Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Ikuti Hydroplus Soccer League Putri U-15 & U-18
Rabu, 01 Oktober 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Jakarta akan menjadi kota pembuka pada 4 Oktober 2025 dengan melibatkan 16 tim U-15 dan 10 tim U-18. Bandung menyusul pada 11 Oktober, disusul Surabaya dan Kudus pada Januari 2026. Para juara dan runner-up tiap kota nantinya akan melaju ke Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026.
Format pertandingan juga disesuaikan dengan kategori usia. Untuk U-15, setiap tim berisi 9 pemain dengan durasi 2x25 menit di setengah lapangan. Sedangkan di U-18, pertandingan menggunakan format 11 lawan 11 dengan durasi 2x35 menit di lapangan penuh.
Salah satu peserta, Albianca Raula, menyambut positif kehadiran liga ini. “Aku senang sekali akhirnya ada liga khusus putri. Sepak bola bukan hanya milik laki-laki, dan aku ingin terus berlatih agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk timnas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, menilai kompetisi ini menjadi angin segar bagi sepak bola wanita di Indonesia. “Dengan adanya liga ini, para atlet bisa berlatih sekaligus menikmati pertandingan berkesinambungan. Tidak hanya bagi pemain, tapi juga pelatih untuk mengembangkan pola pembinaan dan strategi,” tutur Yopi.
Liga ini diharapkan tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia agar mampu bersaing di level internasional, termasuk Olimpiade dan Piala Dunia Wanita.
Format pertandingan juga disesuaikan dengan kategori usia. Untuk U-15, setiap tim berisi 9 pemain dengan durasi 2x25 menit di setengah lapangan. Sedangkan di U-18, pertandingan menggunakan format 11 lawan 11 dengan durasi 2x35 menit di lapangan penuh.
Salah satu peserta, Albianca Raula, menyambut positif kehadiran liga ini. “Aku senang sekali akhirnya ada liga khusus putri. Sepak bola bukan hanya milik laki-laki, dan aku ingin terus berlatih agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk timnas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, menilai kompetisi ini menjadi angin segar bagi sepak bola wanita di Indonesia. “Dengan adanya liga ini, para atlet bisa berlatih sekaligus menikmati pertandingan berkesinambungan. Tidak hanya bagi pemain, tapi juga pelatih untuk mengembangkan pola pembinaan dan strategi,” tutur Yopi.
Liga ini diharapkan tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia agar mampu bersaing di level internasional, termasuk Olimpiade dan Piala Dunia Wanita.
(sto)
Lihat Juga :