Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Kamis, 02 Oktober 2025 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
“Duka Kanjuruhan adalah duka abadi. Kami mewakili Arema FC sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada keluarga korban, bila ikhtiar kami belum sepenuhnya memenuhi harapan,” ucapnya.
Yusrinal menegaskan, tragedi ini harus menjadi titik balik untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia yang lebih manusiawi. Ia mencontohkan hubungan harmonis antara Aremania dan suporter klub lain sebagai wujud paradigma baru dukungan yang sehat.
“Keamanan dan kehormatan di stadion adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak ada yang bisa menggantikan kehilangan, tapi kami berkomitmen untuk terus berjalan bersama keluarga korban,” katanya.
Agenda peringatan tiga tahun Tragedi Kanjuruhan ini juga diikuti jajaran karyawan, pelatih, dan staf Arema FC Football Academy sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi mendatang.
Yusrinal menegaskan, tragedi ini harus menjadi titik balik untuk membangun masa depan sepak bola Indonesia yang lebih manusiawi. Ia mencontohkan hubungan harmonis antara Aremania dan suporter klub lain sebagai wujud paradigma baru dukungan yang sehat.
“Keamanan dan kehormatan di stadion adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak ada yang bisa menggantikan kehilangan, tapi kami berkomitmen untuk terus berjalan bersama keluarga korban,” katanya.
Agenda peringatan tiga tahun Tragedi Kanjuruhan ini juga diikuti jajaran karyawan, pelatih, dan staf Arema FC Football Academy sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi mendatang.
(sto)
Lihat Juga :