keadaan,” tambahnya.
Bagi Amorim, beberapa pekan ke depan bisa menjadi periode penentuan. Jika ia mampu menjaga tren positif dan membawa MU kembali bersaing di papan atas, posisinya mungkin terselamatkan. Namun, jika kembali terpuruk, bukan mustahil manajemen mengambil keputusan cepat sebagaimana terjadi pada manajer sebelumnya. Masa depan Amorim masih abu-abu, dan semua akan ditentukan oleh hasil-hasil berikutnya.
(sto)
Lihat Juga :