Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Ikuti Hydroplus Soccer League Putri U-15 & U-18
Rabu, 01 Oktober 2025 - 15:40 WIB
loading...
Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Ikuti Hydroplus Soccer League Putri U-15 & U-18. Foto: SINDOnews/Susanto
A
A
A
Liga sepak bola putri bertajuk Hydroplus Soccer League resmi digelar mulai Oktober 2025. Ajang ini menghadirkan 90 tim dari sekolah sepak bola, klub, hingga akademi yang akan bersaing di dua kelompok umur, U-15 dan U-18.
Kompetisi yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan Hydroplus ini akan berlangsung di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus. Format pertandingan menggunakan sistem home-away dengan jadwal setiap dua pekan sekali hingga Mei 2026.
“Komitmen kami mendukung kompetisi ini dengan semangat dan membangun ekosistem lewat kompetisi ini. Kami berharap liga ini dapat melahirkan pesepak bola putri tangguh yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” ujar Group Brand Head Hydroplus, Yose Moriza.
Baca Juga: Indonesia Bidik Pertahankan Emas Sepak Bola di SEA Games 2025
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menambahkan bahwa ajang ini merupakan kelanjutan dari pembinaan berjenjang yang sebelumnya dilakukan melalui MilkLife Soccer Challenge untuk KU 8, KU 10, KU 12, serta Piala Pertiwi U-14 dan U-16.
“Liga ini diharapkan bisa menjadi wadah penting bagi atlet putri dalam menapaki jenjang prestasi lebih profesional,” kata Teddy.
Adapun Jakarta akan menjadi kota pembuka pada 4 Oktober 2025 dengan melibatkan 16 tim U-15 dan 10 tim U-18. Bandung menyusul pada 11 Oktober, disusul Surabaya dan Kudus pada Januari 2026. Para juara dan runner-up tiap kota nantinya akan melaju ke Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026.
Format pertandingan juga disesuaikan dengan kategori usia. Untuk U-15, setiap tim berisi 9 pemain dengan durasi 2x25 menit di setengah lapangan. Sedangkan di U-18, pertandingan menggunakan format 11 lawan 11 dengan durasi 2x35 menit di lapangan penuh.
Salah satu peserta, Albianca Raula, menyambut positif kehadiran liga ini. “Aku senang sekali akhirnya ada liga khusus putri. Sepak bola bukan hanya milik laki-laki, dan aku ingin terus berlatih agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk timnas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, menilai kompetisi ini menjadi angin segar bagi sepak bola wanita di Indonesia. “Dengan adanya liga ini, para atlet bisa berlatih sekaligus menikmati pertandingan berkesinambungan. Tidak hanya bagi pemain, tapi juga pelatih untuk mengembangkan pola pembinaan dan strategi,” tutur Yopi.
Liga ini diharapkan tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia agar mampu bersaing di level internasional, termasuk Olimpiade dan Piala Dunia Wanita.
Kompetisi yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan Hydroplus ini akan berlangsung di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus. Format pertandingan menggunakan sistem home-away dengan jadwal setiap dua pekan sekali hingga Mei 2026.
“Komitmen kami mendukung kompetisi ini dengan semangat dan membangun ekosistem lewat kompetisi ini. Kami berharap liga ini dapat melahirkan pesepak bola putri tangguh yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” ujar Group Brand Head Hydroplus, Yose Moriza.
Baca Juga: Indonesia Bidik Pertahankan Emas Sepak Bola di SEA Games 2025
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menambahkan bahwa ajang ini merupakan kelanjutan dari pembinaan berjenjang yang sebelumnya dilakukan melalui MilkLife Soccer Challenge untuk KU 8, KU 10, KU 12, serta Piala Pertiwi U-14 dan U-16.
“Liga ini diharapkan bisa menjadi wadah penting bagi atlet putri dalam menapaki jenjang prestasi lebih profesional,” kata Teddy.
Adapun Jakarta akan menjadi kota pembuka pada 4 Oktober 2025 dengan melibatkan 16 tim U-15 dan 10 tim U-18. Bandung menyusul pada 11 Oktober, disusul Surabaya dan Kudus pada Januari 2026. Para juara dan runner-up tiap kota nantinya akan melaju ke Hydroplus Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026.
Format pertandingan juga disesuaikan dengan kategori usia. Untuk U-15, setiap tim berisi 9 pemain dengan durasi 2x25 menit di setengah lapangan. Sedangkan di U-18, pertandingan menggunakan format 11 lawan 11 dengan durasi 2x35 menit di lapangan penuh.
Salah satu peserta, Albianca Raula, menyambut positif kehadiran liga ini. “Aku senang sekali akhirnya ada liga khusus putri. Sepak bola bukan hanya milik laki-laki, dan aku ingin terus berlatih agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk timnas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, menilai kompetisi ini menjadi angin segar bagi sepak bola wanita di Indonesia. “Dengan adanya liga ini, para atlet bisa berlatih sekaligus menikmati pertandingan berkesinambungan. Tidak hanya bagi pemain, tapi juga pelatih untuk mengembangkan pola pembinaan dan strategi,” tutur Yopi.
Liga ini diharapkan tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia agar mampu bersaing di level internasional, termasuk Olimpiade dan Piala Dunia Wanita.
(sto)
Lihat Juga :